Hujan
Rafayel x Fem Reader
Hujan
Rafayel x Fem Reader
Udara sejuk menyelimuti tubuh, aroma petrikor yang khas, serta sekumpulan orang yang meneduh di bawah atap yang sama. Aku suka hujan, rasanya menenangkan. Decakan beberapa orang di sekitar kami terdengar. Mungkin orang-orang akan merasa sebal saat hujan turun di tengah kencan mereka, namun aku tidak terlalu mempermasalahkan itu.
Atensi teralihkan dari bulir-bulir air yang jatuh ke beberapa anak kecil yang berlarian sambil tertawa riang di bawah derasnya hujan. Aku teringat bagaimana serunya bermain hujan semasa kecilku. Sudah berapa lama ya aku tidak main hujan?
“Ayo main hujan-hujanan,” ajak kekasihku yang menyadari bahwa aku cukup lama memperhatikan anak-anak kecil itu.
“Boleh.” Mendengar persetujuanku, kekasihku segera menarik diriku ke bawah derasnya hujan. Dinginnya air hujan menyelimuti seluruh tubuhku, tapi hal itu membuatku terasa segar. Kekasihku tersenyum saat ia menyadari perasaanku yang jelas terukir di wajah. Aku pikir kami hanya akan basah-basahan saja, toh kami sudah tak terbiasa lagi bermain hujan-hujanan. Kami kan sudah dewasa, bukan anak kecil lagi.
Dugaanku salah, kekasihku melangkah dengan cepat. Aku terkejut saat ia membawaku berlarian. la tertawa lepas, bagai anak kecil. Kekanakan sekali melakukan itu di usianya yang sudah berkepala dua. Tapi tak kusangka aku malah semakin menikmatinya, perlahan tawaku lepas seperti lelaki itu. Ternyata kita masih bisa menikmati permainan kecil ini, ya?
메타데이터
- post_id
- ee6b3fb79928
- slug
- hujan-ee6b3fb79928
- url
- https://medium.com/@rikashankara/hujan-ee6b3fb79928
- canonical_url
- https://medium.com/@rikashankara/hujan-ee6b3fb79928
- author_url
- https://medium.com/@rikashankara
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-22 05:41:33