← Back to list

Kerajaan Kera di Gunung SEPIKUL

Di sebuah gunung batu berhutan yang tidak lebat, SEPIKUL, hiduplah komunitas kera yang member-nya kurang dari seratus. Alias 99 ekor.

BERFIKSI · 2025-07-12 00:31 · 0 claps · 1.9 min read
#dongeng-sebelum-tidur #keras #monyet #gunung
Open on Medium ↗
Wiki topics: ML · Machine Learning

Kerajaan Kera di Gunung SEPIKUL

Di sebuah gunung batu berhutan yang tidak lebat, SEPIKUL, hiduplah komunitas kera yang member-nya kurang dari seratus. Alias 99 ekor.

Semua kera anggota komunitas tersebut sangat solid. Mereka hafal satu sama lain. Pokoknya jumlah mereka 99 di tahun 2025. FIX, no debat!

Makanya… mereka menamakan komunitas kera tersebut: KERAMATH. Ya karena mereka pinter dan setia kawan, sekaligus mahir berhitung.

Semua kera anggota KERAMATH sudah dan wajib ramah manusia. Tidak ada satu pun kera yang menyerang manusia, bahkan merebut makanan manusia.

Kalau ada kera yang mendekat ke arah pengunjung gunung Sepikul, kemudian menyeringai: KERRRrrr…

Bisa dipastikan itu cuman iseng.

Cuman ngusilin makhluk Tuhan yang butuh asupan adrenalin. Ngoahaha.

Dasar SAMPAH!

Di puncak gunung Sepikul ternyata banyak sampah. Marko Pelo, sebagai kera dengan disiplin setingkat diatas KOPASSUS, sering murka melihat ulah pendaki yang daki-nya seperti besi berkarat! Huh, Sebel!

Dia pernah melihat pendaki yang meletakkan botol minum kosong di bebatuan Sepikul. Dia marah. Melompat-lompat, berjingkrak. Sambil ngomel: Wekhkh wekhkh, kerrr kerrr. Dan ngasih kode tangan disilangkan.

PARA PEMBACA silakan dipraktekkan sendiri ya, insya Allah mirip koq. Kita kan saudara sebangsa. Haha

Pengunjung malah takut dan melempar botol itu ke Marko Pelo. Tentu saja itu membuat Pelo marah. Andai dia bukan anggota KERAMATH, pasti sudah dicakar itu pengunjung tidak beradab!

RIBUAN Syaiton berbisik di kepala Pelo, “ayo maki dia, bilang: MONYET KALIAN SEMUA, gituuu…”

Alhamdulillah. Marko Pelo adalah anggota komunitas yang taat aturan, tata tertib, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kera yang kredibel: KERADIBLE

Sebagai makhluk Tuhan, kita harus belajar dari kesalahan. Ada manusia yang IQ-nya rendah, yang tidak bisa diingatkan dengan cara kasar. Apalagi diingatkan dengan bahasa kera. Hehe.

Sejak saat itu Pelo hanya mengingatkan pengunjung dengan santun dari jauh. Dia menyilangkan tangan kemudian menunjuk tempat sampah beberapa kali.

Ada manusia berakal sehat yang paham, Alhamdulillah. Mereka dapat hidayah jalur kera. Ada pula yang tidak paham maksud Pelo. Ya gpp, sekali lagi IQ manusia memang beda-beda…

PESAN MORAL

Coba ayah bunda abang kakak yang membacakan cerita ini untuk anak atau adik-nya, tanyakan: apa pesan moral dari cerita ini… Jangan lupa tuliskan di comment ya…

TRIMAKASIH…

Sampai jumpa di cerita selanjutnya.


메타데이터
post_id
f02e8a6157eb
slug
kerajaan-kera-di-gunung-sepikul-f02e8a6157eb
url
https://medium.com/@berfiksi/kerajaan-kera-di-gunung-sepikul-f02e8a6157eb
canonical_url
https://medium.com/@berfiksi/kerajaan-kera-di-gunung-sepikul-f02e8a6157eb
author_url
https://medium.com/@berfiksi
status
ok
fetched_at
2026-07-19 01:01:37