← Back to list

Disaat Investor Khawatir, USD Menguat dan Semua Melemah

Photo by Nik Shuliahin 💛💙 on Unsplash

Muhamad Makky Dandytra · 2023-08-14 16:36 · 0 claps · 4.6 min read
#usd-idr #usd-index
Open on Medium ↗

Disaat Investor Khawatir, USD Menguat dan Semua Melemah

Photo by Nik Shuliahin 💛💙 on Unsplash

Photo by Nik Shuliahin 💛💙 on Unsplash

Meskipun ada regulasi mengenai dana atau devisa hasil ekspor (DHE), ada kemungkinan nilainya kurang dari estimasi pemerintah dan BI. Hal ini karena penurunan harga komoditas yang membuat nilai ekspor menurut. Menurut ekonom PD pada research report tanggal 11 Agustus 2023 :

The new DHE SDA regulation could increase the FX reserve by around US$45bn per year. This is less than the government’s expectation of around US$61bn and the Bank Indonesia’s expectation of around US$8–9.5bn/month. The number of exports in FY22, when commodity prices were at their highest, is used to figure out the FX reserve. When commodity prices return to normal in FY23 and after, the amount of locked funds will go down. During the adaptation period, exports may go down. The first three to four months are important for figuring out how bad the effects will be, since the four sectors are so different. The simulation shows that the new rule could hurt exports by -4% to -8% yoy in year 0, but exports are expected to get back to normal in year 1 and beyond.

Melihat chart USD, tampaknya perlemahan USD dari sejak Nov’22 segera berakhir. Setelah USD Index naik di atas 104, tren USD terhadap Major Currency adalah menguat (berarti mata uang lain akan melemah terhadap USD). Penguatan USD mungkin dapat mencapai level 114 lagi sehingga melanjutkan Uptrend dari chart USD Index di bawah.

Sudah terjadi Golden Cross antara Weighted atau WMA 20 dengan WMA 60 sementara itu chart-nya sudah di atas WMA 200. Kecenderungan Uptrend semakin kuat.

Penguatan USD pun berarti perlemahan Rupiah. Hal ini terlihat dari chart USDIDR yang telah membentuk Higher High setelah melewati High terakhir di Rp15,220. MMD melihat kenaikan USDIDR dari Mei 2023 dari Rp14,600 hanyalah Tech. Rebound atau kenaikan di tengah Downtrend (dari sejak Desember 2022). Namun dengan Breakout Rp15,100 — Rp15,200, sangat mungkin USDIDR mengakhiri Downtrend-nya dan kembali melanjutkan Uptrend dari sejak tahun 2022.

Perlemahan Rupiah pun disebabkan karena adanya perubahan sikap Investor menjadi Risk Averse alias menghindari risiko. MMD membaca research report dari YP per tanggal 14 Agustus 2022 :

the Indonesian Rupiah is under more pressure because people are becoming less willing to take risks and most emerging market currencies are getting weaker against the US Dollar. The strength of the US Dollar is also affecting advanced currencies. Risk aversion is the main feeling on the global market, which explains why the USD is going up.

The latest US employment data shows a slightly lower-than-expected nonfarm payroll number of 187k, a lower-than-expected unemployment rate of 3.5%, and a stronger-than-expected average hourly wage increase of 4.4%. But China’s economic indicators show that its recovery is slowing down significantly. For example, China’s international trade data shows that both exports and imports have dropped by more than 10%.

Pertumbuhan ekonomi di China yang melemah diluar estimasi menjadi salah satu penyebabnya. China diharapkan dapat mendorong ekonomi global namun tampaknya kesulitan mengatasi masalah ekonomi di dalam negerinya.

Investor kembali memperhatikan kebijakan The Fed dalam waktu dekat. YP mengatakan :

The direction of the market is strongly affected by the release of US economic data, especially about employment and inflation. The Consumer Price Index (CPI) in the US rose by less than expected in July, reaching 3.2% YoY and 0.2% MoM. But recent data may not be enough to decide whether or not the Federal Reserve will raise interest rates in the near future. At the next FOMC meetings, the Fed is likely to wait for more information before making final decisions. There are three more FOMC meetings before the end of the year.

Tampaknya mulai ada harapan bagi suku bunga acuan AS atau The Fed Fund Rate untuk mencapai puncak di 5.5%, instead of 5.75%. Inflasi di AS mungkin akan segera mencapai level target The Fed yaitu di 2% YoY meskipun data terakhir, inflasi AS ada di 3.2% YoY.

IHSG, yang cukup dipengaruhi oleh Investor Asing, masih memiliki untuk mencatat kenaikan. Hal ini karena Net Foreign masih relatif dalam tren Buy — walaupun belakangan ini Investor Asing cenderung Net Sell. Dan mungkin karena itulah Rupiah melemah terhadap USD (karena Investor Asing keluar dari IHSG).

Melihat aset obligasi negara atau SUN (disajikan dalam bentuk Yield dimana ketika chart Yield turun maka harga SUN naik — dan sebaliknya), ada potensi perlemahan di pasar obligasi. Namun hal yang menarik diperhatikan adalah Yield SUN 3Yr cenderung masih Flat dan bahkan mungkin dapat turun menjauh dari Resistance di 6% (saat ini di 5.94%). Rasanya penurunan Yield jangka pendek mengindikasikan hal yang positif dan menjadi salah satu indikasi awal adanya penurunan suku bunga.

BI masih pede untuk mempertahankan BI 7DRR Rate di level 5.75% (tidak berubah sejak awal tahun 2023). Sejak awal 2022, selisih atau Spread antara BI 7DRR Rate dengan Fed Fund Rate telah menyentuh angka terendah sepanjang sejarah atau di bawah 2.5%. Saat ini, Spread Rate Indonesia dengan AS terus mengecil dan saat ini di level 0.25%. Bukan tidak mungkin, dalam 3 bulan ke depan, suku bunga acuan Indonesia dan AS akan sama.

Satu kali kenaikan dari The Fed akan membuat suku bunga acuan di Indonesia dan AS akan sama yaitu di 5.75%. Kenapa BI pede? Karena kondisi Fiskal (dan Moneter) Indonesia sangat bagus !

Silahkan perhatikan Trade Balance dan Fiscal Balance yang berada di level positif.

Semoga dalam waktu dekat ada berita bagus untuk IHSG maupun Obligasi.

Belajar Analisis Teknikal? visit linkin.bio/mmdcharts ya.


메타데이터
post_id
eed8b43d72cd
slug
disaat-investor-khawatir-usd-menguat-dan-semua-melemah-eed8b43d72cd
url
https://medium.com/@mmdandytra/disaat-investor-khawatir-usd-menguat-dan-semua-melemah-eed8b43d72cd
canonical_url
https://medium.com/@mmdandytra/disaat-investor-khawatir-usd-menguat-dan-semua-melemah-eed8b43d72cd
author_url
https://medium.com/@mmdandytra
status
ok
fetched_at
2026-07-16 11:11:15