← Back to list

Building a Foundation- Tugas Esai Welcoming Party

Mengawali perjalanan di Institut Teknologi Bandung (ITB) bukan sekadar berpindah status menjadi mahasiswa, melainkan sebuah transformasi…

Muhammadefryansyahryan · 2026-04-21 12:29 · 0 claps · 2.4 min read
#welcoming-party #itb #fmipa
Open on Medium ↗

Building a Foundation- Tugas Esai Welcoming Party

Mengawali perjalanan di Institut Teknologi Bandung (ITB) bukan sekadar berpindah status menjadi mahasiswa, melainkan sebuah transformasi pola pikir. Perubahan ini menuntut saya untuk meninggalkan zona nyaman dan mulai mengadopsi kemandirian intelektual, di mana disiplin diri menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan yang ada. Kegiatan Welcoming Party pada tanggal 18 April 2026 memberikan gambaran bagi saya bahwa kehidupan di kampus ITB adalah keseimbangan antara ketajaman akademik, keaktifan non-akademik, dan pentingnya lingkungan suportif yang ditemukan melalui mentoring kelompok.

Aspek akademik menjadi pilar utama yang dibahas secara mendalam. Satu hal yang ditekankan adalah realitas bahwa di ITB, Indeks Prestasi (IP) memiliki bobot yang sangat krusial, terutama bagi mahasiswa baru di Tahap Persiapan Bersama (TPB) dikarenakan IP yang didapat menjadi penentu ke penjurusan nantinya bagi mahasiswa yang non-peminatan seperti saya. Pre-test atau Pemetaan Kesiapan Akademik (PKA) menjadi langkah wajib untuk mengukur kemampuan dasar dan menyamakan standar dalam mata pelajaran inti seperti Matematika, Fisika, dan Kimia alias mafiki. Dengan memahami standar indeks nilai yang ketat — di mana membutuhkan angka di atas 75 atau 80 tergantung mata kuliah — saya menyadari bahwa strategi belajar tidak bisa dilakukan secara serampangan. Penggunaan sumber daya eksternal seperti platform “TPB Santuy,bermatematika, tutor sebaya, dll” menjadi tips praktis yang sangat berharga yang disampaikan kak Khema untuk membantu mempersiapkan TPB lebia awal dan membedah materi-materi sulit dengan cara yang lebih aksesibel.

Namun, ITB tidak hanya tentang angka di atas kertas. Aspek non akademik turut menjadi sorotan dalam sesi pengenalan dari para mentor, seperti yang disampaikan pada sesi mentoring bersama kak Khalif yang menjelaskan kegiatan non akademik di ITB, seperti contohnya UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ada di ITB memiliki jumlah yang sangat banyak bagi saya, UKM di ITB sendiri terbagi menjadi beberapa rumpun yaitu :Pendidikan(URO ITB,KSEP ITB,GMUNC ITB), Seni Budaya (ITBJazz,PSM ITB,MBWG ITB), Olahraga dan Kesehatan (UBT ITB,Percama ITB,PSHT ITB), Media (LFM ITB,GIM ITB,8EH Radio ITB), dan Kajian (Majalah Ganesha); terdapat juga Panpus (Panitia Pusat) yang diadakan universitas nya seperti kegiatan AMI (Aku Masuk ITB), Panitia Wisuda, OSKM, dan masih banyak lagi;lalu ada juga Aksi Angkatan(Aksang) yaitu kegiatan pengabdian masyarakat atau karya inovasi yang dilakukan mahasiswa tingkat pertama atau kedua setelah OSKM pada tingkat Angkatan; terakhir ada BPA (Badan Perwakilan Anggota) yaitu lembaga legislatif atau perwakilan mahasiswa di tingkat fakultas atau angkatan.

Terakhir, peran mentoring kelompok menjadi jembatan yang menyatukan kedua aspek tersebut dan menambah wawasan kami jauh lebih dekat tentang kehidupan di kampus. Melalui kelompok mentoring, saya mendapatkan informasi tentang kakak punak yang memimpin kelompok saya Erumalu yaitu Kak Firdan, kak firdan menjelaskan banyak hal tentang pengalaman nya saat berogranisasi. Hal yang paling saya ingat kak Firdan menjelaskan pengalaman nya menjadi anggota komunitas dari Logica, yaitu mendapatkan banyak relasi dari berbagai kampus ternama lalu kegiatan positif yang sangat menarik untuk diikuti untuk menambah skill dan pengalaman. Berkat pemaparan kak Firdan saya juga tertarik bergabung menjadi community connector Logica sehingga saya langsung daftar pada hari itu juga. Selain itu, kak Firdan juga menjelaskan beasiswa yang ia dapati, kak firdan berbagi banyak hal tentang kegiatan saat menjalani beasiswa tersebut. Mentoring ini mengajarkan saya untuk mencoba bergabung dengan kegiatan non akademik di ITB, karena tentunya banyak benefit yang bisa saya dapatkan dengan mengikuti kegiatan non akademik.

Sebagai kesimpulan, Welcoming Party The Will of Alabasta hari ini memberikan pesan yang sangat informatif: sukses di ITB memerlukan manajemen prioritas yang matang. Akademik adalah fondasi yang harus dijaga dengan pemetaan yang jelas, sementara kegiatan non-akademik adalah wadah untuk bertumbuh. Dengan pemaparan dari kelompok mentoring, saya optimis dapat menjalani masa TPB dengan strategi yang lebih terukur dan mentalitas yang lebih tangguh.


메타데이터
post_id
f3a4b1104ffb
slug
building-a-foundation-tugas-esai-welcoming-party-f3a4b1104ffb
url
https://medium.com/@muhammadefryansyahryan/building-a-foundation-tugas-esai-welcoming-party-f3a4b1104ffb
canonical_url
https://medium.com/@muhammadefryansyahryan/building-a-foundation-tugas-esai-welcoming-party-f3a4b1104ffb
author_url
https://medium.com/@muhammadefryansyahryan
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13