Perkembangan Teori Evolusi : Titik Balik Pemahaman Kita
Selama kalian hidup, apakah kalian pernah bertanya tentang asal-usul kehidupan kita. Bagaimana kita bisa ada, Mengapa kehidupan kita…
Perkembangan Teori Evolusi : Titik Balik Pemahaman Kita
Selama kalian hidup, apakah kalian pernah bertanya tentang asal-usul kehidupan kita. Bagaimana kita bisa ada, Mengapa kehidupan kita memiliki perbedaan dengan mereka yang tinggal di masa lalu, dan Apakah kehidupan akan terus berubah ?
Para ilmuwan juga memiliki pertanyaan yang sama seperti ini dan mengemukakan pendapat mereka melalui beberapa teori, yang disebut dengan teori evolusi. Namun, seiring perkembangan zaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu memverifikasi teori-teori ini. Teori evolusi ini mengalami perkembangan, hal itulah yang akan kami bahas di sini.
Teori Asal-Usul Kehidupan
Evolusi suatu populasi pasti dimulai dengan kehidupan pertamanya. Beberapa ilmuwan mengungkapkan teori tentang asal-usul kehidupan pertama di bumi yang dibagi menjadi 3 teori yaitu teori biogenesis, abiogenesis, dan kimia.
Teori Abiogenesis (Generatio Spontanea ) dikemukakan oleh Aristoteles, seorang filsuf asal Yunani pada tahun 384–322 SM. Teori abiogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup asalnya dari benda mati. Lahirnya pandangan tersebut tak lain karena orang-orang zaman dulu hanya menarik kesimpulan atau fakta dari apa yang dilihat. Sebagai contoh, orang-orang dulu mengatakan bahwa katak berasal dari lumpur hanya karena ia melihat hewan amfibi itu keluar dari lumpur. Teori ini didukung oleh :
Anthonie van Leeuwenhoek

sumber : wikipedia
Ia mendukung teori ini pada 1677. Percobaannya dilakukan dengan menggunakan mikroskop dan melihat ada mikroorganisme (makhluk hidup yang sangat kecil) dalam sampel air hujan dan air rendaman jerami. Dari hasil penemuannya tersebut, ia berpendapat bahwa mikroorganisme (makhluk hidup) berasal dari air (benda mati).
John Needham

Sumber : https://history.churchofjesuschrist.org/
John Needham juga menyatakan bahwa mikroorganisme berasal dari air. Ia melakukan percobaan dengan merebus daging. Lalu air kaldu tersebut disimpan dalam keadaan terbuka. Beberapa hari kemudian, air kaldu tersebut terlihat keruh karena ada mikroorganisme di dalamnya. Hasil percobaan tersebut membuat Nedham yakin bahwa mikroba muncul dari air rebusan daging.
sumber : edspontaneousgeneration.weebly
Beberapa abad kemudian teori abiogenesis berhasil dipatahkan oleh teori biogenesis. Lantas, apa itu teori biogenesis ?
Teori biogenesis adalah teori asal usul kehidupan yang berbanding terbalik dengan teori abiogenesis. Teori ini muncul pada abad ke-17, hampir 21 abad setelah teori abiogenesis ada. Teori biogenesis menyatakan bahwa kehidupan makhluk hidup saat ini berasal dari kehidupan yang sudah lebih dahulu ada. Ada tiga ilmuwan yang mendukung teori ini, yaitu Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Para ilmuwan tersebut mendukung teori ini dengan mencoba membuktikannya melalui suatu percobaan, percobaan tersebut di antara lain adalah :
- Percobaan Francesco Redi
sumber : curioustem.org
Pada 1688, Francesco Redi membuktikan bahwa belatung pada daging busuk berasal dari telur lalat, bukan dari daging itu sendiri. Ia melakukan percobaan dengan menempatkan daging dalam dua toples — satu dibiarkan terbuka dan satu ditutup kain kasa. Hasilnya, hanya daging di toples terbuka yang dipenuhi belatung, membantah teori Abiogenesis.
- Percobaan Lazzaro Spallanzani
sumber : geeksforgeeks.org
Pada 1765, Spallanzani merebus air kaldu dalam dua tabung, satu dibiarkan terbuka dan satu ditutup rapat. Tabung terbuka mengalami pertumbuhan bakteri, sedangkan tabung tertutup tetap steril. Ia menyimpulkan bahwa bakteri berasal dari mikroorganisme di udara, bukan dari air kaldu itu sendiri.
