Opening (Pembukaan) Sesi Konseling
Opening (Pembukaan) Sesi Konseling

Dalam konseling pembukaan adalah langkah awal yang sangat penting. “Ice breaker” harus dilakukan ditahap pembukaan ini. Apalagi untuk konseli yang baru datang pertama kali untuk konseling. Keterampilan opening (pembukaan) adalah ketrampilan konselor membuka atau memulai wawancara konseling dalam hubungan konseling.
Dalam hal ini perlu diperhatikan tentang penyambutan dan dan pembicaraan dengan topic netral. Penyambutan dilaksanakan secara lisan, misalnya memberi atau menjawab salam, mempersilahkan duduk, menyebut nama konseli. Menyebut nama merupakan bagian utama dalam menciptakan rapport, jangan sampai salah menyebutkan nama konseli karena akan membawa dampak bahwa konseli tidak dihargai. Secara tidak lisan, misalnya segera membuka pintu setelah mendengar ketukan pintu, menjabat tangan dengan senyum, mendampingi konseli menuju tempat duduk, pastikan tempat duduk yang nyaman dan aman.
Pembicaraan topic netral, berupa pembicaraan yang bersifat umum dan tidak menyinggung perasaan konseli (misalnya: berupa kejadian-kejadian hangat, hobi, gambar, keluarga). Opening dalam kegiatan konseling disebut juga dengan teknik rapport. Teknik ini berarti suatu kondisi saling memahami mengenai tujuan bersama. Tujuan utama teknik rapport adalah untuk menjembatani huhungan antara konselor dengan konseli. sikap penerimaan dan minat yang mendalam terhadap konseli dan masalahnya.
Dalam membangun rapport ini akan tercipta suasana hubungan yang akrab yang ditandai dengan saling mempercayai. Membangun rapport membutuhkan dua ketrampilan, yaitu: perilaku memperhatikan dan ketrampilan mengamati konseli. Perilaku memperhatikan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa konselor memahami dan “tertarik/berminat” terhadap konseli. Dengan cara ini diharapkan konseli merasa enak atau menjadi rilek dalam kebersamaannya dengan konselor.
Syarat konselor yang dapat menggunakan rapport adalah: open, authentic, congruent dengan konseli serta luwes dalam menemukan kebutuhan-kebutuhan yang diekspresikan konseli. Perilaku memperhatikan ditujukan terhadap tampilan 3 Vs + B, yaitu: visual (visual,eye contacts), vocal (vocal qualities), verbal (verbal tracking) dan bahasa tubuh (attentive and authentic body language).
Hasil yang diharapkan, konseli akan lebih bebas dan terbuka, khususnya septuar topik yang diberi perhatian.
Dalam membuka sesi konseling dapat dilihat contoh yang baik di video ini :
메타데이터
- post_id
- f08ff6fd9c3a
- slug
- opening-pembukaan-sesi-konseling-f08ff6fd9c3a
- url
- https://medium.com/etsah/opening-pembukaan-sesi-konseling-f08ff6fd9c3a
- canonical_url
- https://medium.com/etsah/opening-pembukaan-sesi-konseling-f08ff6fd9c3a
- author_url
- https://medium.com/@obedbanget
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-26 12:24:21