iRISA, Aplikasi Jaman Now untuk Mencegah Terjadinya Penipuan dalam Arisan Online
Aplikasi ini bernama iRISA, singkatan dari kata Instan Arisan yang menggambarkan sebuah aplikasi arisan yang mudah dan aman. iRISA adalah…
iRISA, Aplikasi Jaman Now untuk Mencegah Terjadinya Penipuan dalam Arisan Online

Aplikasi ini bernama iRISA, singkatan dari kata Instan Arisan yang menggambarkan sebuah aplikasi arisan yang mudah dan aman. iRISA adalah platform perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengelola kegiatan arisan secara digital melalui perangkat seluler, seperti smartphone atau tablet. Arisan sendiri merujuk pada kegiatan bersama di dalam sebuah komunitas, di mana konsepnya adalah pengumpulan dana pada setiap periode tertentu. Setelah dana terkumpul, akan dilakukan undian untuk menentukan penerima dana tersebut. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah memberikan keamanan kepada pengguna yang ingin mengikuti kegiatan arisan secara online.
iRISA merupakan proyek yang pernah berpartisipasi dalam Kompetisi Tingkat Nasional yang diadakan oleh Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. iRISA berhasil masuk dalam 10 besar dan meraih peringkat keempat pada akhir kompetisi.
Mengapa Aplikasi ini perlu untuk dirancang ?
Peningkatan aktivitas online selama pandemi saat ini berdampak buruk, terutama dengan meningkatnya kasus kejahatan siber. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Federal Bureau of Investigation (FBI), kejahatan dunia maya meningkat sebanyak 300 persen sejak awal pandemi Covid-19. KOMINFO juga mencatat bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua tertinggi dalam kasus kejahatan siber di dunia.
Situasi ini turut berkontribusi pada meningkatnya kasus penipuan dalam kegiatan arisan online. Seiring pandemi, kegiatan arisan tidak dapat dilakukan secara langsung, melainkan melalui platform sosial media seperti WhatsApp, Line, Instagram, dan Twitter. Beberapa masalah muncul karena kekhawatiran masyarakat yang ingin bergabung dengan arisan online, seperti ketidakkenalan dengan anggota lain, ketidakjujuran penyelenggara arisan online, serta anggota yang kabur atau telat dalam membayar iuran arisan.
Banyaknya orang yang mengikuti arisan online karena selama pandemi ini, perekonomian masyarakat tidak stabil (mereka membutuhkan uang dalam jumlah besar secara cepat).
Bagaimana mendapatkan solusi yang tepat dari permasalahan tersebut ?
Oleh karena itu, perlu sebuah tujuan riset untuk mendapatkan solusi dalam mencegah terjadinya penipuan pada kegiatan arisan online. Untuk mendapatkan solusi dari kasus tersebut, penulis yang terdiri dari dua anggota yaitu Fahmi Abdillah Al Amien dan Bintang Nur Wahid menggunakan metode pengumpulan data melalui Brainstorming dan Research (riset). Menghasilkan sebuah solusi dengan membuat sebuah wadah untuk masyarakat yang ingin mengikuti arisan online dengan mudah dan aman meskipun tidak mengenal anggota satu dengan yang lain, dengan tujuan sebagai berikut.
- Dapat membantu masyarakat yang ingin mengikuti arisan online agar merasa lebih tenang dan aman dari risiko penipuan ketika bergabung dengan sebuah arisan online yang tersedia.
- Dapat membantu menjawab keraguan masyarakat yang ingin mengikuti arisan online, terutama terkait dengan kasus anggota arisan yang sering kali telat membayar iuran.
Brainstorming dan Riset
Langkah awal yang diambil adalah menentukan metode riset yang digunakan, yaitu survei kuisioner melalui Google Form dengan jumlah minimal responden sebanyak 30 orang, dan wawancara dengan setidaknya 5 pengguna. Objek penelitian kami yang juga menjadi batasan dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan masyarakat yang pernah mengikuti kegiatan arisan online.

As-is Scenario Map
Berdasarkan riset awal yang telah dilakukan, dihasilkan sebuah artefak As-is Scenario Map berdasarkan 39 responden dari survei kuisioner dan 6 responden dari wawancara. Hal ini dibutuhkan untuk memahami nilai dari pengalaman pengguna (apa yang dirasakan pengguna) dan untuk untuk mengeksplorasi ide-ide baru berdasarkan pengalaman pengguna selama mengikuti sebuah arisan online.