- Percobaan Louis Pasteur
sumber : geeksforgeeks.org
Pada 1864, Pasteur menyempurnakan eksperimen Spallanzani dengan menggunakan tabung leher angsa. Meskipun udara dapat masuk, mikroorganisme tertahan di leher tabung, sehingga air kaldu tetap steril. Percobaannya membuktikan bahwa kehidupan tidak muncul secara spontan, sekaligus menegaskan tiga prinsip dasar teori Biogenesis:
— Omne vivum ex ovo — Makhluk hidup berasal dari telur
— Omne ovum ex vivo — Telur berasal dari makhluk hidup.
— Omne vivum ex vivo — Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lainnya.
Kesimpulannya, teori Biogenesis menegaskan bahwa semua makhluk hidup berasal dari kehidupan sebelumnya bukan dari benda mati. Karena hal tersebut, teori biogenesis berhasil membantah teori abiogenesis.
Namun, beberapa abad kemudian teori evolusi biogenesis berhasil dibantahkan oleh teori evolusi lainnya yaitu teori evolusi kimia.
Teori evolusi kimia atau disebut juga teori neobiogenesis menerangkan bahwa makhluk hidup pertama kali berasal dari senyawa organik. Awal mula lahirnya teori evolusi kimia ini adalah hipotesis yang dikemukakan oleh dua ilmuwan, yakni Aleksandr Oparin dan J.B.S. Haldane pada tahun 1920 yang berpendapat bahwa laut yang baru terbentuk mengandung molekul sederhana yang berlimpah.
Kemudian, pada tahun 1953, Harold Urey dan muridnya Stanley Miller membuktikan hipotesis tersebut dengan melakukan percobaan yang meniru atmosfer bumi primitif.
sumber : cococubed.com
Dalam beberapa hari saja, percobaan tersebut menghasilkan senyawa organik yang terdiri dari urea, asam asetat, asam laktat, dan beberapa asam amino. Dari hasil percobaan ini, Miller menyimpulkan bahwa terbentuknya senyawa organik pada atmosfer bumi primitif secara spontan sangat mungkin terjadi, tapi agar senyawa organik ini saling berikatan dan membentuk senyawa kompleks penyusun makhluk hidup membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai jutaan tahun.
Teori yang Dikemukakan oleh Ilmuwan
Selain teori evolusi tentang asal-usul kehidupan, ada beberapa teori lain yang dikemukakan oleh ilmuwan tentang teori evolusi makhluk hidup yang terus berkembang dari masa ke masa. Salah satunya adalah teori evolusi Lamarck
Teori evolusi Lamarck dikemukakan oleh Jean-Baptiste Lamarck pada 1809 dalam bukunya Philosophie Zoologique. Menurut Lamarck, jerapah memiliki leher yang panjang karena kebiasaan mereka yang sering meraih daun-daun pohon yang tinggi dengan leher mereka yang panjang.

sumber : GeeksforGeeks
Lamarck berpendapat bahwa makhluk hidup sekarang merupakan makhluk hidup yang pada zaman dahulu dapat beradaptasi terhadap lingkungan. Ia juga berpendapat bahwa pengaruh lingkungan dapat merubah bagian tubuh makhluk hidup.
Teori ini mengalami pembaruan dan diberi nama teori Neo-lamarckisme, yang lebih menekankan pengaruh faktor lingkungan pada perubahan organisme dan pewarisan sifat yang diperoleh, dengan mempertimbangkan pengetahuan genetika modern. Meskipun mengakui pewarisan sifat yang diperoleh, Neo-Lamarckisme juga menggabungkan konsep epigenetik, di mana perubahan dalam ekspresi gen dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.
Teori lain yang berkembang tentang evolusi makhluk hidup yang menyatakan bahwa teori evolusi makhluk hidup disebabkan oleh seleksi alam adalah teori yang dikemukakan Charles Darwin. Teori tersebut dinamakan Teori Evolusi Darwin
Teori Evolusi Darwin dikemukakan oleh Charles Darwin pada 1859 dalam buku On the Origin of Species. Teori ini didasarkan pada penelitian dan pengamatan yang dilakukan oleh Charles Darwin selama perjalanannya mengelilingi dunia dengan kapal HMS Beagle dari tahun 1831 hingga 1836. Selama perjalanannya, Darwin mengamati dan mempelajari keanekaragaman hayati di berbagai wilayah, termasuk di Kepulauan Galapagos di Samudera Pasifik. Dari pengamatan ini, Darwin mengembangkan konsep seleksi alam sebagai mekanisme utama yang mempengaruhi evolusi.
