Melantur dengan Arus Kesadaran
Sesuatu membangunkanku, dan aku langsung sepenuhnya terjaga. Beberapa milidetik kemudian aku sadar bahwa jam menunjukkan pukul 04.30 menit…
Melantur dengan Arus Kesadaran
Sesuatu membangunkanku, dan aku langsung sepenuhnya terjaga. Beberapa milidetik kemudian aku sadar bahwa jam menunjukkan pukul 04.30 menit, dan itu berarti waktu sahur hampir habis. Aku hampir saja memutuskan untuk tidak sahur sebelum tiba tiba teringat dengan penyakit maagku yang kerap membuat perutku babak belur seperti seminggu lalu.
Aku berjalan keluar kamar seperti orang yang berjalan di dasar akuarium, terhuyung-huyung, dan pecas ndahe. Segera aku mengambil biskuit, makanan yang didapuk dapat membuat tubuh tahan banting saat puasa, wafer, dan air mineral. Kalau hari biasa ketika puasa, aku biasa sahur menggunakan nestum atau oatmilk, dan itu menyenangkan sekaligus mengenyangkan. Namun, tentu saja biskuit tidak buruk juga. Dalam postingan bang tani di twitter, biskuit menduduki peringkat ketiga makanan yang paling bisa bikin tubuh tahan banting saat puasa. Oatmilk kedua, sedangkan ransum, makanan tentara, menduduki singgasana teratas. Aku sangat kaget ketika tahu nasi dan mie menduduki posisi buncit di klasemen tersebut.
Ngomong-ngomong, hari ini aku sudah merencanakan untuk tidak kemana-mana. Aku ingin merendam lagi jemuranku yang kemarin malam dikecup mesra oleh hujan badai. Sungguh aku kesal sekali. Giliran tidak mencuci, hujan tidak turun. Saat mencuci, menjemur, hujan turun seperti air bah, seolah ada entitas2 di luar materi yang bekerjasama untuk membuatku sial.
Rencananya aku akan memperbaiki bab 2, menambah, mengganti beberapa teori dengan teori2 yang lebih jitu, jelas, dan terukur. Aku sebetulnya terkadang senang mengerjakan skripsi, membaca teori-teori yang baru kuketahui, tetapi malasnya itu lho, membuatku tak berdaya.
Namun, aku harus tetap lulus, dan kalau bisa dalam waktu dekat, dan itu karena aku ingin segera menikah, memiliki rumah dan pekerjaan sendiri, jauh dari hingar bingar masa lalu, dan tentu saja, menjalani niatku, ialah melakukan steril kucing.
Aku sungguh muak melihat anak kucing di jalanan, jatuh di got, basah, tertabrak kendaraan, lalu mati. Aku juga tidak tahan melihat kucing menderita kelaparan, keracunan dan sebagainya. Ya Allah kenapa engkau tidak melindungi mereka. Aku hampir ingin menyalahkan tuhan, tetapi itu buang-buang waktu, buang-buang tenaga. Lebih baik aku segera bergerak. Steril adalah solusi teoat untuk menyelamatkan para kucing tersebut. Dengan steril, kita dapat mengurangi jumlah kucing yang overpopulasi, mencegah kitten yang tidak harus dilahirkan, dan membuat kucing menjadi gemuk. Intinya, overpopulasi adalah akar masalah kucing dan itu harus segera diatasi. Jika terus menerus memelihara kucing karena kasihan, itu hanya akan menambah masalah saja karena kemampuan manusia terbatas, dan tidak semua orang peduli. Jadi prioritas utama adalah mengurangi jumlah dan membekali para kucing tersebut agar bisa survive di kehidupan yang telah dirusak oleh manusia ini. Membekali maksudnya, kucing yang disteril akan lebih gemuk, sehat karena tidak memikirkan birahinya, hanya memikirkan bagaimana perut mereka terisi. Btw, aku telah ngesteril 3 kucing, dan menurut pengalamanku, ketika aku sudah hidup sendiri, kemungkinan aku bisa ngesteril satu kucing setiap bulannya. Betina, lebih baik, tapi lebih repot dan mahal haha.
Namun, sekarang ini aku tidak bisa merawat kucing. tenaga dan keuanganku terbatas. Aku sedih masih dikirim uang oleh orangtua dan aku belum lulus. Jika aku merawat kucing, pertama uangku cepat lesap, dan kedua aku takut kucing itu mati. Aku tidak ingin menjadi penyelamat tanpa pengetahuan apapun, dan bagiku orang yang menimbun kucing tanpa ada upaya ngesteril mereka adalah golongan orang tanpa pengetahuan tersebut. Itu bisa mengganggu tetangga, dan sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Banyak kucing dalam satu ruangan menyebabkan penularan penyakit yang cepat, dan bikin mati.
Tapi kapan niatku dapat terlaksana? pertama-tama aku harus lulus dahulu, dan itu rintangan terberatku.
메타데이터
- post_id
- f138a97ca052
- slug
- melantur-dengan-arus-kesadaran-f138a97ca052
- url
- https://medium.com/@zakian/melantur-dengan-arus-kesadaran-f138a97ca052
- canonical_url
- https://medium.com/@zakian/melantur-dengan-arus-kesadaran-f138a97ca052
- author_url
- https://medium.com/@zakian
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-28 08:12:08