Bunga dan Rumah Singgahnya.
Bunga-bunga yang kubawa dalam genggamanku,
Bunga dan Rumah Singgahnya.

Bunga-bunga yang kubawa dalam genggamanku,
entah berapa tangkai jumlahnya,
satu per satu kutata saling bertautan
ke dalam vas yang baru kubeli
dua, mungkin tiga hari yang lalu.
Perlahan, aku mengajak mereka pulang,
ke tempat yang seharusnya memang menjadi rumahnya
sebuah vas bunga,
bukan lagi ceret merah muda berisi air
yang selama ini hanya kupinjamkan sebagai tempat singgah.
Lucu memang,
bagaimana sesuatu bisa bertahan
di ruang yang bukan miliknya,
lalu perlahan belajar diam,
dan menganggapnya cukup.
Barangkali kita pun begitu?
manusia yang seringkali singgah
di tempat-tempat yang tidak benar-benar ditujukan untuk kita.
Namun waktu mengajarkan hal yang sederhana,
bahwa tidak semua yang terasa hangat
adalah tempat untuk menetap.
Dan pada akhirnya,
kita tetap belajar tinggal,
meski hanya untuk sementara,
hingga sadar
bahwa pulang tetap punya arah
yang tidak bisa kita paksakan.
“Representasi dari bunga-bunga yang kubeli selalu berakhir menempati ceret merah mudaku sebab aku belum pernah sempatkan waktu untuk membeli rumah yang seharusnya tempat mereka duduk bertautan, vas bunga”.
— Annaista.
메타데이터
- post_id
- eeab95ed8f82
- slug
- bunga-dan-rumah-singgahnya-eeab95ed8f82
- url
- https://medium.com/@sunflowersdy/bunga-dan-rumah-singgahnya-eeab95ed8f82
- canonical_url
- https://medium.com/@sunflowersdy/bunga-dan-rumah-singgahnya-eeab95ed8f82
- author_url
- https://medium.com/@sunflowersdy
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-22 19:40:15