Menurut Darwin, individu yang memiliki ciri-ciri yang lebih cocok dengan perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan pada keturunannya. Evolusi menyangkut pewarisan gen-gen lewat sel-sel kelamin.lingkungan hidupnya memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dan berkembang biak, sehingga ciri-ciri tersebut akan lebih banyak diturunkan ke generasi berikutnya.
Teori Neo Darwinisme atau teori sintesis modern adalah teori evolusi makhluk yang didasarkan oleh teori Darwin dan teori genetika Mendel. Menurut Neo Darwinisme, evolusi tidak hanya terjadi karena seleksi alam namun juga disebabkan oleh perubahan genetik dalam tubuh makhluk hidup.
Perkembangan dari kedua teori ini melahirkan teori baru dari seorang ilmuwan berasal Jerman bernama August Weismann yang melahirkan teori evolusi bernama Teori Evolusi Weismann.
Teori Evolusi Weismann dikemukakan oleh August Weismann pada tahun 1892. Teori ini menyatakan bahwa perubahan sel-sel tubuh akibat lingkungan tidak diwariskan ke keturunan, Weismann membuktikannya melalui eksperimen pada tikus. Teori ini juga menyatakan bahwa evolusi terjadi karena seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik.

sumber : link.springer.com
Weismann melakukan pengujian pada 901 ekor tikus, memotong ekornya dan membiarkan tikus-tikus tersebut berkembang biak hingga 21 generasi banyaknya. Weismann menemukan bahwa semua keturunan tikus memiliki ekor yang utuh. Hasil yang didapat yaitu tidak ada satupun bayi tikus yang memiliki ekor terpotong. Artinya, pewarisan karakteristik fisik seperti yang dikatakan Lamarck tidak benar.
Weismann tidak mendukung teori evolusi Lamarck, namun mendukung teori evolusi karena seleksi alam yang dikemukakan oleh Darwin. Weismann menyimpulkan bahwa organisme hanya dapat mewariskan sifat-sifat yang diwariskan melalui materi genetik, dan bukan sifat-sifat yang diperoleh selama kehidupan.
Perbandingan antar Teori Evolusi

Perbandingan dari teori-teori di atas menunjukkan bagaimana kemajuan ilmu pengetahuan mengubah persepsi para ilmuwan tentang proses evolusi makhluk hidup. Ada beberapa teori yang memang berubah atau berkembang lalu memiliki benang merah dengan teori evolusi lainnya.
Kedua teori evolusi yang memiliki benang merah di antara keduanya adalah evolusi kimia dan evolusi biologi. Pada awalnya kehidupan di bumi berasal dari zat-zat yang tak hidup berupa zat organik kemudian bereaksi dan membentuk polimer yang lebih besar dan lebih kompleks. Hal tersebut merupakan yang dikemukakan oleh teori evolusi kimia. Polimer yang telah terbentuk berkembang menjadi RNA, DNA, protein, dan asam nukleat lalu berkembang menjadi struktur kehidupan seperti sel.
Salah satu hipotesis utama dalam teori ini adalah bahwa molekul-molekul organik sederhana, seperti asam amino, dapat terbentuk secara spontan dari senyawa organik melalui reaksi kimia yang dipicu oleh kondisi lingkungan Bumi purba, seperti petir atau radiasi ultraviolet. Asam amino ini kemudian dapat bergabung membentuk protein sederhana. Demikian pula, nukleotida — komponen dasar asam nukleat seperti RNA dan DNA — dapat terbentuk dan bergabung membentuk rantai panjang yang mampu menyimpan informasi genetik.
Proses-proses ini menunjukkan kemungkinan bahwa kehidupan dapat muncul dari reaksi kimia sederhana tanpa intervensi makhluk hidup sebelumnya, memberikan wawasan tentang asal-usul kehidupan di Bumi.

sumber : ResearchGate
Proses tersebut menandai transisi dari evolusi kimia ke evolusi biologi, di mana organisme pertama berkembang melalui mutasi, seleksi alam, dan reproduksi. Dari sini, kehidupan terus berevolusi, menghasilkan keanekaragaman makhluk hidup, mulai dari sel prokariotik hingga eukariotik yang melewati proses endosimbiosis, yang kemudian berkembang menjadi bentuk kehidupan multiseluler yang kompleks.
Analisis Perbedaan Teori Evolusi Darwin dan Modern
Teori Pra Darwin adalah sekumpulan teori evolusi yang dikemukakan sebelum Darwin. Para ilmuwan tersebut mencoba menjelaskan perubahan makhluk hidup seiring waktu. Beberapa teori yang dipandang adalah :
Teori Kreasionisme
“Penciptaan yang terjadi dalam sekali waktu kehidupan yang lengkap, kemudian selesai dan tidak ada evolusi atau perubahan.”
