← Back to list

semua benda memiliki cerita

USANG

annchiza · 2025-03-02 08:26 · 445 claps · 1.9 min read
#goods #stories #miss #life #and
Open on Medium ↗

semua benda memiliki cerita

USANG

USANG

Tio pernah berkata kepadaku bahwa jika semua barang mempunyai nyawa, maka mereka akan merasa sakit ketika pemiliknya membuangnya saat sudah tidak diperlukan lagi. Awalnya, aku menganggap itu hanyalah pemikiran aneh. Bukankah sesuatu yang rusak atau tidak terpakai memang seharusnya disingkirkan? Mengapa harus merasa kasihan pada benda mati yang tak lagi memiliki nilai?

Menurut Tio, membuang barang yang sudah tidak berguna adalah tindakan rasional. Namun, ia juga menegaskan bahwa semua akan kembali seperti semula jika barang tersebut dijual atau diperbaiki kembali. Tidak ada orang yang menginginkan barang rusak, bukan? Pernyataan itu membuatku berpikir bahwa Tio seperti seseorang yang tidak memiliki rasa bersalah.

Namun, setelah mengalaminya sendiri, aku menyadari bahwa Tio memang benar. Bahkan untuk buku bekas sekalipun, jika aku tidak menggunakannya, lebih baik aku menjualnya daripada membiarkannya usang dan tak terpakai. Setiap benda mungkin memiliki “nyawa” dalam arti tertentu, tetapi pada akhirnya, setiap manusia tetap membutuhkan nilai dan harga dari apa yang mereka miliki.

Aku mulai melihat sekeliling kamarku. Ada begitu banyak barang yang dulunya sangat aku cintai tetapi kini hanya menjadi tumpukan di sudut ruangan. Boneka yang menemani tidurku saat kecil, sepatu yang pernah aku pakai ke acara penting, dan baju yang dulunya menjadi favorit, kini semua hanya menunggu untuk dilupakan.

Jika benda-benda ini benar-benar memiliki perasaan, apakah mereka sedih karena telah ditinggalkan? Apakah mereka merindukan pemiliknya yang dulu begitu sayang kepada mereka? Aku jadi berpikir, apakah benar bahwa benda memiliki nyawa? Ataukah ini hanya cara manusia memberi makna pada barang yang pernah berjasa dalam hidupnya?

Aku teringat bagaimana ibuku selalu menyimpan peralatan dapur lama meskipun sudah usang. “Masih bisa dipakai,” katanya. Mungkin ada alasan lain di balik kebiasaannya itu — mungkin perasaan bahwa barang-barang itu memiliki kenangan yang tak tergantikan.

Seiring waktu, aku mulai memahami bahwa benda memang tidak benar-benar hidup, tetapi mereka bisa menyimpan cerita. Setiap goresan di meja kayu tua di rumah kakek adalah saksi bisu dari masa lalu. Setiap lipatan di halaman buku adalah jejak pemilik sebelumnya yang pernah membacanya dengan penuh perhatian.

Tio mungkin terdengar tidak berperasaan karena mengutamakan rasionalitas di atas sentimentalisme. Tetapi aku tidak bisa sepenuhnya menolak pemikirannya. Jika semua orang hanya menyimpan barang tanpa pernah melepasnya, dunia ini akan penuh dengan benda yang tidak lagi berguna. Terkadang, melepaskan adalah pilihan terbaik.

Aku pun mulai memilah barang-barangku. Beberapa aku jual, beberapa aku sumbangkan. Aku merasa sedikit lega, tetapi juga sedikit bersalah. Apakah barang-barang itu akan menemukan pemilik baru yang lebih menghargainya? Ataukah mereka akan tetap terlantar di tempat lain?

Pertanyaan ini terus terlintas dalam pikiranku. Aku sadar, ada keseimbangan antara memberi makna pada benda dan memahami bahwa mereka hanyalah objek. Namun, satu hal yang pasti — setiap benda memiliki kisah, dan setiap manusia harus tahu kapan harus menyimpan dan kapan harus melepasnya.


메타데이터
post_id
f00a95b1bb09
slug
semua-benda-memiliki-cerita-f00a95b1bb09
url
https://medium.com/@anriza/semua-benda-memiliki-cerita-f00a95b1bb09
canonical_url
https://medium.com/@anriza/semua-benda-memiliki-cerita-f00a95b1bb09
author_url
https://medium.com/@anriza
status
ok
fetched_at
2026-07-20 19:37:35