Sebuah Puisi untuk Meromantisasi Bandung
(sebuah puisi yang lagi-lagi meminjam nama bandung)
Sebuah Puisi untuk Meromantisasi Bandung
(sebuah puisi yang lagi-lagi meminjam nama bandung)

Oh Tuhan mengapa aku benar-benar jatuh dengan kota ini, apakah memang itu jatuh cinta, jatuh hati, atau jatuh dari motor, tak ada ungkapan yang benar-benar bisa benar untuk menggambarkan, kota ini sudah berulang kali dipeluk oleh mendung, dan berulang kali aku dipeluk oleh kenangan yang sekarang selalu menghadirkan mendung.
Tetap saja berulang kali balik ke kota ini, masih selalu kelewatan saat berkunjung ke suatu tempat, ah mungkin itu bukan lupa, tapi selalu terbayang-bayang entah angin mana yang usil untuk mencoba untuk mengingatkan lagi, mungkin itulah sebabnya waktu itu dipertemukan saat masih muda, karena tidak bisa menua bersama.
Sekarang aku kembali lagi ke kota yang sama, dengan umur yang sudah tidak lagi sama, dengan cara melihat yang mungkin sudah berbeda, dengan banyak hal yang dulu belum mengerti dan sekarang mulai dipahami, tetapi beberapa cerita rupanya tidak ikut bertambah umur, tetap saja tinggal di tempat yang sama, seperti Bandung yang masih saja menjadi Bandung, sementara mata yang melihatnya sudah membawa cerita yang berbeda.
Mungkin itu sebabnya masih selalu kelewatan saat berkunjung ke suatu tempat, bukan karena tidak tahu jalan, tetapi seperti ada sesuatu yang lebih dulu datang sebelum pandangan sempat mengenali, entah angin mana yang usil untuk kembali mengingatkan, entah mendung mana yang tiba-tiba datang untuk membawa sesuatu dari masa lalu, atau mungkin memang beberapa cerita tidak pernah benar-benar pergi, hanya menunggu kota yang tepat untuk kembali terasa.
Dulu ketika masih muda, barangkali semuanya hanya terasa seperti cerita yang sedang dijalani, tidak terlalu banyak bertanya ke mana akhirnya, tidak terlalu banyak berpikir apa yang akan terjadi setelahnya, karena saat masih muda memang ada banyak hal yang terasa bisa berlangsung lebih lama daripada yang sebenarnya. Baru setelah umur berjalan, baru terasa bahwa beberapa pertemuan memang indah justru karena tidak pernah sampai pada usia untuk menua bersama.
Mungkin Bandung menyimpan bagian itu, di antara jalan yang pernah dilewati, di antara tempat yang masih saja kelewatan, di antara mendung yang datang tanpa diminta, dan di antara angin yang entah mengapa masih usil membawa sesuatu yang sudah lama disimpan.
Dalam memang maknanya, memang ini upaya untuk meromantisasi Bandung, mencoba membuat sesuatu yang muram terdengar sedikit lebih indah, mencoba melihat kembali sebuah cerita tanpa harus bertanya bagaimana akhirnya, karena mungkin tidak semua yang pernah indah harus berakhir dengan bahagia untuk tetap pantas dikenang.
Sebab mungkin yang dirindukan dari sebuah kota bukan hanya tempatnya, melainkan siapa diri yang pernah hidup di dalamnya, ketika umur belum terlalu banyak mengajarkan tentang kehilangan, ketika pertemuan belum perlu dipikirkan sebagai sesuatu yang mungkin tidak akan bertahan, dan ketika sebuah kota cukup didatangi karena ada seseorang yang membuatnya terasa layak untuk kembali.
Sekarang Bandung masih tetap dipeluk mendung, dan aku masih saja menemukan kenangan yang datang membawa mendung yang sama. Hanya saja, kali ini mata yang melihatnya sudah berbeda, lebih dewasa untuk memahami bahwa beberapa cerita memang tidak perlu dipaksakan untuk kembali, cukup dibiarkan menjadi bagian dari kota, bagian dari usia yang pernah dilewati, bagian dari seseorang yang pernah membuat masa muda terasa begitu panjang.
Dalam memang maknanya, memang ini upaya untuk meromantisasi Bandung, tetapi bukan romansa yang bersemi, melainkan romansa yang sejak awal sudah membawa mendung, romansa yang tetap terasa indah meskipun menyisakan muram, romansa yang cukup untuk menghabiskan kertas karna kena tetes air mata.
Bandung, 20xx.
메타데이터
- post_id
- edbd719ceafb
- slug
- sebuah-puisi-untuk-meromantisasi-bandung-edbd719ceafb
- url
- https://medium.com/@agungnugrahaAN__/sebuah-puisi-untuk-meromantisasi-bandung-edbd719ceafb
- canonical_url
- https://medium.com/@agungnugrahaAN__/sebuah-puisi-untuk-meromantisasi-bandung-edbd719ceafb
- author_url
- https://medium.com/@agungnugrahaAN__
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-21 09:56:47