Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Maggot sebagai Upaya KKN 026 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta…
Penumpukan sampah dapur merupakan permasalahan yang umum dijumpai pada tiap rumah. Sampah organik jika tidak dikelola dengan baik akan…
Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Maggot sebagai Upaya KKN 026 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam Menanggulangi Sampah Dapur di Dukuh Pandu

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot oleh KKN 026 UMY dan Inofarm Yogyakarta kepada warga Dukuh Pandu
Penumpukan sampah dapur merupakan permasalahan yang umum dijumpai pada tiap rumah. Sampah organik jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan permasalahan seperti pembusukan yang menyebabkan munculnya bau tidak sedap yang akan mengundang lalat dan menjadi sumber penyakit. Dengan permasalahan tersebut, kelompok KKN 026 UMY memiliki program kerja sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot yang diharapkan dapat menanggulangi tersebut. Selain sebagai pengurai sampah dapur, maggot juga memiliki nilai ekonomis karena dapat diperjualbelikan sebagai pakan ternak yang bergizi tinggi.
Meskipun banyak orang yang berpikir bahwa larva atau belatung merupakan hewan yang menjijikan, namun ternyata maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) memiliki banyak manfaat seperti pengurai sisa makanan organik, limbah pertanian, dan kotoran hewan. Pemeliharaan maggot tergolong mudah dan tidak menyita waktu. Maggot cukup diberi makan sampah organik tiap beberapa hari sekali dan tidak memerlukan perawatan apapun. Maggot memiliki nafsu makan yang tinggi sehingga mampu mengkonsumsi makanan dua kali lebih banyak dari berat badannya. Dalam penelitian dinyatakan bahwa tiap satu ton maggot membutuhkan lima ton sampah organik dalam dua minggu.

hasil budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF)
Pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan ternak dan dalam proses dekomposisi sampah organik memberikan manfaat yang besar bagi peternak, petani, dan masyarakat. Maggot BSF mempercepat peningkatan berat badan ternak dan membantu memecah bahan organik, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Walaupun maggot BSF memiliki bentuk dan ukuran yang lebih besar dibandingkan lalat biasa, namun aman dan tidak menyebabkan penyakit atau bakteri pada manusia. Dalam konteks pengelolaan sampah, maggot BSF cocok digunakan karena mereka mampu mengonsumsi sisa-sisa sayur dan buah segar serta sampah dari bahan-bahan tersebut.
Melakukan budidaya maggot sangatlah mudah dan murah. Pembudidaya cukup memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar seperti sayuran ataupun bahan makanan organik yang tersisa. Hal ini diharapkan dapat membantu warga Dukuh Pandu dalam mengatasi permasalahan sampah dapur sehingga timbul kesadaran terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
메타데이터
- post_id
- ef8eeba8b266
- slug
- sosialisasi-dan-pelatihan-budidaya-maggot-sebagai-upaya-kkn-026-universitas-muhammadiyah-yogyakarta-ef8eeba8b266
- url
- https://medium.com/@aaliefasalma/sosialisasi-dan-pelatihan-budidaya-maggot-sebagai-upaya-kkn-026-universitas-muhammadiyah-yogyakarta-ef8eeba8b266
- canonical_url
- https://medium.com/@aaliefasalma/sosialisasi-dan-pelatihan-budidaya-maggot-sebagai-upaya-kkn-026-universitas-muhammadiyah-yogyakarta-ef8eeba8b266
- author_url
- https://medium.com/@aaliefasalma
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-17 10:52:40