marsh-mellow
it has to be chewed, hasn’t it?
marsh-mellow

it has to be chewed, hasn’t it?
it's like marshmallow. sweet at the beginning. too sweet.
and it melts. chewy.
sticks to my teeth.
it would be incredibly hard to pick up with my tongue.
friendship is exactly like that.
too sweet, too close, it melted.
yet never long lasted.
saya mengernyit begitu sepasang kaus kaki berpola kotak-kotak genggang itu sampai. meskipun saya wota jkt48 lumayan garis keras, tapi saya kira yang akan datang adalah pola gingham check berwarna biru, sesuai dengan yang dipakai melody sebagai center dan bukannya merah mirai no kajitsu. tapi justru bukan masalah kotak-kotak itu yang terasa mengganjal di ujung hati saya.
ada yang bilang hubungan tiap orang tidak bisa dikira-kira menggunakan hitungan hari di kalender. kita bisa ketemu orang baru dan langsung ‘klik’ on the spot saat itu juga. panjang-pendek durasi ini relatif, asalkan hubungannya timbal balik. ide itu terputar-putar melulu di benak saya ketika memandangi sepasang kiriman itu. apakah ada yang salah dari kaus kaki tersebut? tidak sama sekali. kualitasnya bagus, lembut, dan karetnya masih gres. apakah karena motifnya? bukan. saya dari dulu memang kepengin beli motif kotak-kotak seperti ini, warna apapun enggak masalah.
sayang ukurannya kurang pas, batin saya. lalu saya meletakkannya kembali ke dalam kotak pemberian yang juga berisi beberapa kartu pos ucapan selamat.
saya pikir ide tentang ‘usia hubungan tiap orang tidak mempengaruhi seberapa dalam sebuah pertemanan’ itu cukup bisa diyakini. tapi mungkin itu tidak bekerja untuk setiap orang — setidaknya bagi saya. dan meskipun begitu, saya rasa ide itu tidak sepantasnya ditelan mentah-mentah. karena buktinya; seberapa sering saya bilang kalau warna biru itu warna kesukaan saya, ternyata yang datang justru bukan biru. apalagi hobi-hobi saya yang lain kan? entah ada berapa cerita yang terlewat — atau sengaja dilewati — selama perbincangan kami berlangsung. dan sedetail apapun saya mengingat kesukaan orang lain, perhitungan saya dalam memilih barang berdasarkan komentar-komentar yang nyempil di sela-sela makan siang kantin, saya tetap tidak mendapatkan komik maupun hal-hal berbau kpop sebagai gantinya. secara naif saya sempat menduga ini karena saya tidak mau membuka diri. tapi apa yang bisa saya lakukan ketika ruang itu tidak diberi dan saya terlalu capek setelah konsultasi skripsi hanya untuk sekadar menginterupsi?
beberapa kali saya ditanyai balik, tapi entah kenapa bagi saya itu malah serupa dengan tuntutan. kalimat ‘ceritain dong gantian!’ bikin saya keselek karena apa yang bisa melampaui cerita-cerita luar biasa itu? cerita bangun-scroll hp-tidur lagi? they never interested in my hobbies either and definitely would break my story halfway, so what’s the point?
‘it’s too late, tho’ sebenarnya itu yang mau saya sampaikan.
saya masih menyimpan kotak pemberian itu baik-baik. kartu-kartu pos itu juga saya kumpulkan bersama surat-surat dari kawan online yang lain. pada akhirnya, saya tidak menyesali kenangan-kenangan yang sudah kami buat, karena mungkin memang sebatas itu saja tujuan kami dipertemukan. meski kenangannya semanis marshmallow, rasanya dongkol juga ya kalau ada yang nempel bandel di sela gigi? kalau lidah bisa ngomong, mungkin dia sudah nunjuk-nunjuk heboh sambil misuh, “kae lo mbak! mosok ora ketok matane?!”
yes, it has to be chewed, no matter hard it felt.
메타데이터
- post_id
- efa17e6a7cc3
- slug
- marsh-mellow-efa17e6a7cc3
- url
- https://medium.com/@potatoheadreads/marsh-mellow-efa17e6a7cc3
- canonical_url
- https://medium.com/@potatoheadreads/marsh-mellow-efa17e6a7cc3
- author_url
- https://medium.com/@potatoheadreads
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30