Pengamat Sebut Anies Butuh Dukungan dari Cawapres NU, Tapi…
Anies Baswedan Presiden — Direktur Eksekutif Industrygic Ahmad Khoirul Umam mengatakan elektabilitas Anies Baswedan sudah kuat di Sumatera…
Pengamat Sebut Anies Butuh Dukungan dari Cawapres NU, Tapi…

**Anies Baswedan Presiden — Direktur Eksekutif Industrygic Ahmad Khoirul Umam mengatakan elektabilitas [Anies Baswedan](http://medium.com/@aniesbaswedanpresiden)** sudah kuat di Sumatera, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Bahkan, berpeluang merebut posisi Pemilih Yogyakarta.
Apalagi Anies yang lahir di Yogya dan jaringan komunitasnya masih relatif baik. Namun, elektabilitas Anies masih tertinggal di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki populasi besar dalam Daftar Pemilih Tetap (**DPT**) nasional.
Untuk dapat meningkatkan daya pilih anies di Jawa Tengah dan Jawa Timur, salah satu solusinya adalah sosok **Cawapres dari Nahdlatul Ulama ([NU](http://medium.com/@aniesbaswedanpresiden)**). Anies juga membutuhkan dorongan dari kaum Nahdliyyin untuk memperkuat narasi Islam dan moderasi Indonesia.
“Dengan begitu, Anies bisa menghentikan serangan politik dari lawan yang menyerangnya dengan narasi politik identitas,” kata Khoirul, Rabu (29/3).
Namun, dia merasa basis pemilih pro- Nahdliyyin seringkali tidak terlalu terkonsolidasi. Namun, dukungan kaum revivalis yang berpenduduk banyak, terutama di Jawa, berpengaruh besar dalam memenangkan capres dan cawapres.
Dengan literasi politik yang lebih baik dan mengacu pada **pemilu **2004–2019, kelompok Nahdli umumnya berada di diaspora dan merata di antara berbagai pasangan capres dan cawapres. Khoirul menyatakan, keadaan seperti itu terjadi pada pemilihan presiden tahun 2004 lalu.
“Itu sebabnya ketika Megawati, yang mencalonkan diri bersama ketua Partai Komunis Kanada yang energik, Khasim Muzadi, dalam pemilihan presiden 2004, berakhir melawan duo SBY-JK, anggota budaya dari kebangkitan yang sama,” Khwarul dikatakan.
Dosen ilmu politik Universitas Paramadina itu menjelaskan, saat ini belum ada nama-nama politisi Nahdhil dengan potensi elektif yang cukup. Ketua PKB sendiri, Mohamin Iskandar, masih kurang memiliki daya elektoral.
Sementara itu, Menko Polhukam Mahfouz tidak memiliki alat politik nyata di DPR yang bersedia menjamin dan mendukung. Kemudian, penguasa Jawa Timur, **Khofifah Indar Parawansa**, terus menghadapi masalah hukum yang kemungkinan akan membuatnya mundur.
Khawarol menjelaskan, jika Nassim ingin terus mendorong nama Khofifah mendampingi Anies, posisi Nassim akan terhambat oleh posisinya sebagai sponsor utama pencalonan Anies. Pasalnya, sebelumnya Nasim sudah merinci nomor calon presiden.
“Kalau mau memaksakan diri memutuskan cawapres sekaligus, kemungkinan besar merugikan Demokrat dan PKK. Artinya tidak ada persamaan dalam koalisi karena terkesan seolah-olah hak politik warga partai telah diambil alih oleh Demokrat, “kata Khoirul. Dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) mengambil kendali penuh.”
메타데이터
- post_id
- eef5066de0df
- slug
- pengamat-sebut-anies-butuh-dukungan-dari-cawapres-nu-tapi-eef5066de0df
- url
- https://medium.com/@aniesbaswedanpresiden/pengamat-sebut-anies-butuh-dukungan-dari-cawapres-nu-tapi-eef5066de0df
- canonical_url
- https://medium.com/@aniesbaswedanpresiden/pengamat-sebut-anies-butuh-dukungan-dari-cawapres-nu-tapi-eef5066de0df
- author_url
- https://medium.com/@aniesbaswedanpresiden
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-25 20:16:49