← Back to list

Cerita Kecilku: Menapaki Karir Pertama di Perusahaan TIC

Tulisan ini untuk berbagi pengalaman.

This Is Mia · 2026-05-17 10:10 · 0 claps · 7.9 min read
#marine-surveyor #karir #pengalaman
Open on Medium ↗

Cerita Kecilku: Menapaki Karir Pertama di Perusahaan TIC

Tulisan ini untuk berbagi pengalaman.

Hai, ini untuk pertama kalinya aku menulis artikel di sini.

Mohon maaf jika berantakan..

Setelah melewati berbagai ujian tes tulis, fgd, wawancara, akhirnya aku keterima di suatu perusahaan yang bergerak di bidang Marine Inspection (saat ini berproses menjadi perusahaan Testing Inspection Certification/TIC) dengan posisi Operation Reporting Officer.

Sebenarnya aku agak bingung dengan posisiku ini tugasnya apa, sebab di lowongan kerja tidak memuat informasi detail tanggung jawab hanya sebatas syarat melamar pekerjaan tersebut.

Pertama kali masuk aku bertemu dengan seseorang yang akan jadi rekan kerjaku. Di situ aku betul-betul diajarin beliau (Thank you, kak!). Alhamdulillah aku bisa paham dengan baik.

Sebagai lulusan baru teknik kimia tentulah berambisi ingin berkarir di bidang process engineer. Qadarullah, Allah menempatkanku di tempat yang berbeda. Tempat dimana aku belum pernah terpikirkan “Emang ada ya perusahaan yang bergerak di bisnis ini?”

Gambar 1. Process Engineer. Sumber: ZipRecruiter (N/A)

Gambar 1. Process Engineer. Sumber: ZipRecruiter (N/A)

Di jurusan teknik kimia, hanya berfokus pada proses pengolahan bahan baku menjadi produk dengan melibatkan reaksi kimia. Produk tersebut akan dijual ke perusahaan lain sebagai bahan baku atau bahan perantara dan/atau end consumer sebagai barang konsumsi.

Hanya sebatas itu.

Namun, di tempatku saat ini berfokus jual beli barang/kargo. Pengawasan barang saat muat di pelabuhan asal dan bongkar di pelabuhan tujuan. Skema jual beli.

Bisa dibilang aku terjun ke dunia karir yang amat berbeda dengan latar belakang pendidikanku.

Jujur awalnya bingung dan kaget. Pekerjaannya bisa dibilang gampang-gampang susah 😅. Selain itu, sistem pekerjaan yang proyek itu tak menentu terkadang di bulan tertentu ramai, di bulan lainnya sepi. Terkadang bisa di bulan tertentu aku hectic, di bulan lainnya aku santai dan bisa belajar mengingat kembali mata kuliah teknik kimia.

Meski begitu aku sangat menikmati pekerjaanku. Aku jadi belajar banyak hal di luar jurusanku seperti tank inspection, sounding, sampling, incoterm, dan lainnya (mungkin akan kubuatkan artikelnya 🤔).

Hardskill yang kuperoleh selama berkuliah di jurusan teknik kimia tidak begitu terpakai di sini. Namun, dari pengalaman pertamaku bekerja ini, aku merasa beberapa softskill yang terpakai di tempatku bekerja dan mungkin di bidang lain juga.

  1. Komunikasi

Gambar 2. Komunikasi. Sumber: Universitas Multimedia Nusantara (2022)

Gambar 2. Komunikasi. Sumber: Universitas Multimedia Nusantara (2022)

Pekerjaan ini melibatkan berbagai pihak seperti klien, surveyor, tim lab yang pastinya memerlukan komunikasi. Dimana kemampuan komunikasi harus jelas, to the point, dan tentunya sopan.

Komunikasi yang biasanya aku lakukan sebagai berikut.

“Pak A (surveyor) mohon info status terakhir kapal seperti apa?”

“Bagaimana hasil analisa before discharge dari pabrik penerima?”

“Bu B (admin) estimasi draft CoA kapan bisa dikirim by email?”

Dsb..

Sempat terbayangkan orang-orang yang aku chat berpendapat begini tidak yaa..

“Aduh mbak Mia lagi yang chat. Lagi-lagi mbak Mia.” 😂

Terkesan bawel.

Setelah kupikir lagi menurutku komunikasi seperti ini penting karena menunjukkan bahwa ada rasa kepemilikan terhadap pekerjaan.

