← Back to list

Pasti Sering Doomscrolling di X Ya? Awas, Bisa Kena Dampak Korosif Tahu!

Di zaman sekarang, media sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita, namun bagi Generasi Z (usia 18–25 tahun), hal…

Almaila Larasati · 2026-04-11 22:33 · 0 claps · 1.4 min read
#doomscrolling #medsos #gen-z
Open on Medium ↗

Pasti Sering Doomscrolling di X Ya? Awas, Bisa Kena Dampak Korosif Tahu!

Di zaman sekarang, media sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita, namun bagi Generasi Z (usia 18–25 tahun), hal ini bisa menjadi pedang bermata dua bagi kesehatan mental,,. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekitar 27% responden Gen Z menyatakan media sosial membawa pengaruh buruk bagi kesejahteraan jiwa mereka, angka yang paling tinggi dibandingkan generasi milenial atau generasi sebelumnya. Salah satu fenomena yang paling mengkhawatirkan adalah doomscrolling, yaitu kebiasaan pengguna untuk secara obsesif dan terus-menerus menelusuri berita negatif, krisis, dan tragedi di lini masa mereka,.

Platform X (Twitter) menjadi sorotan utama dalam fenomena ini karena statusnya sebagai sumber berita nomor satu di dunia digital. Karakteristik unik platform X menunjukkan bahwa berita negatif cenderung lebih banyak di-retweet dan tersebar jauh lebih cepat daripada berita positif. Bagi pengguna yang memiliki kecenderungan Fear of Missing Out (FOMO) atau adiksi media sosial, hal ini menciptakan siklus konsumsi konten tragis yang tidak ada habisnya, yang pada akhirnya berdampak korosif bagi kesehatan jiwa,,.

Lantas, bagaimana sebenarnya mekanisme doomscrolling ini merusak mental seseorang? Menariknya, doomscrolling tidak secara langsung menurunkan kesejahteraan mental (mental well-being),. Dampak negatif tersebut bekerja melalui perantara yang disebut psychological distress atau tekanan psikologis,. Artinya, kebiasaan mengonsumsi berita tragis secara berlebihan akan meningkatkan stres, kecemasan, dan depresi terlebih dahulu, baru kemudian tekanan psikologis inilah yang secara signifikan menurunkan tingkat kesejahteraan mental pengguna,,.

Dampak dari fenomena ini sangat nyata, mulai dari penurunan kepuasan hidup hingga hilangnya ketenangan batin,. Sistem algoritma X yang menyajikan konten berdasarkan relevansi juga dapat memperparah kondisi ini; jika konten negatif tersebut dirasa relevan secara pribadi oleh pengguna, maka pengaruh negatif terhadap emosional akan semakin kuat. Penelitian ini juga mencatat bahwa pengguna yang lebih memilih X dibandingkan platform lain seperti Instagram atau Facebook cenderung memiliki risiko gejala depresi yang lebih menonjol,.

Sebagai simpulan, kebiasaan “memberi makan” pikiran dengan informasi tragis melalui doomscrolling memiliki dampak merusak yang terjadi secara perlahan namun pasti. Untuk menjaga stabilitas emosional, Generasi Z sangat disarankan untuk memiliki kesadaran digital dalam membatasi paparan berita negatif dan memberikan jeda bagi diri sendiri dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Menjaga kesejahteraan mental di dunia digital dimulai dengan cara lebih bijak dalam memilih apa yang kita baca di layar ponsel setiap hari.


메타데이터
post_id
ee8fa47566b6
slug
pasti-sering-doomscrolling-di-x-ya-awas-bisa-kena-dampak-korosif-tahu-ee8fa47566b6
url
https://medium.com/@almaila.laras1407/pasti-sering-doomscrolling-di-x-ya-awas-bisa-kena-dampak-korosif-tahu-ee8fa47566b6
canonical_url
https://medium.com/@almaila.laras1407/pasti-sering-doomscrolling-di-x-ya-awas-bisa-kena-dampak-korosif-tahu-ee8fa47566b6
author_url
https://medium.com/@almaila.laras1407
status
ok
fetched_at
2026-07-09 03:40:04