Tin, Tin …, Tin, Tin!!!
Kukira macet, rupanya lain cerita
Tin, Tin …, Tin, Tin!!!
Kukira macet, rupanya lain cerita

Sumber: Pinterest
Semalam, dari dalam kamar kos yang berlokasi tak jauh dari jalan raya ini, kudengar suara klakson beruntun. Mengingat Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib) berhasil membawa pulang kemenangan, tak heran konvoi berpotensi menimbulkan kemacetan. Begitulah pikirku awalnya.
Dengan asumsi demikian, aku maju-mundur dengan keputusanku:
jadi beli mi goreng di Alfamrt nggak, ya?*
Memang tak sepenting itu, sih. Nyatanya, aku masih punya bahan makanan lain untuk dimasak. Hanya saja, aku sedang ingin memakan mi.
Di sisi lain, untuk keputusan sederhana ini, aku dipenuhi 1001 pertimbangan. Kalau benar-benar macet, bisa jadi aku sebagai pejalan kaki juga kesulitan jalan. Bagaimana tak demikian, trotoar saja (hampir) tak terlihat di sekitar sana.
Setelah menunda keinginan sekitar dua jam, rupanya keberadaannya tak kunjung pudar. Alhasil, kuberanikan diri melangkah keluar. Biarlah terjebak macet juga, akan kujemput sebungkus mi goreng dan sekotak susu itu. Aku berniat menonton film ditemani keduanya.
Ketika mencapai jalan raya, kudapati jalan begitu lengang. Beberapa kendaraan berlalu lalang dengan bendera Persib terpasang sebagai atribut. Selain itu, gerak-gerik sang pengendara tampak sangat bahagia. Tentu saja, klub kebanggaan mereka menang: juara 1!
Dari sanalah, tepatnya saat berjalan menuju Alfam*rt dan kembali dari sana, baru kusadari bahwa bunyi-bunyian klakson bukanlah pertanda adanya kemacetan. Namun, itu merupakan kesengajaan membunyikan klakson mengikuti irama tertentu, sepertinya 2/4 ketukan.
Tak hanya satu pengendara, beberapa pengendara lain di belakangnya turut serta menimbulkan suara itu dengan ketukan serupa. Bisa jadi aksi itu bertujuan ‘membuka’ jalan agar iring-iringan konvoi melintas dengan lancar. Bisa jadi pula, sebatas ekspresi kemenangan.
Syukurnya, jalan raya yang kumaksud bukanlah jalan utama di pusat kota. Setidaknya, bukan termasuk jalur utama yang dinyatakan menjadi jalur konvoi para pencinta Persib. Jadi, begitulah akhirnya rasa penasaranku terjawab, sekaligus membuktikan ketakutan yang benar-benar hanya dalam kepalaku.
Kenyataannya? Jauh sekali, kawan: jauh lebih damai!
메타데이터
- post_id
- ef7be71c154a
- slug
- tin-tin-tin-tin-ef7be71c154a
- url
- https://medium.com/@enyahresah/tin-tin-tin-tin-ef7be71c154a
- canonical_url
- https://medium.com/@enyahresah/tin-tin-tin-tin-ef7be71c154a
- author_url
- https://medium.com/@enyahresah
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13