-Plato dan Aristoteles-
Namun, teori ini dianggap tidak valid dikarenakan tidak semua makhluk hidup, berada pada zaman yang sama. Seperti manusia dengan dinosaurus.
Teori Catastrophism
“Keanekaragaman makhluk hidup dihasilkan oleh nenek moyang yang umum, dan muncul atau punahnya makhluk hidup disebabkan oleh adanya bencana alam.”
-Georges Cuvier-
Teori ini menjelaskan bahwa spesies berubah akibat bencana alam besar (misalnya banjir atau gempa bumi) yang menghancurkan kehidupan, lalu spesies baru muncul menggantikannya.
Teori Gradualisme
Teori yang dikemukakan oleh James Hutton ini mengemukakan bahwa perubahan biologis berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama. Bukan secara tiba-tiba atau revolusioner.
Teori Uniformitarianisme
Charles Lyell berpendapat bahwa proses-proses geologis ternyata menuruti pola yang seragam sehingga kecepatan dan pengaruh perubahan selalu seimbang dalam kurun waktu.
Teori Transformisme
Jean-Baptiste Lamarck mengusulkan bahwa makhluk hidup dapat berubah selama hidupnya berdasarkan kebiasaan atau lingkungan, lalu mewariskan perubahan itu ke keturunannya.
Setelah masa Teori Evolusi Pra Darwin. Akhirnya, pada tahun 1859 Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya dalam buku karyanya yang berjudul “On the Origin of Species”. Di dalam buku ini Charles Darwin mengemukakan teorinya tentang evolusi makhluk hidup yang kemudian dinamakan Teori Evolusi Darwin.

sumber : Mizanstore
Teori Evolusi Darwin intinya berbicara tentang teori seleksi alam. Darwin berteori bahwa ada bermacam macam bukti fosil yang, menjadi petunjuk adanya kehidupan masa lampau, terdapat bermacam-macam jenis organisme yang dapat beradaptasi. Jika diadakan perkawinan silang, variasi yang cocok akan dipertahankan dan yang tidak cocok akan dibuang, setiap organisme terdapat variasi, kemampuan untuk bertambah banyak secara maksimal, perjuangan untuk mempertahankan kelangsungan hidup, seleksi alam (organisme yang dapat bertahan yang mampu terus hidup), perubahan gen dan seleksi, dan adaptasi. Beberapa poin penting dari teori ini adalah :
Percobaan August Weismann
Perocbaan ini pada akhirnya mengatakn bahwa plasma nutfah, yang independen dari semua sel lain dari tubuh (somatoplasma/somatis), adalah elemen penting dari sel benih (telur dan sperma) dan merupakan yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Variasi dalam Populasi
Setiap individu dalam suatu spesies memiliki variasi sifat yang berbeda.
Struggle for Existence
Makhluk hidup harus bersaing untuk mendapatkan makanan, tempat tinggal, dan bertahan dari predator.
Seleksi Alam (Natural Selection)
Individu yang memiliki sifat yang lebih menguntungkan akan lebih mungkin bertahan hidup dan berkembang biak, sementara yang kurang cocok akan tersingkir.
Pewarisan Sifat yang Menguntungkan
Sifat yang menguntungkan akan diwariskan ke generasi berikutnya, menyebabkan spesies berubah seiring waktu.
Contoh dari penerapan teori ini adalah Jerapah dengan leher lebih panjang lebih mampu bertahan karena dapat menjangkau makanan di pohon tinggi, sehingga lebih banyak jerapah berleher panjang dalam generasi berikutnya.
sumber : shutterstock
Teori evolusi kehidupan tidak berhenti saat Charles Darwin mengemukakan teori ini. Setelah seorang ilmuwan kimia asal Swiss bernama Johann Friedrich Miescher berhasil mengidentifikasi DNA. Perkembangan teori evolusi mengikuti arahan tersebut. Penemuan ini berakibat pada adanya teori evolusi kimia dan menghasilkan teori evolusi modern.
Teori evolusi modern adalah pengembangan teori Darwin dengan memasukkan penemuan di bidang genetika dan biologi molekuler. Hal ini disebut Sintesis Modern atau Neo-Darwinisme. Kontradiksi antara teori evolusi Darwin melalui seleksi alam dengan karya Mendel disatukan pada tahun 1920-an dan 1930-an oleh biologiawan evolusi seperti J.B.S Haldane , Sewall Wright, dan terutama Ronald Fisher, yang menyusun dasar-dasar genetika populasi. Beberapa konsep penting dalam teori ini adalah :
Mutasi
Perubahan genetik secara acak dapat menciptakan variasi baru dalam spesies.
