← Back to list

Bayi GTM Saat Mengenalkan MPASI? Coba 9 Tips Praktis Ini Agar Sesi Makan Jadi Menyenangkan

Memasuki fase mengenalkan makanan padat (MPASI) di usia 8–9 bulan memang penuh tantangan ya, Bunda. Sering kali kita merasa stres saat si…

Yazid Nasruddin · 2026-06-08 13:49 · 51 claps · 2.9 min read
#eating #ibu #baby
Open on Medium ↗
Wiki topics: 👨‍👩‍👧 · Family & Parenting

Bayi GTM Saat Mengenalkan MPASI? Coba 9 Tips Praktis Ini Agar Sesi Makan Jadi Menyenangkan

Manusia yang sedang belajar makan

Manusia yang sedang belajar makan

Memasuki fase mengenalkan makanan padat (MPASI) di usia 8–9 bulan memang penuh tantangan ya, Bunda. Sering kali kita merasa stres saat si kecil menutup mulut rapat-rapat atau justru memalingkan wajah saat sendok mendekat.

Seorang Terapis Okupasi Anak, Emma Hubbard, menekankan satu hal penting: di bawah usia 12 bulan, tujuan utama MPASI bukan langsung menghabiskan sepiring penuh, melainkan melatih si kecil agar mengenal, beradaptasi, dan menyukai proses makan. Ingat, sumber nutrisi utama mereka masih berasal dari ASI atau susu formula.

Nah, agar si kecil bisa belajar makan dengan lahap tanpa drama, coba yuk terapkan 9 tips praktis yang sudah teruji secara klinis berikut ini:

1. Mulai dari Porsi “Mikro” (Setengah Sendok Teh)

Jangan berkecil hati kalau si kecil cuma makan sedikit. Di awal-awal ini, cukup berikan setengah sendok teh saja dulu. Fokus kita saat ini adalah mengenalkan makanan secara sensori, biarkan dia melihat warna makanan, menyentuh teksturnya, dan mencium aromanya tanpa merasa terintimidasi oleh porsi yang besar.

2. Pilih Waktu Makan Saat Anak Sedang “Happy”

Waktu terbaik untuk menyuapi si kecil justru setelah dia menyusu. Mengapa? Karena saat perutnya sudah terisi sedikit, suasana hatinya akan sangat bagus (happy).

Jika Bunda menyuapinya saat dia benar-benar kelaparan, dia pasti akan rewel dan hanya mau minum susu yang bisa mengenyangkan dengan cepat tanpa perlu usaha mengunyah. Bunda bisa mulai menukar urutan ini (makan dulu baru susu) setelah anak melewati usia 9–10 bulan.

3. Pentingnya Postur dan Kursi Makan (High Chair)

Mendudukkan si kecil di kursi makan bukan cuma agar dia fokus menatap wajah Bunda, tapi juga demi keamanan menelan. Pastikan tubuh si kecil duduk tegak lurus (posisi 90 derajat).

Jika tubuhnya merosot atau miring, si kecil akan kesulitan mengoordinasikan gerakan mulut untuk mengunyah dan menelan. Selain itu, kursi makan menciptakan rutinitas agar anak paham bahwa duduk di sana berarti waktunya makan.

4. Bebaskan dari Segala Bentuk Distraksi

Saat jam makan, matikan dulu TV, gadget, atau musik yang berisik ya, Bunda. Makan adalah sebuah keterampilan yang perlu dipelajari dengan fokus tinggi. Suasana yang tenang membantu si kecil menyadari tekstur dan rasa di mulutnya tanpa teralihkan oleh layar atau suara keras.

5. Izinkan Si Kecil Makan dengan Berantakan

Melihat lantai atau baju kotor memang bikin gemas, tapi biarkan saja si kecil makan dengan berantakan. Ini adalah bagian dari stimulasi sensori. Bayi perlu menyentuh dan meremas makanan sebelum berani memasukkannya ke mulut.

6. Hindari Kebiasaan “Mengusap” Sisa Makanan di Mulut

Pernahkah Bunda secara otomatis membersihkan sisa makanan di sekitar bibir si kecil menggunakan sendok setiap habis menyuapi? Sebaiknya hindari ini ya, Bunda.

Membersihkan mulut secara terus-menerus bisa membuat anak merasa tidak nyaman, terganggu, bahkan bisa memicu trauma pada area mulut. Biarkan saja berantakan dulu, dan bersihkan semuanya sekaligus menggunakan waslap hangat setelah sesi makan benar-benar selesai.

7. Gunakan Strategi “Tukar Sendok”

Si kecil suka berebut sendok yang Bunda pegang? Berikan dia satu sendok kosong khusus untuk dipegangnya sendiri.

Jika dia merebut sendok yang Bunda gunakan untuk menyuapi, Bunda tinggal mengambil sendok kosong yang dia pegang tadi, mengisinya dengan makanan, lalu menyuapinya kembali. Dengan begini, tangan si kecil tetap sibuk bereksplorasi tanpa menghentikan proses makan.

8. Duduk Berhadapan dan Jadilah “Cermin”

Pastikan Bunda duduk tepat di depan si kecil sehingga mata kalian sejajar. Saat menyuapi, posisikan sendok secara horizontal (sejajar) dengan mulutnya, jangan terlalu tinggi.

Saat sendok mendekat, buka mulut Bunda lebar-lebar sambil berkata “Aaa…”. Si kecil adalah peniru ulung; dia akan mengikuti ekspresi wajah Bunda dan membuka mulutnya. Biarkan bibir atasnya yang menarik makanan dari sendok secara aktif.

9. Pilih Sendok yang Kecil dan Pipih

Gunakan sendok bayi yang memiliki wadah (bowl) yang dangkal atau pipih, bukan yang cekung dalam. Sendok yang dangkal memudahkan si kecil membersihkan seluruh makanan dari sendok hanya dengan sedikit gerakan bibir. Jika sendoknya terlalu cekung, bayi akan kesulitan mengambil semua makanannya dan hal ini bisa membuatnya cepat lelah.

Semangat mencoba ya, Bunda! Nikmati proses pembiasaan ini dengan sabar. Ingat, setiap usapan, kontak mata, dan senyuman Bunda saat makan adalah modal utama si kecil untuk membangun hubungan yang sehat dengan makanan di masa depan.

Artikel ini disarikan dan diadaptasi dari panduan praktis YouTube Emma Hubbard: BABY WON’T EAT SOLIDS — FAIL PROOF TIPS TO MAKE MEALTIMES FUN AND EASY.


메타데이터
post_id
f29afc6c093d
slug
bayi-gtm-saat-mengenalkan-mpasi-coba-9-tips-praktis-ini-agar-sesi-makan-jadi-menyenangkan-f29afc6c093d
url
https://medium.com/@yazidnasruddin/bayi-gtm-saat-mengenalkan-mpasi-coba-9-tips-praktis-ini-agar-sesi-makan-jadi-menyenangkan-f29afc6c093d
canonical_url
https://medium.com/@yazidnasruddin/bayi-gtm-saat-mengenalkan-mpasi-coba-9-tips-praktis-ini-agar-sesi-makan-jadi-menyenangkan-f29afc6c093d
author_url
https://medium.com/@yazidnasruddin
status
ok
fetched_at
2026-07-10 04:31:59