Ziarah Topan.
Sulfat mulai berani membuka biru, nyaris setiap waktu badai berlalu. Tuhan menghempas angin begitu jauh, sedang sosok itu menguap tak…
Ziarah Topan.
Sulfat mulai berani membuka biru, nyaris setiap waktu badai berlalu. Tuhan menghempas angin begitu jauh, sedang sosok itu menguap tak menuju.
Angin terpaksa membelah laut barat, menenteng doa yang tak kunjung terlihat. Pikulan uap masih saja melambangkan berat; mungkin terlalu berat… diuntit, “Haaahh… kenapa Tuhan tak mengikat?”
Satu per satu, terjamah sudah dua onggok tubuh. Tersirat mimik mereka tak lagi butuh.
Seperti biasa, mari, pembaca, lantunkan doa… semoga Topan menemukan Tuhannya.
메타데이터
- post_id
- ee4a9e2b03b5
- slug
- ziarah-topan-ee4a9e2b03b5
- url
- https://medium.com/@amerta./ziarah-topan-ee4a9e2b03b5
- canonical_url
- https://medium.com/@amerta./ziarah-topan-ee4a9e2b03b5
- author_url
- https://medium.com/@amerta.
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 17:31:54