Pengalaman ini mengajarkanku bahwa komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi saja, tetapi juga bagaimana membangun koordinasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan lancar.

  1. Kemampuan Menentukan Prioritas Urgensi Pekerjaan

Gambar 3. Prioritas. Sumber: Radio Republik Indonesia (2023)

Gambar 3. Prioritas. Sumber: Radio Republik Indonesia (2023)

Dokumen yang diterbitkan perusahaan surveyor dibutuhkan klien untuk persyaratan kapal/tongkang berlayar, maka tak jarang mendapat pressure dari klien untuk segera melakukan penerbitan dokumen. Umumnya dokumen tersebut diminta klien maksimal h+2 setelah pekerjaan selesai (di sini patokannya dari data tanggal Completed Document pada Formulir Time Sheet). Itu baru pekerjaan lokal.

Beda lagi pekerjaan dengan ekspor yang umumnya jika klien konfirm draft di hari tersebut, di saat itu juga harus issued certificate dan report serta pengiriman hardcopy ke kantor mereka. Ya siap-siap aja dikejar-kejar klien haha.

“Bu, tolong segera issued report tongkang TB. A/ BG. B”

“Saya udah konfirmasi draft CoA, CoW, CoDS, CoHC, dan CoO mohon segera issued dan kirim hardcopy ke kantor kami.”

Kalau satu pekerjaan masih memungkinkan. Lantas bagaimana jika dalam satu hari ada 5 draft report yang dikirim dari cabang berbeda?

Di sini skill penentuan prioritas pekerjaan dilakukan.

Biasanya aku mendahulukan pekerjaan ekspor baru pekerjaan lokal. Jika pekerjaan ekspor sudah dieksekusi pertama, lanjut cek pekerjaan lokal. Katakanlah tersisa 4 pekerjaan lokal, aku lihat data tanggal dan jam completed document pada Time Sheet. Data yang mendekati TAT/SLA yang aku prioritaskan.

Dari kondisi tersebut, aku belajar menentukan pekerjaan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Apalagi ketika beberapa pekerjaan datang bersamaan dengan tingkat urgensi yang berbeda-beda. Selain itu, aku belajar untuk lebih tenang dan tidak panik saat menghadapi banyaknya pekerjaan yang datang bersamaan dalam satu hari.

  1. Teliti

Gambar 4. Cek Dokumen. Sumber: Freepik (N/A)

Gambar 4. Cek Dokumen. Sumber: Freepik (N/A)

Skill ini terlihat sepele, tetapi amat berpengaruh besar!

Dokumen yang diterbitkan memuat informasi yang detail, pengecekan berkali-kali wajib dilakukan. Jika ada hal meragukan, wajib konfirmasi ke tim supaya tidak ada kesalahan.

Lampiran dokumen surveyor cukup banyak biasanya ada 20 lebih lembar. Tiap lembar memuat informasi misal nama kapal, pelabuhan muat/bongkar, dll.

Kesalahan yang umum aku temukan dari dokumen surveyor itu pekerjaan Draught Survey dengan Weighing. Utamanya di dokumen daftar timbangan dan rekapitulasi timbangannya tidak sesuai.

Aku jelaskan sedikit gambaran besar pekerjaannya.

Kapal kargo curah datang (misal terigu). Aktivitas dimulai draught survey (penentuan muatan awal dan akhir kapal menggunakan prinsip hukum Archimedes). Setelahnya atas kesepakatan bersama masuk ke proses bongkar/discharge (pengeluaran barang dari kapal) dilakukan pakai grab masuk ke hopper. Kemudian dilanjut dengan penimbangan/weighing pakai truk dan jembatan timbang/weighbridge. Pencatatan data timbangan pada daftar timbangan dilakukan sesuai shift dimana jadwalnya bergantung pada shift Silo dan Gudang (biasanya 3 shift). Kemudian data tersebut direkapitulasi di dalam satu dokumen.

Kembali lagi ke kendala yang aku hadapi.

Di dokumen rekapitulasi timbangannya mencantumkan tanggal 15 Mei 2026 total truk 80, tetapi di daftar timbangan tanggal 15 Mei 2026 total truk 40. Mana data yang benar? Hal meragukan seperti ini harus dikonfirmasi ke tim. Jika yang betul data pada rekapitulasi, berarti data daftar timbangan kurang lembar sisanya. Jika dokumen daftar timbangan yang betul maka yang diperbaiki data pada rekapitulasi.

