← Back to list

“Aku Tahu Badai Pasti Berlalu,”

Kalimat singkat dari monolog yang dilontarkan 10 bulan yang lalu.

khy. · 2026-05-07 13:16 · 0 claps · 1.0 min read
Open on Medium ↗

“Aku Tahu Badai Pasti Berlalu,”

Kalimat singkat dari monolog yang dilontarkan 10 bulan yang lalu.

Halo. Jikalau kamu mendengar pesan suara ini dan merasa hatimu secara tak sadar menerka ini untuk siapa — maka ini untukmu. Atau lebih spesifik lagi, seseorang yang aku yakin tahu bahwa perasaan aku masih sama, dari jauh-jauh hari aku tidak menyapa. Maaf karena pernah coba menghindar beberapa kali, padahal tatapanmu masih sama lembutnya ke arah aku. Sungguh, rasanya ada tali yang mengikat ke jiwa untuk tidak terus menerus memanggil namamu.

Tetapi, memangnya permintaan maafku sampai kepadamu, ya? Memangnya kamu tahu soal aku yang berusaha keras untuk tidak menganggumu? Memangnya kamu mendengar suaraku?

Aku tahu, bahwa tali yang terikat tidak bermaksud untuk mencekik, melainkan menuntunku layaknya hewan ternak agar tidak terjerumus ke dalam lubang yang dalam. Namun, apabila memang apa yang ada dalam jiwa dan benak tidak serasi sejak awal, maka aku harus apa? Merobek diriku menjadi dua agar tahu mana yang lebih pantas aku turuti lalu pulang?

Namun, aku harap dengan tenggorokan yang bak disayat untuk mengungkapkan ini semua secara langsung kepadamu serta diri yang terus menerus kembali ke rotasi yang sama selama berbulan-bulan (yang hampir genap satu tahun). Harap-harap kamu tahu, bahwa aku pada akhirnya tak akan goyah sebelum kamu yang mengguncangkan.

Kamu akan mendengarkan aku, kan?


메타데이터
post_id
f4536728e64f
slug
aku-tahu-badai-pasti-berlalu-f4536728e64f
url
https://medium.com/@khcsya/aku-tahu-badai-pasti-berlalu-f4536728e64f
canonical_url
https://medium.com/@khcsya/aku-tahu-badai-pasti-berlalu-f4536728e64f
author_url
https://medium.com/@khcsya
status
ok
fetched_at
2026-07-10 19:15:58