Lady Bird (2017)
Debut direktorial Greta Gerwig berlatar awal tahun 2000-an, Lady Bird (2017) film coming-of-age yang mengeksplorasi proses pendewasaan…
Lady Bird (2017)

Lady Bird (2017) dir. Greta Gerwig
Debut direktorial Greta Gerwig berlatar awal tahun 2000-an, Lady Bird (2017) film coming-of-age yang mengeksplorasi proses pendewasaan melalui karakter perempuan bernama Christine McPherson aka Lady Bird. Lady Bird merupakan sosok yang ingin independen, keras kepala, pemberontak, dan menginginkan kebebasan. Ia ingin meninggalkan Sacramento tak hanya karena ia menganggap kota itu membosankan, tetapi juga karena merasa hidupnya terlalu kecil dan terbatas. Sacramento digambarkan sebagai kota yang biasa-biasa saja dan tidak mampu memenuhi imajinasi serta ambisinya termasuk melanjutkan studi di universitas liberal arts ternama di pesisir timur Amerika Serikat yang dianggapnya lebih “berbudaya”. Meski keinginan itu ditentang ibunya karena kondisi ekonomi keluarga mereka yang pas-pasan.
Ia ingin tinggal di New York, dimana ia mendapat kebebasan, menjelajahi seni, budaya, intelektualitas, dan kesempatan untuk menjadi “orang baru”. Terasa begitu dekat dan layaknya sebuah cermin, hal ini seperti keresahan kebanyakan remaja yang setelah lulus dari sekolah ingin segera meninggalkan kampung halaman, menjauh dari keluarga, dan memulai kehidupan yang baru. Merantau kemudian dipandang sebagai cara untuk menemukan diri sendiri dan membangun identitas baru secara lebih bebas. Namun, film ini juga menunjukkan bahwa keinginan untuk pergi jauh dari rumah justru perlahan membawa Lady Bird memahami arti rumah dan keluarganya sendiri.

Lady Bird (2017) dir. Greta Gerwig
Film ini berpusat pada kompleksitas hubungan antara ibu dan anak. Ia menyebut dirinya “Lady Bird” dan menyatakan bahwa nama itu “diberikan kepadaku, olehku sendiri” sebagai bentuk penolakan terhadap identitas yang telah diberikan ibunya, termasuk penampilan rambutnya. Relasi Lady Bird dengan ibunya, Marion penuh dengan percakapan pasif-agresif dan perselisihan yang kerap terulang. Namun, di balik kerasnya hubungan mereka, terselip kehangatan dan kasih sayang antara ibu dan anak perempuannya.
Proses pendewasaan Lady Bird beriringan dengan manusia-manusia yang ia temui di sepanjang film, seperti teman, pasangan, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Gerwig menghadirkannya dengan cara yang terasa begitu dekat dan personal. Hal ini menjadi penggerak cerita yang membuatnya menjadi lebih realistis. Gerwig juga mampu menangkap dinamika keluarga serta menggambarkan individu yang memiliki kekurangan, membuat setiap percakapan, konflik, dan pergulatan batin dalam film terasa seperti bagian dari kehidupan nyata. Terutama dalam proses tumbuh dewasa, kita mungkin pernah berada di posisi Lady Bird dalam satu atau lain cara.
메타데이터
- post_id
- f23a39eb4ed7
- slug
- lady-bird-2017-f23a39eb4ed7
- url
- https://medium.com/@rucita/lady-bird-2017-f23a39eb4ed7
- canonical_url
- https://medium.com/@rucita/lady-bird-2017-f23a39eb4ed7
- author_url
- https://medium.com/@rucita
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-11 21:11:36