Emphaty Map
Berdasarkan pemetaan hasil survei melalui As-is Scenario Map, dihasilkan sebuah Empathy Map yang bertujuan untuk memudahkan proses dalam mengetahui lebih lanjut karakteristik pengguna dan memahami perilaku pengguna sejalan dengan tujuan dari proyek riset yang dilakukan. Dibuatnya empathy map ini juga bertujuan untuk mengesampingkan pendapat pribadi dari penulis.

User Persona
Hasil dari analisis emphaty map adalah pendefinisian sebuah User Persona, artefak ini menggambarkan kondisi dari pengguna secara detail dan keseluruhan. Selain itu juga menjadi fokus kepada tujuan pengguna (goals) dan hal yang menjadi motivasi pengguna mengikuti sebuah arisan online.
Bagaimana hasilnya ?
Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan, dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat menjadi wadah bagi masyarakat atau mahasiswa yang ingin mengikuti arisan secara online. Hal ini dikarenakan hingga saat ini, kekhawatiran muncul ketika mereka hanya mengikuti arisan online melalui media sosial. Pada platform tersebut, transparansi dalam keuangan, latar belakang anggota yang tidak jelas, dan risiko penipuan oleh admin atau anggota yang kabur selama arisan masih berjalan seringkali menjadi masalah.
Proses Perancangan Komponen Prototipe yang Dibutuhkan
Sebelum merancang sebuah aplikasi, penting untuk memetakan solusi yang dihasilkan berdasarkan tujuan dari proyek riset ini. Maka, solusi yang dihasilkan berdasarkan tujuan dari proyek riset ini adalah sebagi berikut.
- Penipuan uang arisan online yang mudah terjadi
Aplikasi iRISA akan beroperasi dengan uang iuran yang akan disalurkan ke pihak ketiga, yaitu sistem aplikasi iRISA (admin server aplikasi). Setelah semua anggota membayar dan uang arisan terkonfirmasi oleh sistem bahwa semua iuran telah terkumpul, disaat jadwal undian tiba, sistem akan menampilkan tombol “Undi Sekarang” dan nama peserta arisan yang terpilih, akan menerima uang iuran secara langsung dari admin aplikasi, dan pemenang akan tercatat dalam daftar riwayat arisan. Anggota yang telah mendapatkan arisan secara otomatis tidak akan terdaftar lagi dalam undian selanjutnya, namun masih tetap berada pada grup arisan hingga arisan selesai.
- Anggota kabur atau telat dalam pembayaran
Seluruh data pengguna, seperti KTP, dua nomor hp aktif, alamat domisili, dan email, menjadi syarat wajib dalam registrasi penggunaan aplikasi ini. Selain itu, sistem akan memberikan pengingat berupa notifikasi jika undian arisan akan dimulai dalam 1 minggu, dan seterusnya hingga hari terakhir sebelum undian arisan dimulai. Pada hari pengundian arisan, jika ada peserta yang telat membayar, akan dikenakan denda sebesar 50% dari jumlah iuran (bukan total arisan namun iuran per orang). Pemberitahuan denda akan disampaikan melalui aplikasi dan email yang bersangkutan. Jika hal tersebut terjadi untuk kedua kalinya, dan seterusnya, denda yang dikenakan akan mencapai 100% dari jumlah iuran pada arisan berikutnya. Untuk anggota yang dirugikan (menjadi korban), uang akan masuk setelah anggota yang terlambat membayar melunasi dalam batas waktu maksimal 1 bulan. Uang denda yang telah dibayarkan akan terbagi rata dengan seluruh anggota (kecuali anggota yang terkena sanksi denda) yang otomatis terhitung masuk ke dalam jumlah total uang iuran selanjutnya (uang iuran akan terpotong sesuai pembagian uang denda yang masuk).
Keterangan Pihak pertama : anggota arisan Pihak kedua : ketua arisan (membuat kelompok arisan dan start undian) Pihak ketiga : sistem iRISA
Note. Jika telah masuk waktu pengundian dan dalam waktu 24 jam tidak dilakukan start undian oleh ketua arisan, maka sistem akan otomatis melakukan start undian.

Card Sorting
Seletah seluruh solusi didefinisikan, kami melakukan brainstorming untuk menentukan kerangka dan komponen yang dibutuhkan sebagai bahan untuk perancangan prototipenya. Metode yang digunakan adalah Card Sorting yang mana untuk memudahkan proses mengklasifikasikan dan mengkategorisasikan setiap komponen pada masing-masing tampilan (fitur) yang dibutuhkan.

