Kecerobohan, Hal Tabu di Banyak Pekerjaan
Saya beberapa kali menjadi korban kecerobohan pekerjaan orang lain. Kejadian terakhir justru belum lama ini. Meskipun tidak berujung fatal…
Kecerobohan, Hal Tabu di Banyak Pekerjaan
Saya beberapa kali menjadi korban kecerobohan pekerjaan orang lain. Kejadian terakhir justru belum lama ini. Meskipun tidak berujung fatal, hal ini cukup mengganggu ritme aktivitas saya.
*Belum menjadi anggota Medium berbayar? Klink link untuk akses artikel ini gratis.*
Photo by Alex Kotliarskyi on Unsplash
Disclaimer: Untuk melindungi privasi pihak yang terlibat, saya samarkan nama-nama yang terlibat.
Sebut saja namanya Nurul. Ia adalah finance officer dari perusahaan klien saya. Saat itu, kami baru saja menyelesaikan pekerjaan yang berlangsung selama beberapa bulan. Dimana posisi saya saat itu sebagai salah satu freelancer yang dikontrak untuk melakukan beberapa jenis pekerjaan.
Karena sudah selesai, tentu saya menjalankan prosedur penagihan. Mulai dari dokumen berita acara, pengiriman invoice, dan berkomunikasi dengan finance. Singkat cerita, Nurul pun melakukan pembayaran dan mengirimkan email pemberitahuan pembayaran kepada saya.
Namun setelah dicek, nilai yang tertera melebihi invoice dari perusahaan tersebut. Dalam bekerja, saya selalu berupaya untuk selalu mengutamakan kejujuran. Selain untuk membina hubungan baik, saya percaya bahwa integritas menjadi salah satu fondasi utama dalam kelangsungan karir.
Oleh karena itu, saya pun membalas email tersebut untuk memberitahukan kelebihan pembayaran. Tidak lama menunggu, Nurul pun merespon kembali dan menyampaikan permohonan maaf. Terlihat sekali email tanggapan dikirimkan terburu-buru karena terdapat beberapa typo di dalamnya.
Rupanya memang terdapat kesalahan nilai transfer yang disebabkan karena kecerobohan Nurul saat input transaksi. Jumlahnya memang tidak besar, rasanya perusahaan tersebut juga tidak akan rugi karena lebih bayar ini. Namun proses pengembalian tentu membutuhkan upaya lebih dari pihak saya. Pertama saya perlu transfer kembali nilai kelebihannya, belum lagi proses admin pendaftaran tujuan transfer dan lainnya. Lalu mengirimkan bukti transfer kepada Nurul yang kemudian perlu dikonfirmasi kembali.
Meskipun relatif mudah dilakukan di masa perbankan digital, tapi kegiatan ini juga tentu menghabiskan energi dan waktu. Apalagi untuk sesuatu yang sebenarnya dapat dicegah, terutama bila disebabkan karena kecerobohan.
Namun melalui pengalaman ini, saya pun tetap mendapatkan pelajaran berharga.
Cek Ulang Setiap Draft
Semua orang tentu tidak luput dari kesalahan. Seteleliti apa pun kita, selalu ada saja kemungkinan kesalahan dalam aktivitas sehari-hari. Entah itu typo, tindakan, penyampaian lisan, dan banyak lainnya. Mungkin Nurul memang sedang khilaf dan akhirnya melakukan kesalahan input meskipun biasanya sudah teliti.
Untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, kita perlu biasakan diri untuk mengecek ulang setiap draft. Bahkan bila memungkinkan, mintalah rekan atau teman untuk mengecek dokumen yang kita susun. Hal ini berlaku di dunia kerja dan juga dalam aktivitas keseharian.
Buat Rencana Sedini Mungkin
Penyebab lainnya dari kecerobohan seringkali juga karena kegiatan yang terburu-buru. Mengapa bisa seperti itu? Bisa jadi karena kurangnya perencanaan aktivitas yang dijalankan. Dalam cerita saya, bisa jadi Nurul baru teringat belum memproses transaksi, sehingga melakukan kesalahan.
Untuk mengatasinya, kita dapat membangun kebiasaan sederhana. Misalnya membuat task list/to do list harian. Kita selalu dapat melihat kembali daftar tersebut untuk memastikan tidak ada pekerjaan yang terlewat.
Dengan adanya daftar tersebut, kita juga tidak mengandalkan ingatan jangka pendek saja. Tidak perlu juga untuk terus mengingat-ingat berbagai hal yang ujungnya malah menimbulkan stres. Daftar ini membebaskan memori ingatan agar kita dapat fokus pada hal lainnya.
Buatlah task list/to do list di pagi hari, saat pikiran masih jernih. Atau bahkan di malam sebelumnya.
Konsentrasi Penuh Saat Beraktivitas
Kita hidup di dunia dengan banyak sekali distraksi. Entah itu media sosial, notifikasi di telepon genggam, masalah di rumah, dan banyak lainnya. Sudah banyak juga tulisan yang mengungkapkan daya konsentrasi orang semakin pendek belakangan ini. Tidak heran, konsentrasi dan fokus pun sampai jadi bahan iklan minuman dalam kemasan.
Namun sebenarnya, daya konsentrasi ini sebagian besar berasal dari diri kita sendiri. Tentu bisa juga dibantu dengan kondisi sekitar. Karena itu, upayakan untuk mengontrol diri terutama ketika melakukan kegiatan penting.
Bila sedang berada di lingkungan yang berisik, carilah tempat yang lebih tenang dan kondusif. Bila terlalu banyak pikiran, tuliskan catatan pendek agar dapat membebaskan diri dari pikiran yang mengganggu. Bila terlalu stres, istirahatlah sejenak. Istirahat juga menjadi bagian penting dalam bekerja.
Akhir kata, kita sebagai manusia pasti sudah dan akan melakukan kecerobohan. Namun ada berbagai hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinannya. Semua bergantung pada bagaimana kita menyikapi diri.
메타데이터
- post_id
- ed82da166d7b
- slug
- kecerobohan-hal-tabu-di-banyak-pekerjaan-ed82da166d7b
- url
- https://medium.com/@valentino.edwin/kecerobohan-hal-tabu-di-banyak-pekerjaan-ed82da166d7b
- canonical_url
- https://medium.com/@valentino.edwin/kecerobohan-hal-tabu-di-banyak-pekerjaan-ed82da166d7b
- author_url
- https://medium.com/@valentino.edwin
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-08 14:06:58