← Back to list

Belajar dari Dracin Buatan CIA

Anda tidak salah baca judulnya. CIA. Central Intelligence Agency, agensi intelijen asing sipil dari pemerintah Amerika Serikat, baru saja…

Didit Putra Erlangga · 2026-02-23 03:43 · 0 claps · 3.4 min read
#intelligence #cia #comunist-party #minidrama #dracin
Open on Medium ↗

Belajar dari Dracin Buatan CIA

Ilustrasi artikel, dibuat menggunakan layanan ChatGPT

Ilustrasi artikel, dibuat menggunakan layanan ChatGPT

Anda tidak salah baca judulnya. CIA. Central Intelligence Agency, agensi intelijen asing sipil dari pemerintah Amerika Serikat, baru saja melakukan operasi psikologis menyasar China yang selama ini dianggap seteru dalam hal politik, militer, maupun ekonomi. Mereka merilis dua video berbahasa mandarin yang isinya adalah ajakan bagi anggota partai untuk menjadi aset mereka, disebarkan secara terbuka di Youtube dan beranak pinak di platform media sosial lainnya.

Terdapat dua video yang dibuat untuk tujuan tersebut, yang pertama berjudul 挺身而出的原因:为拯救未来 (Reasons for Stepping Up: To Save the Future) dan kedua berjudul 选择合作的原因:成为命运的主宰者 (Reasons for Choosing Cooperation: Becoming the Master of Your Fate). Video pertama menggunakan sudut pandang pejabat senior partai yang resah melihat rekan-rekannya dibuang setelah tidak berguna, sedangkan video kedua memakai sudut pandang anggota tingkat junior atau menengah yang frustasi melihat organisasi yang dipenuhi oleh elit yang korup serta karir stagnan.

Tampilan video Youtube dari CIA untuk video berjudul 挺身而出的原因:为拯救未来

Tampilan video Youtube dari CIA untuk video berjudul 挺身而出的原因:为拯救未来

Tampilan dari video Youtube milik CIA menampilkan video berjudul 选择合作的原因:成为命运的主宰者

Tampilan dari video Youtube milik CIA menampilkan video berjudul 选择合作的原因:成为命运的主宰者

Di akhir kedua video tersebut, terdapat pesan yang jelas dan spesifik: hubungi CIA melalui dark web atau jaringan Tor untuk bisa melalui sensor dari pemerintah yang dikenal dengan The Great Firewall.

Melalui akun resminya di X (sebelumnya bernama Twitter), CIA membenarkan kehadiran video tersebut secara terbuka sambil mem-post ulang wawancara Fox News dengan Direktur CIA, John Ratcliffe, menyatakan bahwa strategi tersebut adalah bagian dari cara beradaptasi dalam menghadapi “ancaman” dari China yang terus meningkat.

Bagi saya, ini adalah pemanfaatan storytelling dalam perang intelijen antarnegara adidaya, dan sebetulnya strategi serupa juga sudah diterapkan dalam berbagai kampanye marketing pada umumnya. Entah ini perkembangan yang menggembirakan atau sebaliknya, semakin menegaskan pentingnya peran storytelling dalam banyak hal, kini intelijen termasuk di dalamnya.

Membangun narasi

Ada alasan yang kuat CIA memproduksi dua video dengan sudut pandang yang berbeda. Keduanya menyasar segmen yang berbeda dengan narasi yang sesuai: pejabat senior yang selalu ketakutan bahwa karier-nya bisa hangus dalam semalam, serta anggota junior dengan “ketidaksabaran” sesuai usianya bahwa dia menyia-nyiakan hidupnya hanya untuk melayani sistem yang korup.

Video tersebut digarap dengan cermat, produksi berkualitas tinggi menggunakan pemain berwajah lokal serta sepenuhnya menggunakan bahasa Mandarin (tanpa ada caption bahasa Inggris) yang menandakan bahwa video ini khusus untuk publik di China.

Tema yang disinggung dalam video tersebut melalui riset yang intens, karena mencantumkan “pain points” seperti pembersihan (purge), korupsi, dan risiko kepada keluarga untuk video yang ditujukan kepada pejabat senior. Untuk pejabat junior, pain points yang disampaikan adalah frustasi dan kemandegan karier.

Meminjam istilah dari dunia marketing yakni Call to Action (CTA), setiap video diakhiri dengan CTA yang jelas, yakni instruksi lengkap untuk menghubungi CIA menggunakan dark web atau Tor. Sebuah pengetahuan umum bahwa internet di China mengalami sensor yang ketat sehingga perlu menggunakan jalur belakang seperti itu. CTA yang disampaikan sangat spesifik, bukan sesuatu yang masih umum seperti “hubungi kami” tanpa ada elaborasi lebih lanjut.

Dengan pendekatan yang baru ini, dua video tersebut sengaja disebarkan melalui channel-channel mereka untuk kemudian ditangkap dan disebarkan ulang oleh akun lain, baik akun media, akun buzzer, dan lainnya. Efek viralitas inilah yang diharapkan agar video tersebut merembes masuk ke ekosistem media sosial di China dan menjadi pembicaraan bagi publik di sana.

Minidrama untuk negara

Dari sini kita bisa belajar bahwa CIA memproduksi video dengan messaging yang disusun dari riset terkait pain points sehingga lebih mengena ketimbang sesuatu yang generik. Dengan dua versi segmen yang berbeda, CIA mencoba untuk bereksperimen untuk melihat mana yang lebih rentan untuk dibujuk menjadi aset.

Storytelling di dalam video tersebut memanfaatkan emosi dari penontonnya dengan taruhan yang terasa (misalnya pejabat senior yang mengkhawatirkan nasib keluarganya). Video dengan narasi seperti ini akan terus menjadi pembicaraan dan akan relate dengan seseorang saat situasinya mirip terjadi. Ini bukanlah video perekrutan aset intelijen, tetapi sebuah minidrama dengan CTA untuk menjadi aset intelijen.

Terang-terangan mengakui bahwa video tersebut merupakan strategi intelijen yang menarik karena bisa memastikan bahwa komunikasi mereka bisa menjangkau publik, menunjukkan keseriusan dalam hubungannya terhadap China, serta menegaskan kebijakan dalam negeri soal China.

CIA pasti tidak akan mempublikasikan berapa pejabat partai komunis di China yang menjadi aset, tapi mereka bisa mengukur dampak dari strategi komunikasi ini, baik dari pembicaraan dari dalam negeri maupun kemarahan dari publik China. Namun setidaknya, dalam tahap ini, CIA sudah berhasil membuat kampanye rekruitmen ini menjadi pembicaraan publik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa storytelling bukan sekadar alat pemasaran, tetapi instrumen strategis yang bekerja lintas bidang, mulai dari brand hingga negara. Pertanyaannya: bagaimana organisasi, institusi, atau eksekutif dapat merancang narasi yang persuasif namun tetap kredibel dan etis di ruang publik yang semakin kompleks?

Jika Anda tertarik mendiskusikan strategi narasi, komunikasi, atau positioning di era informasi yang makin kompetitif, mari berdiskusi melalui LinkedIn atau melalui e-mail diditputraerlangga@gmail.com


메타데이터
post_id
f3fa25025bed
slug
belajar-dari-dracin-buatan-cia-f3fa25025bed
url
https://medium.com/@eldidito/belajar-dari-dracin-buatan-cia-f3fa25025bed
canonical_url
https://medium.com/@eldidito/belajar-dari-dracin-buatan-cia-f3fa25025bed
author_url
https://medium.com/@eldidito
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13