User Flow
Setelah keseluruhan komponen dari masing-masing fitur telah didefinisikan, langkah selanjutnya yaitu menyusun sebuah User Flow (alur penggunaan) dari aplikasi arisan online ini. Hal ini dibutuhkan untuk dasar dari perancangan prototype aplikasi iRISA.
Proses Perancangan Prototipe
Proses pertama dalam perancangan prototipe ini adalah mempersiapkan desain awal yaitu desain Low Fidelity (Lo-fi) sebagai kerangka dasar sebelum prototipe sebenarnya dibuat.



Desain Low Fidelity
Desain low fidelity ini dibuat melalui proses manual (menggunakan lukisan tangan) untuk mengefisiensikan waktu pengerjaan, yang mana pada perancangan prototype ini memiliki tenggat waktu yang singkat.

High Fidelity
Tahap akhir dari proses perancangan prototipe aplikasi iRISA ini adalah merancang* *High fidelity (Hi-fi)** berdasarkan low fidelity yang sebelumnya telah dibuat. Hi-fi itu sendiri merupakan desain yang sudah kompleks, telah ditentukan bentuk, warna dan ukuran yang sesuai.

Desain Information
Setelah menyelesaikan proses perancangan desain high fidelity, langkah selanjutnya adalah menghubungkan setiap halaman desain dengan halaman desain lain yang disesuaikan berdasarkan User Flow yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah prototype aplikasi iRISA yang interaktif.
Pengujian Prototipe
Tahap akhir dari perancangan prototipe aplikasi iRISA adalah mengevaluasi desain prototipe yang telah dibuat dengan melakukan pengujian kepada pengguna yang akan menggunakan aplikasi ini. Batasan pengguna dalam pengujian ini mengikuti batasa awal yaitu mencakup mahasiswa dan masyarakat yang pernah mengikuti arisan online.
Pengujian ini dilakukan menggunakan metode User Testing melalui Maze App, yang mana responden dari pengujian ini adalah responden yang telah mengikuti survei sebelumnya.
Hasil pengujian dari prototipe ini menunjukkan bahwa pada test case pertama, nilai keberhasilan langsung (direct success) rendah dikarenakan penulis hanya memberikan satu path saja, yang mana path dalam maze app adalah alur interaksi/ navigasi aplikasi yang ingin di ujikan. Hal ini menyebabkan langkah yang seharusnya benar menjadi salah saat dideteksi oleh sistem maze. Selanjutnya, perlu dilakukan perbaikan dari sisi tata letak yang tidak konsisten, seperti ikon, font, dan gambar, yang dapat menyebabkan kebingungan bagi pengguna. Hal ini dibuktikan berdasarkan heatmap yang dihasilkan oleh sistem maze.
Untuk melanjutkan proyek ini, perlu dilakukan pengujian ulang terhadap desain yang telah diperbarui, berdasarkan hasil evaluasi dan analisis pengujian yang telah dihasilkan pada penelitian ini. Diperlukan juga penambahan beberapa tampilan desain yang masih belum ada, agar prototipe dapat lebih jelas menggambarkan bagaimana setiap fitur dapat berfungsi dengan baik.
Penutup
Permasalahan utama dalam kegiatan arisan online melibatkan risiko penipuan dan kurangnya kedisiplinan anggota dalam membayar secara berkala saat arisan berlangsung. Oleh karena itu, aplikasi iRISA berfungsi sebagai perantara dan wadah bagi masyarakat agar dapat mengikuti kegiatan arisan online dengan aman dan nyaman, tanpa khawatir terkena penipuan. Fitur-fitur keamanan melibatkan manajemen keuangan oleh pihak ketiga (sistem), serta verifikasi akun yang jelas dengan menyertakan foto KTP, foto diri bersama KTP, dan pengisian formulir data diri yang lengkap. Selain itu, diterapkan sanksi berupa denda untuk mendorong kedisiplinan pembayaran iuran arisan oleh seluruh anggota. Adanya sanksi juga dapat memberikan efek jera bagi anggota yang melanggar aturan.
Note: Project riset ini dilakukan pada tahun 2021.
Prototype
메타데이터
- post_id
- f30cf0d8b345
- slug
- irisa-aplikasi-jaman-now-untuk-mencegah-terjadinya-penipuan-dalam-arisan-online-f30cf0d8b345
- url
- https://medium.com/@fahmiabdillah11/irisa-aplikasi-jaman-now-untuk-mencegah-terjadinya-penipuan-dalam-arisan-online-f30cf0d8b345
- canonical_url
- https://medium.com/@fahmiabdillah11/irisa-aplikasi-jaman-now-untuk-mencegah-terjadinya-penipuan-dalam-arisan-online-f30cf0d8b345
- author_url
- https://medium.com/@fahmiabdillah11
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-24 16:06:45