← Back to list

KENGERIAN DI ANGKRINGAN XVI

Day off. Tidak banyak aktifitas seharian ini, kecuali pagi tadi. Telfon masuk dari Pak Manager “Gus. Ada audit, berangkat ya”. Apa boleh…

agvsce · 2025-10-30 03:21 · 1 claps · 1.4 min read
#angkringan #denpasar #intel
Open on Medium ↗

KENGERIAN DI ANGKRINGAN XVI

gerombolan jawa jawa jawa tengah duduk melingkar (agus cahyono/kengerian di angkringan)

gerombolan jawa jawa jawa tengah duduk melingkar (agus cahyono/kengerian di angkringan)

Day off. Tidak banyak aktifitas seharian ini, kecuali pagi tadi. Telfon masuk dari Pak Manager “Gus. Ada audit, berangkat ya”. Apa boleh buat, hamba hanyalah seorang bawahan semata.

Pukul tujuh Denpasar; kemacetan, keruwetan, ketengilan musti kulewati. Jarak 4,7 KM kutempuh lebih dari 20 menit, banyak orang menyebut Rush Hour-nya Denpasar bikin pusing kepala.

Dua jam menemani auditor dari kantor pusat bhekasi, bak seorang intel menyamar, bertubi-tubi pertanyaan keluar dari mulut mbak auditor. Sialan kataku. Pagi yang mustinya melihat laut lalu mlipir ke pasar digantikan dengan bertemu intel gadungan.

Ahyaasudahlah. Siang balik kostan sepetak sumpek murahan itu, rebahan tipis sembari menonton film tua dari website ilegal yang dipenuhi iklan judol. Sebatang dua batang kretek KMB (Kelas Menengah Bawah) berhasil mengusir semburat dalam kepala.

Malam jatuh di Denpasar dengan langit tampak hitam keabuan tanpa bintang. Mencoba mencari kedai Angkringan, dapat. Berada di jalan puputan yang rapih nan rindang, sebuah gerobak kedai angkringan samar terlihat. Sisi sebelah kanan hotel bintang empat tangguh tinggi menjulang, sisi sebelah kiri terdapat sebuah cafe cantik yang dipenuhi pemuda-pemudi Bali.

“Monggo mas, minumnya apa?” Tanya mas kedai yang modis itu

Wedang jahe agaknya pas untuk situasi malam ini, pesan satu. Ambil sebungkus nasi dan empat sunduk sate, kenyang itu harus. Buset. Semua mas-mas duduk bergerombol, aing sendirian terlihat macam orang asing hilang arah.

Pesanan datang diantar mas kedai modis, lagi lagi kata monggo kudengar, seketika berasa jadi mayoritas. Tanpa basa-basi kuhajar sebungkus nasi beserta printilannya, tak membutuhkan waktu lama lenyap begitu saja.

Ini hebat, wedang jahenya unik ada tambahan jeruk nipis dan sereh berhasil menciptakan segelas wedang yang ngangetin. Kurangnya di kedai ini cuma satu, tak jualan gorengan. Sepeduli itukah orang Bali dengan kesehatan? atau mas kedai malas jual gorengan karena harga minyak disini mahal? tapi semua hal disini sewajarnya tidak ada yang murah sih.


메타데이터
post_id
f2f4abb9455b
slug
kengerian-di-angkringan-xvi-f2f4abb9455b
url
https://medium.com/@agvsce/kengerian-di-angkringan-xvi-f2f4abb9455b
canonical_url
https://medium.com/@agvsce/kengerian-di-angkringan-xvi-f2f4abb9455b
author_url
https://medium.com/@agvsce
status
ok
fetched_at
2026-06-24 11:06:28