Some Wounds Need Distance
Aku setuju kalau saat kita punya luka, kita butuh waktu untuk berhenti menyentuh luka itu terus-terusan. Butuh waktu untuk stay away dulu…
Some Wounds Need Distance
Aku setuju kalau saat kita punya luka, kita butuh waktu untuk berhenti menyentuh luka itu terus-terusan. Butuh waktu untuk stay away dulu dari apapun yang kalau dilihat atau didengar malah bikin trigger. Mengisolasi diri dari hal-hal yang menyakiti kadang memang bagian dari proses pulih.
In my case dua tahun lalu, di masa-masa after-breakup yang proses pulihnya cukup menguras waktu dan energi, aku rasa aku sempat melakukan kesalahan: aku ga jujur sama diri sendiri. Untuk beberapa bulan pertama, aku merasa aku baik-baik aja. Aku ga jujur ke diriku sendiri kalau itu sakit…sakit banget ternyata, the pain just felt hell. I just ignored the pain that actually existed in my heart. Mungkin karena terbiasa untuk menahan sesuatu, i thought i had to act cool. Kalau terbiasa melihat mereka yang bikin trigger, aku pikir lama-lama rasa sakitnya bakal hilang sendiri kok.
Dan itu bukan cuma datang dari diriku, tapi juga dari beberapa orang sekitar yang mungkin niatnya baik, mereka pengen bantu aku, terlihat strong, act cool, dan terbiasa atau move on lebih cepat. Misalnya ngirim foto-foto yang di-upload bareng pacar barunya, atau bilang, “lihat aja story-nya, terus act like you actually don’t care.”
Sampai akhirnya aku sadar… engga bisa.
Semakin banyak yang kulihat dan kudengar, ternyata bukannya sembuh, malah makin memperparah. Kaya luka basah yang terus disentuh, bukan pulih, malah infeksi dan bisa makin lama sembuhnya.
Akhirnya aku mulai bilang ke beberapa dari mereka untuk stop kirim apapun yang berhubungan dengan orang-orang yang bikin sakit itu. Ke beberapa yang lain mungkin bukan lewat kata-kata, tapi lewat gesture kecil kayak, “udah yuk, gausah bahas itu lagi.”
Dan akhirnya aku memilih untuk unfriend, mute, dan menjauh dari semua hal yang bisa bikin trigger.
Dan ya, voila.
Sampai di titik tertentu, tanpa aku sadari ternyata semuanya perlahan membaik. Rasa sakitnya pelan-pelan memudar. Sampai akhirnya ada di satu fase ketika aku lihat mereka lagi, rasanya tenang aja. Ga ada lagi rasa yang men-trigger. It’s just what it is.
So yeah, it’s okay to stay away. Bukan untuk mereka yang nyakitin kamu, tapi untuk dirimu sendiri. Dan bukan berarti kamu lemah. You’re just finding another way to heal yourself, because some wounds simply need distance.
메타데이터
- post_id
- f1f0b5e321df
- slug
- some-wounds-need-distance-f1f0b5e321df
- url
- https://medium.com/@graciaous/some-wounds-need-distance-f1f0b5e321df
- canonical_url
- https://medium.com/@graciaous/some-wounds-need-distance-f1f0b5e321df
- author_url
- https://medium.com/@graciaous
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-15 20:49:13