← Back to list

Melindungi Diri dari Investasi Bodong: Membangun Literasi Finansial dengan Filter Etika Pancasila

Oleh: Tawang Kayla Putri Elysia, Program Studi Akuntansi, Universitas Internasional Semen Indonesia

Tawang Kayla Putri Elysia · 2025-11-12 13:14 · 1 claps · 3.6 min read
#pancasila #investasi-bodong #penipuan #etika #finance
Open on Medium ↗
Wiki topics: ECO · Economy · General

Melindungi Diri dari Investasi Bodong: Membangun Literasi Finansial dengan Filter Etika Pancasila

Oleh: Tawang Kayla Putri Elysia, Program Studi Akuntansi, Universitas Internasional Semen Indonesia

Pendahuluan

Perkembangan dunia di era globalisasi pada abad ke-21 memberi tantangan signifikan dalam hal pengelolaan keuangan masyarakat, termasuk di Indonesia. Meskipun angka literasi keuangan masyarakat Indonesia terus menunjukkan peningkatan, tingkat literasi tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Menurut survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022, literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai sekitar 49,68%. Rendahnya literasi finansial ini berkontribusi pada kerentanan masyarakat terhadap praktik investasi bodong atau penipuan investasi yang merugikan secara ekonomi dan sosial.​[1]

(OJK, 2022)

Peran Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat membantu untuk berperan di tengah masyarakat yang lagi booming (Viral) tentang investasi bodong. Mereka dapat mengadakan kegiatan-kegiatan seperti seminar dan webinar degan tema yang sesuai kebutuhan. Agar masyarakat dapat mempercayai terhadap system keuangan.

Investasi bodong merupakan bentuk penipuan atau scam yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat terhadap dunia investasi dan kelemahan kemampuan dalam mengambil keputusan keuangan secara cermat dan juga cerdas. Khususnya yang rentan terkena scam atau penipuan adalah generasi muda dan masyarakat yang kurang akan pengetahuan menjadi sasaran empuk kasus penipuan. Keadaan ini dapat terjadi di mana saja, terutama di daerah yang memiliki status literasi keuangan yang kurang mewadahi dan juga kurangnya pengawasan. Oleh karena itu, meningkatkan literasi keuangan tidak hanya menjadi kebutuhan untuk memahami konsep dan risiko keuangan, tetapi juga untuk melindungi masyarakat dari jebakan investasi ilegal yang merenggut kesejahteraan mereka.​

Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai etika yang terkandung dalam Pancasila menjadi landasan moral yang kuat dalam mengambil keputusan keuangan. Pancasila sebagai pedoman nilai dan sikap bangsa menjadi filter etika dalam membangun kesadaran dan literasi finansial masyarakat Indonesia. Dengan adanya nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial, kejujuran, dan gotong royong, masyarakat diharapkan mampu membuat keputusan investasi yang tidak hanya mengutamakan keuntungan semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek moral dan keinginan ekonomi serta sosial.​

Khasus investasi bodong bukan hanya satua ataulebih yang mengalami kerugian, tetapi diri sendiri (Yang melakukan scam) akan terkena dampak yang sangat rugi. Pelaku penipuan atau scam investasi bodong dapat melanggar peraturan Undang-Undang, Yakni seperti berikut:

  • Pasal 378 KUHP dan Pasal 492 UU №1 Tahun 2023 => Mengatur tantangan penipuan, yaitu dengan sengaja menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang secara melawan hukum melalui tindakan penipuan atau scam.

  • Pasal 28 pada ayat 1 UU ITE => Peraturan ini berlaku jika promosi investasi bodong maupun scam, dan dilakukan secara elektronik.

