← Back to list

every flower will bloom in its own way too

Aku menulis kalimat itu pada layar kunci ponselku, sebuah kalimat pengingat bagi diriku untuk menjalani kehidupan yang rumit.

han · 2025-02-11 15:36 · 1 claps · 1.7 min read
#yushi #nct-wish
Open on Medium ↗

every flower will bloom in its own way too

“Setiap bunga akan bermekaran indah dengan caranya sendiri”

Aku menulis kalimat itu pada layar kunci ponselku, sebuah kalimat pengingat bagi diriku untuk menjalani kehidupan yang rumit. Dunia yang sering kali kejam. Berantakan layaknya kerikil yang berserakan di jalan panjang membentang. Sialnya, alas kaki lusuh tak layak pakai juga masih harus berjuang, yang selalu dibuat terseok-seok pemiliknya. Membuat insan yang melewatinya kembali rasakan rasa sakit untuk sampai di jalanan simpang depan.

Kalimat itu juga menjadi pengingat untuk melepaskan gundah gulana hati yang beberapa kali berkata iri dengan kehidupan orang lain yang terlihat sungguh apik. Dikemas dengan bungkus penuh warna yang cantik. Nyatanya sifat iri tidak akan membawamu pada ujung kisah yang sama seperti pemuda-pemudi lain. Sia-sia jika hanya asik memandangi rumput tetangga sebelah yang selalu diiming-imingi lebih hijau daripada milik sendiri. Berlarut-larut dalam pandangan silau yang membuat kita mulai melupakan bahwa rumput kita mulai kering. Mereka butuh air.

Hakikatnya, kita semua memang punya cara masing-masing untuk tumbuh dan berkembang. Dengan cara kita sendiri. Dengan usaha kita sendiri. Untuk bermekaran menghiasi bumi oleh kehadiran jiwa-jiwa yang tinggal disini.

Tapi ingatkah kalian? Untuk mendapatkan bunga yang cantik, ia tidak hanya butuh air tangis yang sesekali keluar untuk melegakan hati. Mereka juga butuh matahari, untuk menghangatkan seluruh tubuhnya yang kedinginan habis dimakan angin sepi. Dengan rengkuhan hangat sinar mentari yang hadir.

Maka, aku mulai bertanya-tanya, siapakah mentari yang bisa membantuku tumbuhkan setiap inci dari batang bungaku?

And i finally have found you.

Kamu, yang menyinariku bagaikan matahari bumi. Menyinari dengan cahaya hangat dari senyum indah yang kamu miliki. Mengusir awan-awan gelap yang kian berdatangan silih ganti. Tetapi kamu juga mengerti, kesedihan datang berperan sebagai hujan untukku. Yang juga membantu aku untuk tumbuh. Kamu, membiarkan aku berdiri di bawah luruh air hujan sesaat. Hanya untuk kembali datang dengan lengan yang terbuka lebar. Memberikan pelukan sebagai penawar. Menghapus jejak-jejak embun air hujan yang masih tertinggal pada kelopak bunga.

Kamu mengajariku bahwa awan gelap yang hasilkan hujan dalam hidup tak selamanya berarti buruk. Justru mereka datang untuk membawa kebaikan lain yang tersembunyi.

10 Februari 2025. Terhitung satu tahun telah terlewati sejak awal kita memutuskan untuk mewarnai isi bumi bersama. Aku harap kita akan terus seperti ini, menyinari dunia dengan pancaran keindahan kita masing-masing. Ikut andil dalam berperan menjadi ornamen kanvas tuhan melukis isi bumi.


메타데이터
post_id
f10bdb2ebce3
slug
every-flower-will-bloom-in-its-own-way-too-f10bdb2ebce3
url
https://medium.com/@baitkata/every-flower-will-bloom-in-its-own-way-too-f10bdb2ebce3
canonical_url
https://medium.com/@baitkata/every-flower-will-bloom-in-its-own-way-too-f10bdb2ebce3
author_url
https://medium.com/@baitkata
status
ok
fetched_at
2026-07-21 01:00:30