Hujan Di Hari Aku Kehilanganmu
Hujan Di Hari Aku Kehilanganmu

Hujan turun pelan, seolah tahu ada sesuatu yang sedang runtuh di dalam hatiku. Langit tak lagi biru seperti biasanya, dan udara terasa lebih dingin dari hari-hari sebelumnya. Di antara rintik yang jatuh satu per satu, aku berdiri sendirian, menyadari bahwa ada seseorang yang tak lagi berada di sisiku.
Dulu, kehadiranmu seperti cahaya kecil yang membuat hari-hariku lebih hangat. Setiap tawa, setiap cerita, setiap kebersamaan, semuanya terasa sederhana tapi berarti. Aku pikir, hal-hal kecil itu akan bertahan lama. Aku pikir, kamu akan selalu ada.
Namun ternyata, waktu punya cara sendiri untuk menjauhkan yang pernah dekat.
Perlahan, jarak tumbuh di antara kita. Perhatian yang dulu hangat berubah dingin, kebersamaan yang dulu ramai menjadi sepi. Tanpa kusadari, aku mulai kehilanganmu, bahkan sebelum benar-benar siap melepaskan.
Di hari hujan itu, aku mengerti satu hal: tidak semua yang datang akan tinggal. Tidak semua yang dekat akan selalu bersama. Ada orang-orang yang hadir hanya untuk mengajarkan arti rindu, lalu pergi tanpa meninggalkan alasan yang jelas.
Hujan terus turun, membasahi jalan, pepohonan, dan kenangan yang tak sempat kuikat. Aku mencoba tersenyum, meski hatiku penuh luka yang tak terlihat. Karena pada akhirnya, kehilangan bukan tentang tangisan yang keras, tapi tentang rasa yang perlahan hilang, tanpa bisa dicegah.
Sejak hari itu, setiap hujan datang, aku selalu teringat padamu. Bukan sebagai seseorang yang pernah kumiliki, melainkan sebagai seseorang yang pernah menjadi segalanya, lalu berubah menjadi kenangan.
Dan hujan… menjadi saksi bisu di hari aku benar-benar kehilanganmu.
메타데이터
- post_id
- ef4402a9bbc5
- slug
- hujan-di-hari-aku-kehilanganmu-ef4402a9bbc5
- url
- https://medium.com/@djaneshya/hujan-di-hari-aku-kehilanganmu-ef4402a9bbc5
- canonical_url
- https://medium.com/@djaneshya/hujan-di-hari-aku-kehilanganmu-ef4402a9bbc5
- author_url
- https://medium.com/@djaneshya
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-21 22:26:41