Opini

Meningkatkan literasi keuangan di masa sekarang sangatlah penting untuk mengurangi masyarakat Indonesia sebagai korban investasi bodong yang di mana hal tersebut dapat menjadi dampak buruk terhadap ekonomi dan status sosial. Namun, literasi keuangan tidak hanya tentang aspek teknis dan pengetahuan, tetapi diperlukannya nilai-nilai etika Pancasila, seperti kejujuran, saling membantu dan saling rukun. Hal tersebut dapat membimbing masyarakat untuk tidak hanya mengejar keuntungan secara instan, tetapi dapat mempertimbangkan masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan aspek sosial yang lebih lebar atau luas. Nilai-nilai ini menjadi landasan untuk masyarakat guna membentuk perilaku masyarakat yang mampu untuk membedakan mana yang investasi sehat dan mana yang investasi bodong.[2]

Sebagai masyarakat Indonesia yang peduli dengan sekitar, berikut cara untuk mengatasi atau mengurangi jumlah korban yang sudah terlanjur mempercayai investasi bodong:

  1. Memastikan legalitas izin investasi.

  2. Waspadai tak tik atau cara yang meniru identitas produk.

  3. Jika menjadi korban atau melihat korban yang terkena scam, maka wajib lapor kepada pihak yang berwajib.

Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila dapat membantu masyarakat Indonesia agar tidak mudah percaya pada investasi yang keuntungannya atau balik modal dengan cepat tanpa risiko yang tinggi. Nilai kejujuran mengajarkan untuk terbuka atau transparan dalam menawarkan investasi. Pada nilai keadilan sosial menuntut agar investasi tidak hanya menguntungkan bagi perorangan atau individu, akan tetapi memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Kedua konsep tersebut dapat menjadi pelindung bagi masyarakat Indonesia dari investasi bodong. Masyarakat Indonesia harus saling menjaga, melindungi dan membantu agar tidak ada lagi yang menjadi korban investasi bodong yang merugikan diri sendiri.

Dengan adanya literasi keuangan atau finansial yang telah dipadukan dengan nilai-nilai yang ada di Pancasila bukan hanya untuk solusi menjauhi investasi bodong, akan tetapi dapat menjadi pondasi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Membangun literasi keuangan berbasis etika Pancasila menjadi cara yang sangat penting sebagai rasa tanggung jawab masyarakat terhadap ekonomi sehingga terhindar dari penipuan.

Kesimpulan

Dalam perkembangan yang ada di dunia di era globalisasi pada abad ke-21 sangat memberi hambatan besar dalam pengelolaan finansial. Meskipun di Indonesia termasuk salah satu cara mencapai sekitar 49,68%. Menurut OJK pada tahun 2022, presentase tersebut masih berada di tingkat rendah yang di bandingkan oleh ASEAN lainnya, seperti Malaysia, Thailand dan Singapura. Untuk nilai-nilai etika yang tergantung dalam Pancasila yang menjadi saringan moral yang sangat penting untuk di terapkan dan juga di tanamkan kepada diri sendiri.

Dengan menjunjungn tinggi nilai kejujuran, keadilan sosial,dan juga gotong royong. Pendekatan ini dapat langsung diterapkan, akan tetapi harus mengoreksi kembali kepada masyarakat, seperti: “Apakah cara tersebut efektif?”. Pendekatan tersebut dapat meningkatkan aspek sosial dan moral. Pendekatan ini sangat penting karena sangat membantu masyarakat untuk membedakan mana ivestasi yang sehat, mana yang masyarakat akan mengalami kerugian (Korban penipuan).

[1] OJK, “Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2022”,SP 82/DHMS/OJK/XI/2022

[2] Agustin Dea Prameswari, “Analisis Kritis Celah Regulasi Investasi Bodong Sebagai Peningkatan Tata Kelola Bisnis Terkait Investasi”, Volume 7 Nomor 5, Issue 1 Tahun 2024


메타데이터
post_id
f16d0b813ffe
slug
melindungi-diri-dari-investasi-bodong-membangun-literasi-finansial-dengan-filter-etika-pancasila-f16d0b813ffe
url
https://medium.com/@tawangkaylaputrielysia/melindungi-diri-dari-investasi-bodong-membangun-literasi-finansial-dengan-filter-etika-pancasila-f16d0b813ffe
canonical_url
https://medium.com/@tawangkaylaputrielysia/melindungi-diri-dari-investasi-bodong-membangun-literasi-finansial-dengan-filter-etika-pancasila-f16d0b813ffe
author_url
https://medium.com/@tawangkaylaputrielysia
status
ok
fetched_at
2026-07-06 20:27:19