← Back to list

Beton Runtuh Terbawa Air

Mahasiswa Jadi Saksi Bisu Terjangan Air Hujan

Bioma Magazine by HIMARSKAP ITERA · 2026-04-07 06:49 · 7 claps · 4.6 min read
#banjir #sumur-resapan #porous-asphalt #lanskap #himarskap
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔭 · Astronomy & Space

Beton Runtuh Terbawa Air

Mahasiswa Jadi Saksi Bisu Terjangan Air Hujan

-Kartika Prameswari arl’24

Gambar 1. Kondisi banjir pada Jl. Lapas Raya, Way Huwi, kabupaten Lampung Selatan, Lampung (6 Maret 2026). (Sumber : Dok.Pribadi aisyah musfirah )

Gambar 1. Kondisi banjir pada Jl. Lapas Raya, Way Huwi, kabupaten Lampung Selatan, Lampung (6 Maret 2026). (Sumber : Dok.Pribadi aisyah musfirah )

Berdasarkan sumber data yang diambil dari kompas.com, curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah Jati Agung, Lampung Selatan sejak siang menuju sore hari, 6 Maret 2026. Dari Jl. Kaswari, terlihat jelas bagaimana derasnya air berwarna coklat menerjang jembatan yang melintasi Jl. Kaswari karena volume air yang meluap dari sungai yang tidak mampu lagi terserap pada drainase yang ada. Akibat dari luapan air tersebut, sepanjang Jl. Kaswari dan sekitarnya lumpuh total karena air yang merendam setinggi betis orang dewasa sehingga kendaraan pun tidak dapat melintasi jalan tersebut.

— Kronologi 1

Hujan dimulai pada pukul 14.14 WIB dengan intensitas yang sedang dan langit yang gelap mengguyur daerah Kampus ITERA dan daerah sekitarnya seperti Jl. Kaswari, Jl. Senopati Raya, Jl. Lapas Raya, dan area area sekitarnya yang mencangkup Way Huwi dan Kota Baru, Lampung Selatan.

— Kronologi 2

Pada pukul 14.27 WIB hujan berlanjut mengguyur area area tersebut dengan intensitas yang lebih tinggi disertakan dengan angin kencang dan gemuruh petir.

— Kronologi 3

Hujan deras konsisten mengguyur selama 3 jam yang menyebabkan banjir tergenang di banyak titik, seperti Exit Tol KotaBaru, Jl. Ryacudu, Jl. Lapas Raya, Jl. Senopati Raya, dan titik lainnya.

Dari pengamatan di lapangan, meluapnya air dipicu oleh ketidakmampuan daya tampung drainase dalam mengimbangi debit air hujan yang tinggi secara langsung dan mendadak. Hujan deras yang berlangsung sekitar 3–4 jam membuat volume air tinggi drastis dan sistem drainase yang kurang memadai berdampak luapan air hujan yang sudah bercampur dengan pasir atau tanah menjadi berwarna coklat dan meluap ke berbagai daerah. Rumah warga dan kost-kost mahasiswa ikut terdampak oleh derasnya aliran banjir. Tak tanggung-tanggung beberapa tembok atau beton lainnya ikut runtuh akibat besarnya dan derasnya aliran air yang menerjang daerah tersebut.

Jika terus menerus mengabaikan daya dukung tata kelola lingkungan, Lampung Selatan akan terjebak dalam siklus bencana yang permanen khususnya bencana banjir. Beton yang mendominasi, menutup pori-pori tanah akan membuat volume air menjadi lebih tinggi dan akan sulit dikendalikan saat hujan deras kembali mengguyur daerah tersebut. Dampak seriusnya bukan lagi tentang luapan air, tetapi akan menyebabkan penurunan produktivitas khususnya bagi mahasiswa, lumpuhnya mobilisasi dan ekonomi sekitar, serta kerusakan infrastruktur jangka panjang, hingga ancaman keselamatan bagi masyarakat sekitar.

Solusi yang dapat dimulai dan memungkinkan yaitu untuk membuat sumur resapan di beberapa titik yang menjadi tempat mengalirnya air dan area-area bangunan menengah seperti kost dan sebagainya. Selain itu, penggunaan perkerasan di sepanjang jalan juga perlu kita sesuaikan dengan kebutuhan agar dapat menjadi solusi pencegahan banjir. Mulai menggunakan material penghijauan agar tidak monoton penggunaan beton dan hardscape lainnya.

1. Sumur Resapan

Gambar 2. Struktur Sumur Resapan, sebagai solusi untuk mengurangi dan mencegah banjir. (Sumber :https://journal.uny.ac.id/publications/center/article/view/2046/525 )

Gambar 2. Struktur Sumur Resapan, sebagai solusi untuk mengurangi dan mencegah banjir. (Sumber :https://journal.uny.ac.id/publications/center/article/view/2046/525 )

Dilansir dari https://depobeta.com/, prinsip kerja sumur resapan yaitu mengalirkan dan menampung air hujan kedalam sebuah sumur, sehingga air hujan dapat tinggal sedikit lama dan menyerap ke tanah perlahan. Penerapan sumur resapan di kawasan pemukiman dapat dilakukan dengan mengonversi aliran limpasan air permukaan (surface run-off) dari atap melalui sistem drainase menuju ke dalam bak nya untuk kemudian di filter dan lanjut dialirkan ke sumur. Selanjutnya, di dalam sumur tersebut air ditahan sementara agar melalui proses infiltrasi melalui lapisan filter ijuk dan pecahan batu untuk mencegah pori-pori tanah tersumbat oleh partikel halus. Dari segi biaya, buis beton menjadi pilihan utama material dalam pembuatan sumur resapan, tetapi dari segi kualitas sebaiknya untuk menggunakan bata merah. Bata merah memiliki keunggulan dalam meresapkan air karena memiliki porositas yang lebih baik sehingga meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah. Perawatan sumur resapan secara berkala sangat dianjurkan untuk menjaga keberlanjutan fungsi sumur sebagai solusi konservasi air hujan di kawasan permukiman maupun institusi. selain itu Perawatan yang rutin dapat mencegah penyumbatan akibat endapan lumpur, sampah, dan material organik yang menghambat proses infiltrasi air.