Pengalaman ini membuatku sadar bahwa satu kesalahan kecil sekalipun bisa berdampak besar, terutama ketika dokumen tersebut digunakan oleh banyak pihak. Jadi, ketelitian bukan hanya soal “tidak salah ketik”, tetapi juga soal tanggung jawab terhadap pekerjaan.

  1. Berpikir Analitis

Gambar 5. Berpikir Analitis. Sumber: WQA Asia Pasifik (2025)

Gambar 5. Berpikir Analitis. Sumber: WQA Asia Pasifik (2025)

Awalnya aku beranggapan pekerjaanku sepertinya tidak memerlukan skill ini. Ya hanya cek-cek dokumen saja. Sampai suatu ketika aku dihadapkan dengan kondisi dimana ada data yang biasanya tidak seperti ini pada dokumen Time Sheet untuk pekerjaan bongkaran kargo cairan.

Aku jelaskan dulu gambaran besar pekerjaan.

Tongkang/vessel tiba di area pelabuhan. Umumnya tidak langsung sandar karena adanya antrian kapal. Jadi kapal menurunkan jangkar sembari menunggu antrian sandar. Penyerahan dokumen resmi pemberitahuan persiapan kapal. Jangkar dinaikkan. Pilot on board yaitu pilot naik ke kapal untuk memandu proses penyandaran (aku menyebutnya juru parkir hehe). Tali pertama ditambatkan ke jetty. Kapal disandarkan. Surveyor naik. Aktivitas bongkar mulai dan selesai dilakukan. Lanjut ke proses pelengkapan dokumen. Kapal pun berangkat kembali.

Kembali lagi ke masalah yang aku hadapi.

Aku menemukan bahwa surveyor naik kapal sebelum kapal sandar. Menurut logikaku, harusnya terbalik. Aku konfirmasikan temuanku ini ke tim. “Bukankah kapal sandar dahulu baru setelahnya surveyor naik.” Tim menjelaskan ada kondisi dimana surveyor naik terlebih dahulu sebelum kapal disandarkan. Ada faktor teknis dan efisiensi waktu operasional yang membuat surveyor naik kapal baru setelahnya kapal disandarkan.

Aku mulai memahami bahwa teori yang kita ketahui dapat kita gunakan sebagai acuan. Jika menemukan perbedaan terhadap acuan yang kita yakini benar maka lakukan analisis dan konfirmasi ke tim. Sebab di lapangan ada berbagai banyak faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut terjadi.

Hal itu jugalah membuatku mulai terbiasa untuk tidak langsung menyimpulkan sesuatu. Aku belajar untuk lebih banyak bertanya, memahami alur proses secara utuh, dan mencari alasan di balik suatu kondisi sebelum menganggap suatu data itu salah.

Selain itu, aku merasa bahwa kemampuan berpikir analitis yang dilatih selama kuliah ternyata tetap berguna, meskipun penerapan di bidang pekerjaan yang berbeda. Teknik Kimia mungkin tidak selalu tentang perhitungan atau proses di pabrik, tetapi juga melatih cara berpikir yang sistematis dan terstruktur dalam penyelesaian masalah.

  1. Kemauan untuk Belajar

Gambar 6. Belajar. Sumber: Bola.com (2021)

Gambar 6. Belajar. Sumber: Bola.com (2021)

Menurutku ini salah satu softskill penting dimanapun kita bekerja. Tidak semua hal yang kita dapatkan saat kuliah akan sama persis ketika kita berada di dunia kerja.

Dunia aku berkarir berbeda dengan latar belakang pendidikan. Pastinya ada banyak hal, istilah baru yang harus kupelajari dari awal.

Pertamanya aku benar-benar bingung dan pernah sempat beranggapan diri ini bodoh.

Alih-alih menyalahkan diri sendiri terlalu lama. Aku putuskan untuk bertanya ke rekan yang berpengalaman dan mencari di internet istilah yang aku kurang paham.