Rekombinasi Genetik
Selama reproduksi, kombinasi gen baru muncul, menciptakan lebih banyak variasi dalam populasi.
Genetika Populasi
Evolusi terjadi pada tingkat populasi, bukan individu, dan dipengaruhi oleh faktor seperti seleksi alam, mutasi, arus gen, dan isolasi reproduksi.
Evolusi Molekuler
Penelitian DNA menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam gen bisa mengarah pada evolusi spesies baru dalam jangka waktu yang lama.
Kesimpulan
Dari ketiga periode teori evolusi tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Mekanisme dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Evolusi diantaranya adalah
- Evolusi tidak terjadi di dalam individu. Contohnya, walaupun manusia berasal dari makhluk sebelum manusia (katakanlah sejenis kera), hendaknya jangan dibayangkan bahwa individu kera berangsur-angsur berubah menjadi individu manusia.
- Evolusi terjadi di dalam populasi. Pada peristiwa evolusi terjadi estafet pewarisan sifat orang tua kepada anak melalui ratusan bahkan ribuan generasi populasi yang berbeda. Populasi itulah yang merupakan tempat terjadinya perubahan evolusi.
Pada akhirnya, perbedaan dari ketiga periode perkembangan teori evolusi makhluk hidup ini adalah pada masa pra-Darwin: Lamarck berpendapat bahwa sifat yang diperoleh selama hidup bisa diwariskan. Hal ini dibantah oleh Darwin di periode selanjutnya bahwa Seleksi alam menentukan evolusi spesies berdasarkan variasi yang ada. Namun, seiring perkembangan zaman dan majunya ilmu pengetahuan serta teknologi terutama pada bidang biologi molekuler. Teori evolusi kehidupan pada era modern teori evolusi dijelaskan lebih dalam dengan genetika dan teori molekuler.
Setelah membaca artikel yang telah kami tulis, apakah rasa penasaran pembaca terbayarkan. Kami harap dengan adanya artikel ini pembaca mampu memahami lebih dalam tentang teori evolusi kehidupan makhluk hidup dan perkembangannya. Sampai jumpa lagi semuanya !
DAFTAR PUSTAKA
- http://ddugu.ac.in/ePathshala_Attachments/STUDY196@637417.pdf
- On the Origin of Species https://g.co/kgs/C79MFtd
- https://www.researchgate.net/figure/Evolution-of-life-from-non-living-complex-chemistry-via-chemical-evolution-of-complex_fig1_319161770
- https://www.geeksforgeeks.org/lamarckism-theory/
- https://www.shutterstock.com/search/experimento-de-miller-urey
- ttps://history.churchofjesuschrist.org/
- https://www.geeksforgeeks.org/spontaneous-generation-theory/
- https://www.curioustem.org/stem-articles/biogenesis-vs-abiogenesis
- https://istudy.pk/microscopy-discovery-microorganisms/john-needham/
- https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-54982794.amp
- https://www.quipper.com/id/blog/mapel/biologi/teori-asal-usul-kehidupan/
- https://www.scribd.com/document/337972403/Teori-Asal-Usul-Kehidupan
- https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/majemuk/article/download/659/478/1432
- https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/mengenal-teori-abiogenesis-beserta-kelebihan-dan-kekurangannya-20CI43pl6ml
- https://pahamify.com/blog/pahami-materi/materi-ipa/biologi-asal-usul-kehidupan/
- https://amp.kompas.com/skola/read/2023/02/07/170000469/tahapan-terbentuknya-senyawa-organik-menurut-teori-evolusi-kimia
- https://www.detik.com/jatim/berita/d-6422080/hari-evolusi-dan-teori-charles-darwin-tentang-seleksi-alam/amp
- https://amp.kompas.com/skola/read/2022/05/09/090227169/teori-evolusi-weismann
메타데이터
- post_id
- eee760f41336
- slug
- perkembangan-teori-evolusi-titik-balik-pemahaman-kita-eee760f41336
- url
- https://medium.com/@khalinaira1909/perkembangan-teori-evolusi-titik-balik-pemahaman-kita-eee760f41336
- canonical_url
- https://medium.com/@khalinaira1909/perkembangan-teori-evolusi-titik-balik-pemahaman-kita-eee760f41336
- author_url
- https://medium.com/@khalinaira1909
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-29 17:51:18