2. Aspal Berpori (Porous Asphalt)

Gambar 3. Struktur Porous Asphalt (Sumber : https://pin.it/7F0u8nEZk)

Gambar 3. Struktur Porous Asphalt (Sumber : https://pin.it/7F0u8nEZk)

Penggunaan material aspal berpori di area jalan kendaraan menjadikan satu solusi dan inovasi di zaman sekarang. Aspal berpori memiliki pori-pori kecil yang memungkankan air menyerap ke dalam tanah di bawah perkerasan. Desain ini membantu mengurangi genangan dan banjir di area perkotaan. Aspal berpori hanya lapisan atas yang dirancang untuk mengelola air hujan. Dibawah lapisan aspal terdapat lapisan reservoir batu yang terbuat dari batu pecah dengan ruang kosong 40%. Lapisan ini memiliki fungsi untuk menopang struktur perkerasan dan menjadi tempat penyimpan air sementara sebelum diserap oleh tanah. Aspal ini dapat menyerap sekitar 4000L air/menit. Menjadikannya cocok untuk diaplikasikan di area rawan tergenang dan banjir.

3. Penghijauan di Area Jalan

Gambar 4. Desain Area Hijau di Perkotaan (Sumber : https://wri-indonesia.org/id/wawasan/mengapa-jakarta-sering-mengalami-banjir-dan-bagaimana-adaptasi-nature-based-solutions nbs )

Gambar 4. Desain Area Hijau di Perkotaan (Sumber : https://wri-indonesia.org/id/wawasan/mengapa-jakarta-sering-mengalami-banjir-dan-bagaimana-adaptasi-nature-based-solutions nbs )

Penanaman pohon dan tanaman lain di area jalanan bukan sekedar untuk peneduh dan estetika saja. Sebelum menyentuh aspal, daun dan ranting pohon dapat menahan air dan kembali meluap ke atmosfer (evaporasi). Sementara sisanya mengalir melalui batang pohon, hal ini dapat membantu mengurangi volume air yang jatuh ke perkerasan dan sistem drainase. Di area sepanjang jalan raya, pemilihan pohon untuk ditanam harus diperhatikan. Pemilihan pohon berdasarkan fungsi tidak hanya sebagai peneduh, tetapi juga sebagai penyerap polusi saat kondisi kemarau dan penyerap air untuk kondisi di musim penghujan. Penghijauan sangat penting karena pohon menyediakan oksigen dalam jumlah besar dan dapat mengikat polutan. Selain itu, pohon memiliki kelebihan lain yaitu terhindar dari abrasi dan erosi yang dapat merugikan masyarakat setempat dan sekitarnya. Dari solusi itu, kita sudah bisa mengatasi permasalahan seperti mengurangi genangan air, mencegah tanah amblas, dan mengurangi resiko banjir. Serta peran kecil dengan menjaga vegetasi eksisting sekitar tanpa merusaknya juga bisa memberi dampak yang berarti untuk mencegah dan mengurangi resiko banjir. Sebagai mahasiswa, kita tidak bisa lagi untuk hanya menjadi penonton yang berdiri dan meratapi aliran banjir yang deras. Fenomena banjir Lampung Selatan ini menjadi peristiwa untuk mendesak perubahan total dalam tata kelola ruang yang selalu mengutamakan beton. Jika perkembangan pembangunan terus berkembang tanpa mempertimbangan sisi hidrologi yang matang, maka kerusakan dan bencana lain akan lebih merugikan di masa depan.

Referensi

Durasi Hujan mempengaruhi volume air https://an-nur.ac.id/blog/durasi-hujan-pengertian-pengaruh-dan-faktor-faktor-yang-memp engaruhinya.html

Air hujan menjadi berwarna coklat saat banjir

http://kumparan.com/hendro-ari-gunawan/3-penyebab-warna-air-sungai-berubah-saat-mu sim-hujan-yang-paling-utama-26Rf230NQgc

JUKNIS_Pembuatan_Sumur_Resapan_Tahun_2021_DLHK.pdf

Sumur Resapan

https://journal.uny.ac.id/publications/center/article/view/2046/525

Aspal Berpori

https://www.sciencedirect.com/topics/engineering/porous-asphalt

[embed]Is Asphalt Porous? How Water Moves Through Pavement Porous asphalt lets water drain through instead of pooling on the surface. Learn how it works, where it's used, and how…scienceinsights.org

Pohon penyerap polutan

https://kumparan.com/kumparansains/daftar-10-pohon-penyerap-polutan-tertinggi-yang-b isa-kurangi-polusi-udara-210vJM5kbkp/4


메타데이터
post_id
f424d9bc0287
slug
beton-runtuh-terbawa-air-mahasiswa-jadi-saksi-bisu-terjangan-air-hujan-f424d9bc0287
url
https://medium.com/@himarskapitera/beton-runtuh-terbawa-air-mahasiswa-jadi-saksi-bisu-terjangan-air-hujan-f424d9bc0287
canonical_url
https://medium.com/@himarskapitera/beton-runtuh-terbawa-air-mahasiswa-jadi-saksi-bisu-terjangan-air-hujan-f424d9bc0287
author_url
https://medium.com/@himarskapitera
status
ok
fetched_at
2026-07-11 11:40:08