← Back to list

Februari Terkasih

Kaleidoskop Februari 2024

Pranacaraka in Gedebus · 2024-02-29 11:40 · 0 claps · 2.0 min read
#kaleidoskop
Open on Medium ↗

Februari Terkasih

Kaleidoskop Februari 2024

Februari — bulan yang bagi sebagian orang dirayakan dengan penuh cinta. Semoga hari-hari kalian menyenangkan! Begitu pula dengan kabarku di sini, dengan “cinta” yang baru. Sebelum membahas tentang cinta yang itu, artikel ini ditulis sebagai pamungkas bulan kedua yang berstatus kabisat di tahun ini.

Proyek Pekerjaan

Satu dari delapan proyek yang menjadi resolusi tahun ini telah selesai. Proyek ini adalah untuk memperbarui situs web salah satu perusahaan. Semoga pembaruan yang kemarin dilakukan dapat memenuhi kebutuhan dari perusahaan tersebut.

Membaca Buku

Jujur saja, bulan Februari ini cukup padat sehingga kapasitas membaca saya menurun. Buku-buku yang saya baca antara lain:

  1. Polemik Naskah-naskah Pangeran Wangsakerta
  2. Serat Kalatidha

Ada dua buku yang belum selesai saya baca: Little Prince dan Kidung Sesingir-nya Pakubuwana IX.

Blusukan

Situs bersejarah yang saya kunjungi adalah Situs Lebak Kosala dan Situs Lebak Cibedug. Bagi saya, kedua situs tersebut terasa “spesial” karena makna “keluarga di luar rumah” itu nyata adanya. Secara khusus, pembahasan mengenai kedua situs ini aku tuliskan di artikel Negeri di Atas Awan.

Menulis di Medium

Tulisanku di Medium berjumlah 18, antara lain sebagai berikut.

Marcapada

Deuteronomi

Gedebus

Menyalin Naskah Sunda Kuno

Masih di situs khusus naskah-naskah **Walgita**, berikut ini adalah naskah-naskah Sunda Kuno yang telah saya inventarisasi.

  1. Sanghyang Swawar Cinta
  2. Warugan Lemah

Konten dari Walgita ini saya tambahkan dengan inventarisasi naskah-naskah Jawa Baru yang dibuat oleh pujangga-pujangga keraton. Mudah-mudahan bermanfaat untuk para pembaca.

Itulah tadi pencapaian untuk bulan Februari ini. Satu hal yang hendak saya ungkapkan sedikit adalah mengenai kesehatan mental. Saya mungkin salah seorang yang “melupakan” tentang hal yang sangat penting dalam hidup ini. Bagaimana mungkin sudah lebih dari tiga dekade, seseorang hidup dalam bayang-bayang tekanan keluarga, finansial, dan sebagainya.

Dan ternyata benar sekali, setelah berjumpa dengan seorang psikolog, pikiran saya menjadi terbuka mengenai, seberapa berharganya diri saya — untuk saya nilai sendiri. Hal-hal yang saya acuhkan selama ini telah menjadi “racun” dalam diri tanpa saya sadari.

Oleh karenanya, saya menuliskan pemikiran ini di artikel: Apakah Kamu Merasa Dirimu Berharga?, sebagai bentuk “cinta” kepada diri sendiri yang selama ini terlupakan.

Demikianlah perjalanan saya di bulan Februari. Mari menjemput Maret yang lebih ciamik lagi. Semoga para pembaca berbahagia![]


메타데이터
post_id
f14fca0924a2
slug
februari-terkasih-f14fca0924a2
url
https://medium.com/gedebus/februari-terkasih-f14fca0924a2
canonical_url
https://medium.com/gedebus/februari-terkasih-f14fca0924a2
author_url
https://medium.com/@pranacaraka
status
ok
fetched_at
2026-07-16 00:50:09