Hadji murat karya terakhir Leo tolstoy
Entah motif apa yang mendorong Tolstoy mengarang karya tersebut.
Hadji Murat Karya Terakhir Leo Tolstoy
Entah motif apa yang mendorong Tolstoy mengarang karya tersebut.

Dokumen pribadi
Leo Tolstoy, seorang sastrawan asal Rusia yang terkemuka ternyata pernah merasa kagum dengan seorang muslim. Menjelang akhir hayatnya dia menuliskan tokoh tersebut menjadi sebuah novel fiksi. Karya ini merupakan penutup bagi hidupnya.
Hadji Murat merupakan tokoh yang dikagumi sang sastrawan itu. Tolstoy menulis novel Hadji Murat dari cerita-cerita yang sampai ke telinganya dan belum pernah bertemu secara langsung dengan Hadji Murat.
Bagi saya, novel ini adalah karya pertamanya Tolstoy yang saya baca.
Novel ini dibangun dengan tiga kubu, dua di antaranya terdapat pengkhianatan dan satunya ialah musuh mereka. Kelompok Rusia dipimpin oleh Nikolai sedangkan kelompok muslim yang terpecah menjadi dua, yakni kelompok Hadji Murat dan Syamil.
Hadji Murat merupakan Muslim yang taat, penunggang kuda yang gigih layaknya orang- orang pegunungan Kaukasus yang sekarang menjadi daerah Dagestan. Di dalam novel diceritakan bahwasanya Hadji Murat tidak pernah meninggalkan shalatnya. Suatu kejadian, dia pernah ditawari hadiah oleh Vorontsov dan beliau hanya memilih sebuah tempat untuk melaksanakan shalat dengan tenang.
Tunduk kepada pihak musuh adalah perbuatan yang hina. Dan inilah yang terjadi pada Hadji Murat dan beberapa pengukutnya, tetapi pasti tetap ada maksud terselubung pada perbuatannya. Pada saat yang sama keluarganya menjadi sandera di pihak Syamil karena telah mengkhianati mereka.
Pengkhianantan di sini merupakan sebuah konflik yang rumit. Di kubu Syamil memandang Hadji Murat pengkhianat karena telah tunduk kepada Rusia. Menurut Hadji Murat, Syamil telah berkhianat karena telah lalai dalam menegakan syariat Islam.
Konflik itu yang disodorkan oleh Leo Tolstoy dalam novel ini. Sebuah konflik perpolitikan dan tentang cara bertahan hidup di tengah peristiwa tersebut. Beliau juga tidak lupa menyelipkan peribahasa yang berbunyi:
Anjing memberi daging kepada keledai dan keledai memberi jerami kepada anjing- dan keduannya jadi kelaparan.
Sebagai penutup maka saya akan mengutip cerita rakyat yang menarik :
Cerita tentang seekor elang yang tertangkap, dan menjalani sisa hidupnya dengan manusia, lalu kembali kepada kawanannya di pegunungan. Ia kembali tetapi dengan rantainya, dan lonceng-lonceng yang tergantung pada rantai tersebut. Dan burung- burung elang yang lainnya tidak bisa menerimanya dan mengusir dia untuk kembali ke tempat dimana manusia menggantungkan lonceng- lonceng, dan juga rantai. Tetapi elang tersebut tidak ingin meninggalkan tempat kelahirannya dan tetap berada di situ dan akhirnya elang- elang yang lain mematukinya sampai mati.
Punya tulisan tentang buku? Terbitkan di Booknotations. Daftar sekarang dan cek panduannya!
[embed]Submission Guideline — Booknotations Panduan mengirim tulisan ke Booknotationsmedium.com
메타데이터
- post_id
- f30a1b83d3f8
- slug
- hadji-murat-karya-terakhir-leo-tolstoy-f30a1b83d3f8
- url
- https://medium.com/booknotations/hadji-murat-karya-terakhir-leo-tolstoy-f30a1b83d3f8
- canonical_url
- https://medium.com/booknotations/hadji-murat-karya-terakhir-leo-tolstoy-f30a1b83d3f8
- author_url
- https://medium.com/@fhmea3873
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 01:16:53