UX Case Study: Membedah Aplikasi Grab, Apa yang Bisa Ditingkatkan?
Studi kasus Interaksi Komputer & Manusia: Menemukan celah antara ekspektasi pengguna dan realita pada aplikasi Grab.
UX Case Study: Membedah Aplikasi Grab, Apa yang Bisa Ditingkatkan?
Studi kasus Interaksi Komputer & Manusia: Menemukan celah antara ekspektasi pengguna dan realita pada aplikasi Grab.
Perkembangan layanan transportasi berbasis aplikasi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring dengan naiknya penetrasi internet. Salah satu pemain utama di industri ini tentu saja adalah Grab, yang menawarkan layanan terintegrasi mulai dari transportasi hingga pembayaran digital. Sektor ride-hailing dan food delivery bahkan telah menjadi kontributor utama dalam ekonomi digital di Asia Tenggara berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2023.
Namun, tingginya persaingan antar platform menuntut User Experience (UX) yang sangat maksimal untuk mempertahankan loyalitas pengguna. Sayangnya, masih banyak keluhan terkait performa aplikasi, akurasi layanan, hingga desain antarmuka yang menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi dan pengalaman aktual.
Sebagai bagian dari proyek akhir mata kuliah Interaksi Komputer dan Manusia Jurusan Bisnis Kreatif Universitas Indonesia, saya bersama tim (Afdhel, Alfi, Ridho, dan Syahrul) melakukan riset kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD). Kami ingin menggali lebih dalam pengalaman dan kendala pengguna, khususnya dari kacamata mahasiswa sebagai bagian dari generasi digital.
Menemukan Masalah: Apa Kata Pengguna?
Berdasarkan analisis tematik dari FGD yang kami jalankan, kami menemukan sejumlah kelemahan pada aplikasi Grab yang terbagi menjadi dua kategori utama:
1. Kendala Teknis dan Fungsionalitas
- Akurasi Peta: Titik jemput sering tidak akurat dan beberapa alamat belum terpetakan dengan baik, sehingga memperpanjang waktu tunggu.
- Kinerja Aplikasi: Aplikasi terasa berat dan lagging, khususnya saat memuat banyak fitur bersamaan pada gawai berspesifikasi rendah.
- Sistem Pembayaran: Sistem OVO dinilai kaku karena pemotongan biaya admin mempengaruhi nominal akhir, dan belum ada fitur split payment untuk menggabungkan e-wallet dengan uang tunai saat saldo kurang.
2. Kendala Pengalaman Pengguna (UI/UX)
- Hierarki Visual & Tipografi: Kombinasi warna kurang kontras dan font terlalu tipis memperlambat proses pembacaan informasi.
- Iklan Intrusif: Pop-up di tengah proses pemesanan sangat memutus alur pengguna (user flow).
- Visualisasi Produk: Pada GrabFood, banyak menu yang tidak dilengkapi foto, menyulitkan pengguna mengidentifikasi makanan.

Berdasarkan hasil eksplorasi kualitatif yang saya lakukan terhadap perilaku mobilitas dan transaksi digital pengguna, kami mengidentifikasi tiga persona utama dengan motivasi serta pain points yang saling bertolak belakang. Persona pertama, “The Budget Optimizer”, mewakili pengguna beranggaran ketat yang rajin membandingkan tarif dan rela menukar waktu tunggu demi potongan harga maksimal. Berbanding terbalik dengan itu, “The Time Saver” adalah profil pekerja bermobilitas tinggi yang mengutamakan efisiensi waktu (sat-set); mereka rela membayar lebih untuk layanan prioritas dan sangat terganggu oleh friksi antarmuka seperti pop-up iklan atau kewajiban memasukkan PIN saat sedang terburu-buru. Terakhir, “The Seamless Seeker” merepresentasikan segmen pengguna yang sangat peka terhadap estetika UI/UX, mendambakan alur aplikasi yang intuitif, visual yang modern (tidak kaku), serta fleksibilitas integrasi pembayaran. Memahami tarik-ulur antara sensitivitas harga, efisiensi waktu, dan pengalaman visual dari ketiga persona ini menjadi landasan krusial bagi saya dalam merumuskan strategi iterasi desain yang lebih empatik dan relevan dengan target pasar.
Solusi & Redesain
Berdasarkan sintesis dari pain points dan kebutuhan pengguna sebelumnya, rancangan mid-fidelity ini memvisualisasikan alur rekomendasi perbaikan untuk aplikasi Grab Mobile. Fokus utamanya adalah memangkas friksi kognitif dan menciptakan pengalaman yang lebih intuitif melalui tahapan berikut:

- Halaman 1: Tata Letak Beranda yang Terstruktur. Antarmuka utama dirancang ulang untuk menonjolkan kejelasan navigasi melalui layout grid menu di bagian atas. Kami juga menyisipkan area interaksi yang lebih engaging (seperti section “Selesaikan tantanganmu sekarang”) dengan white space yang cukup agar layar tidak terasa sesak.
- Halaman 2: Penentuan Lokasi yang Seamless. Mengakomodasi pengguna yang mengutamakan efisiensi waktu, halaman ini menyajikan tampilan peta yang bersih untuk input titik jemput dan tujuan. Alur difokuskan pada satu aksi utama melalui tombol Call-to-Action (CTA) “Cari driver sekarang” yang kontras dan mudah dijangkau (thumb-friendly).
- Halaman 3: Transparansi Pemilihan Layanan. Sebagai tahap akhir pengambilan keputusan, halaman ini memberikan komparasi opsi kendaraan (seperti Car Standard, Car Plus, hingga Electric) secara transparan. Informasi krusial — mulai dari estimasi waktu tunggu, kapasitas tempat duduk, hingga rincian harga dan coretan diskon — ditampilkan dalam satu layar (tanpa hidden cost), sehingga pengguna dapat mengambil keputusan dengan cepat dan yakin.
Berdasarkan temuan di atas, kami merumuskan perbaikan desain dengan mengacu pada 10 Usability Heuristics dari Jakob Nielsen dan prinsip Laws of UX.
Perbaikan 1: Merapikan Hierarki Visual dan Warna

- Masalah: Hierarki warna sebelumnya kurang jelas dan kurang kontras.
- Solusi: Kami mengubah hierarki warna dengan tema monokromatik. Detailnya: Primary
#02873E, Secondary#B1E8CA, Accent#02B453, dan Background#F4FFF9.
Alasan (UX Principles):
- Aesthetic and Minimalist Design: Dengan membuang “noise” visual dari warna yang bertabrakan, pengguna bisa lebih fokus pada fungsi aplikasi.
- Aesthetic-Usability Effect: Palet warna yang harmonis membuat desain terlihat lebih mudah digunakan.
- Von Restorff Effect (Isolation Effect): Elemen penting menjadi lebih menonjol di atas warna dasar yang pudar.
Perbaikan 2: Konsistensi Tipografi & Menambahkan Foto Menu

- Masalah: Font tidak konsisten dan foto menu makanan tidak ada.
- Solusi: Kami menyeragamkan font (sans serif) dengan jarak ukuran major thirds (1,25) dan mulai menampilkan foto menu makanan.
Alasan (UX Principles):
- Consistency and Standards: Penggunaan jenis font dan skala hierarki yang seragam memastikan konsistensi visual di seluruh aplikasi.
- Match between System and the Real World: Menambahkan foto makanan membuat sistem berbicara dengan “bahasa” pengguna di dunia nyata. Visual makanan jauh lebih natural daripada sekadar teks deskripsi.
- Law of Similarity: Gaya dan ukuran font yang diatur dengan rasio akan dianggap sebagai bagian dari kelompok informasi yang sama.
Perbaikan 3: Menghadirkan Fitur Split Payment

- Masalah: Tidak ada opsi split payment untuk e-wallet.
- Solusi: Menambahkan fitur split payment e-wallet untuk pembayaran layanan.
Alasan (UX Principles):
- User Control and Freedom: Memberikan opsi split payment memberi kendali penuh kepada pengguna saat saldo kurang, tanpa harus membatalkan pesanan.
- Flexibility and Efficiency of Use: Pengguna tidak perlu keluar aplikasi untuk top-up terlebih dahulu.
- Postel’s Law: Sistem beradaptasi dengan kondisi finansial pengguna secara fleksibel dan tangguh.
Kesimpulan
Meskipun Grab adalah platform mobilitas utama, aplikasi ini masih menghadapi sejumlah kendala fundamental mulai dari aspek operasional seperti keakuratan titik jemput, hingga kelemahan pada sisi presentasi visual UI. Hal ini menciptakan friksi yang bertentangan dengan ekspektasi generasi muda akan kepraktisan.
Sebagai rekomendasi, perbaikan harus dilakukan secara terintegrasi antara optimalisasi performa backend dan penyegaran desain antarmuka. Modernisasi tipografi, standardisasi warna, hingga penambahan fitur split payment yang adaptif sangatlah krusial. Melalui langkah ini, kami berharap aplikasi Grab tidak hanya mampu menyelesaikan masalah operasional dasarnya, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang efisien dan berdaya saing tinggi.
메타데이터
- post_id
- f0f153b84db1
- slug
- ux-case-study-membedah-aplikasi-grab-apa-yang-bisa-ditingkatkan-f0f153b84db1
- url
- https://medium.com/@msasykur/ux-case-study-membedah-aplikasi-grab-apa-yang-bisa-ditingkatkan-f0f153b84db1
- canonical_url
- https://medium.com/@msasykur/ux-case-study-membedah-aplikasi-grab-apa-yang-bisa-ditingkatkan-f0f153b84db1
- author_url
- https://medium.com/@msasykur
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-17 08:20:12