Kehormatan untuk Menjadi Pertama
Pernahkah terlintas di benakmu bahwa menjadi pertama adalah kesempatan yang luar biasa atau hal yang tidak memberi ruang pada rasa nyamanmu…
Kehormatan untuk Menjadi Pertama
Pernahkah terlintas di benakmu bahwa menjadi pertama adalah kesempatan yang luar biasa atau hal yang tidak memberi ruang pada rasa nyamanmu sama sekali?
Menjadi pertama tentu mengharuskan kita berhadapan dengan pilihan-pilihan yang datang tanpa wujud yang jelas. Meskipun terdapat arahan yang jelas, belum tentu akan menghasilkan sesuatu yang sama baiknya. Menjadi pertama kadang adalah pilihan yang sangat buruk. Sebab semua yang pertama lebih seperti kelinci percobaan, atau tumbal, untuk dapat memudahkan pihak setelahnya.
Menjadi pertama kadang datang dari sesuatu yang tidak diinginkan. Datang dari tanggung jawab yang mau tidak mau harus diambil. Atau kehadirannya adalah hal yang sama sekali tidak kita nantikan dan inginkan. Tapi kita tidak punya pilihan selain mengambilnya. Sebab hal lain terasa lebih jauh, terlalu abstrak, dan sulit digapai.
Tapi, di balik semua beban iut, menjadi pertama juga menyimpan kehormatan.. Menjadi pertama selalu punya sisi hebatnya. Menjadi yang pertama atas tantangan yang kehadirannya tidak kalian inginkan adalah suatu kehormatan tersendiri. Menjadi pertama adalah sebuah keberanian. Sebab banyak orang lebih memilih untuk menghindar dan tidak mengambil yang pertama itu.
Tidak banyak yang benar-benar sempurna dan siap sepenuhnya untuk menjemput kesempatan pertamanya. Sebab yang lain memilih untuk menunggu dan berlindung di kata “siap”. Berlindung dengan kata aman bernama “sempurna”, sebuah ilusi yang tidak pernah datang. membangun citra bahwa dirinya adalah manusia tanpa cela.
Menjadi tidak sempurna di kesempatan pertama adalah hal yang wajar. Hal yang wajar bagi seseorang dengan penuh keberanian menjemputnya. Menyelesaikannya meskipun di tengahnya ada perasaan ingin menyerah sepenuhnya. Bahkan tidak memilih untuk berhenti meski pilihan itu selalu tersedia dengan jaminan tanpa risiko.
Karena kita tahu bahwa yang pertama bisa saja membuka banyak hal. Membuka pintu menuju pengetahuan baru.
Pengetahuan betapa berani dan hebatnya diri kita sendiri untuk berani melangkah.
Pengetahuan bahwa apa yang bersembunyi dari kata “takut” ternyata tidak seseram itu.
Mencari tahu dan menjelajahi tentang apa itu “pertama” pada akhirnya mengantarkan kita kepada perjalanan yang akan kita kenang menjadi hal yang luar biasa. Luar biasa, sebab dari banyak ketakutan dan pilihan untuk berhenti dan menyerah, kita memilih untuk mengambilnya. Meskipun besar rasa ingin untuk tidak mengetahuinya.
Alih-alih memilih membungkam rasa takut dengan ketidaktahuan, kita memilih untuk membiarkannya menggema dan bersuara. Sebuah perjalanan yang jelas tidak akan mudah. Tapi kita memilih untuk mengambilnya.
Mengambil hal yang pertama bahkan menjadi perjalanan yang hebat jika diingat tidak banyak orang berada di samping kita. Menjadi pendukung atau penyemangat di saat-saat sulit.
Namun sebelum aku melangkah kuingatkan:
Ambil yang pertama bila itu adalah keputusan yang membantumu untuk bertumbuh dan berkembang lebih baik. Ambil yang pertama jika keputusan itu membuatmu mampu melihat hal-hal luar biasa setelahnya.
Jangan ambil jika yang pertama itu bisa menjadikanmu semakin menilai buruk dirimu sendiri. Jangan ambil yang pertama jika ada banyak konsekuensi rasa sakit dan hal negatif lainnya.
Ambillah dengan bijak. Lalu selesaikan dengan cara yang bijak pula.
Untuk semua yang diambil. Semua yang datangnya tidak diinginkan, lalu diselesaikan sebaik-baiknya. Selalu ingat: ambil kesempatan pertama yang berada di hadapanmu. Ambil sesuatu yang sebelumnya belum berani kamu lihat dengan pasti setelahnya. Ambil dan selesaikan dengan apa yang ada di baliknya.
Lihatlah pengalaman pertama itu adalah bukti keberanianmu yang luar biasa. Keberanian dan kesiapan mental untuk menjadi tidak sempurna. Namun memilih untuk tetap mengambil jalan berani.
Pada akhirnya pertanyaannya adalah: Siap untuk mengambil yang pertama dan menyematkan penghargaan pertama pada dirimu sendiri dengan bangga?
메타데이터
- post_id
- f3b8acf00d6d
- slug
- kehormatan-untuk-menjadi-pertama-f3b8acf00d6d
- url
- https://medium.com/@izzahalunzi/kehormatan-untuk-menjadi-pertama-f3b8acf00d6d
- canonical_url
- https://medium.com/@izzahalunzi/kehormatan-untuk-menjadi-pertama-f3b8acf00d6d
- author_url
- https://medium.com/@izzahalunzi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-24 08:39:01