Waktu menjelang jam pulang ada seorang supervisor inspeksi kantor cabang datang ke lantai aku berada. Aku dikenalkan. Aku merasa ini orang yang tepat untuk aku tanyai arti dokumen lapangan surveyor. Dokumen yang dilampirkan pertama itu Time Sheet berisi urutan aktivitas kapal dan surveyor. Jika sekadar diterjemahkan saja aku paham artinya, masalahnya aku belum paham alur cerita pekerjaan berdasarkan time sheet tersebut. Beliau menjelaskan dan aku seperti “Oh jadi ini maksudnya ya, bang. Terima kasih atas penjelasannya.”

Jadi teringat juga waktu hari-hari pertama bekerja ada penjelasan vessel berlayar. “Paham kan Mia?” Sebetulnya aku belum paham arti vessel. Sebagai lulusan Teknik Kimia, aku membayangkan vessel adalah bejana. Dalam hatiku, “Maksudnya ini bejana digelindingkan di laut kah?” Khawatir jika aku bilang begitu rekan kantor tidak paham maksudku, jadi kusimpan saja rasa kebingunganku. Setelahnya aku cari vessel di internet. “Oh ini maksudnya vessel toh,” tertawa atas salah sangkaku.

Seiring berjalannya waktu aku bekerja, aku mulai paham alur pekerjaan dan istilah-istilah yang pertama kali aku belum mengerti.

Pengalaman ini mengajarkanku bahwa di dunia kerja menuntut kita untuk terus berkembang dan tidak takut mempelajari hal baru. Selama kita mau belajar, bertanya, dan mencoba memahami pekerjaan dengan baik, perlahan kita pasti bisa beradaptasi.

Dari pengalaman yang sudah kulalui, aku tersadar bahwa dunia kerja tidak selalu sesuai dengan rencana yang dulu aku bayangkan.

Bekerja di perusahaan TIC merupakan tempat yang tidak pernah terpikirkan olehku. Meski begitu, di sinilah aku menemukan banyak pengetahuan baru, pengalaman baru, dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensiku.

Mungkin jalanku memang tidak dimulai sebagai process engineer seperti yang dulu kuinginkan. Namun, melalui pekerjaan ini aku belajar tentang komunikasi, tanggung jawab, ketelitian, kemampuan berpikir analitis, serta bagaimana beradaptasi di lingkungan kerja yang baru. Skill yang tidak terbatas dimiliki oleh process engineer saja melainkan di pekerjaan lain pun juga memerlukan skill ini.

Seiring berjalannya waktu, aku pun diberi kesempatan untuk mengemban tanggung jawab lain, mulai dari Project Core Team, Project Implementation Manager, Analysis Witnesser, hingga sekarang berada di posisi Operation Support and Development Officer.

Setiap posisi memberikan pengalaman dan tantangan yang berbeda. Ada banyak hal baru yang sebelumnya sama sekali tidak pernah aku bayangkan akan kupelajari, mulai dari sistem, regulasi, pengembangan produk (product development), hingga proses menyaksikan analis melakukan pekerjaan analisis kargo (jujur baru tahu ada tugas ini).

Semakin dijalani, semakin aku merasa bahwa dunia kerja memang tidak selalu tentang “apakah pekerjaan ini sejalan dengan jurusan kuliah atau tidak”. Terkadang yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita mau belajar, beradaptasi, dan berkembang dari setiap kesempatan yang diberikan.

Dan mungkin… tidak apa-apa jika jalan karir kita berbeda dari apa yang dulu direncanakan 🙂

Karena setiap pengalaman akan tetap membawa pelajaran berharga dengan caranya masing-masing.

Siapa tahu, jalan yang awalnya tidak pernah kita rencanakan justru menjadi jalan yang paling banyak membentuk diri kita hari ini.

Bonus foto hehe.

Pengalaman pertama naik kapal kargo dari Ukraina. Ternyata dari jetty ke vessel setinggi itu.

Gambar 7. On Job Training di Vessel. Sumber: Foto Pribadi (2023)

Gambar 7. On Job Training di Vessel. Sumber: Foto Pribadi (2023)


메타데이터
post_id
f4023a06bca4
slug
cerita-kecilku-menapaki-karir-pertama-di-perusahaan-tic-f4023a06bca4
url
https://medium.com/@mia1swritings/cerita-kecilku-menapaki-karir-pertama-di-perusahaan-tic-f4023a06bca4
canonical_url
https://medium.com/@mia1swritings/cerita-kecilku-menapaki-karir-pertama-di-perusahaan-tic-f4023a06bca4
author_url
https://medium.com/@mia1swritings
status
ok
fetched_at
2026-06-24 18:57:25