Apresiasi Penyadap Andalan RPH Kalirajut, Dorong Semangat Bekerja di Lapangan
Purwokerto, 21 Juli 2026 | Perum Perhutani menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan di atas…
Apresiasi Penyadap Andalan RPH Kalirajut, Dorong Semangat Bekerja di Lapangan

Penyerahan sembako kepada 10 penyadap getah pinus RPH Kalirajut (sumber: perhutani.co.id)
Purwokerto, 21 Juli 2026 | Perum Perhutani menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan di atas kertas, tetapi juga oleh semangat dan kekompakan para petugas lapangan serta penyadap yang bekerja setiap hari. Pesan tersebut disampaikan dalam kunjungan Direktur Operasi bersama Kepala Divisi Produksi di Petak 44F-3 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalirajut, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebasen, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, pada Jumat (10/07).
Didampingi oleh Wakil Kepala Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah, Kepala Departemen Produksi dan Ekowisata Divre Jawa Tengah, serta Kepala Departemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Divre Jawa Tengah, rombongan bertemu langsung dengan para penyadap dan jajaran lapangan. Direktur Operasi mengajak seluruh jajaran menjaga kekompakan, meningkatkan semangat kerja, serta menanamkan rasa bangga sebagai bagian dari Perhutani. Salah satu bentuknya adalah mengajak segenap anggota Polisi Kehutanan (Polhut) menghafalkan Mars Polhut Perhutani sebagai simbol disiplin, loyalitas, dan jiwa pengabdian dalam menjaga kawasan hutan.
Direktur Operasi Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto, mengatakan bahwa target produksi tidak akan tercapai apabila setiap unsur bekerja sendiri-sendiri. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja sama yang kuat antara petugas lapangan, penyadap, dan masyarakat sekitar hutan.
“Semangat harus terus dijaga. Perhutani memiliki target produksi yang harus dicapai, tetapi target itu tidak mungkin terwujud tanpa kekompakan seluruh tim. Penyadap, Mandor, Polhut, dan jajaran KPH adalah satu kesatuan yang saling mendukung,” ujarnya.
Selain produksi getah, perhatian juga diberikan pada keberhasilan tanaman. Kepala Divisi Produksi, Dadan Wachju Wardhana, mengingatkan jajaran lapangan untuk terus menjaga kualitas pemeliharaan sehingga persentase tumbuh Tanaman Lepas Kontrak (TLK) mampu memenuhi indikator kinerja utama atau KPI, yaitu minimal 86 persen. Keberhasilan tanaman dinilai menjadi investasi jangka panjang agar kawasan hutan tetap produktif pada masa mendatang.
Kepala Departemen Produksi dan Ekowisata Divre Jawa Tengah, Ida Jatiyana, menambahkan bahwa produksi hasil hutan dan keberhasilan tanaman merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Getah yang kita hasilkan hari ini berasal dari pohon yang dulu dirawat dengan baik. Karena itu, menjaga pertumbuhan tanaman sama pentingnya dengan mengejar target produksi. Keduanya harus berjalan beriringan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Administratur KPH Banyumas Timur, Sindar Pasaribu, menegaskan bahwa sinergi dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) akan terus diperkuat sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
“KPH Banyumas Timur ingin masyarakat sekitar hutan menjadi mitra yang aktif. Ketika hubungan dengan LMDH terjalin baik, kegiatan penyadapan, pemeliharaan tanaman, hingga perlindungan kawasan dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan kepada mitra kerja Perhutani. Sebanyak sepuluh penyadap andalan menerima paket sembako sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensi mereka dalam mendukung produksi getah pinus di wilayah KPH Banyumas Timur.
Salah seorang penyadap penerima bantuan sembako, Narkam, mengaku senang atas perhatian yang diberikan Perhutani. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi para penyadap untuk terus bekerja dengan baik. “Kami merasa kerja keras kami dihargai. Semoga kami bisa terus menjaga hasil sadapan dan ikut membantu mencapai target produksi Perhutani,” katanya.
Bagi masyarakat umum, hasil getah pinus sering kali hanya dipandang sebagai komoditas. Padahal, di balik setiap kilogram getah terdapat kerja sama banyak pihak, mulai dari penyadap, mandor, Polhut, hingga masyarakat desa hutan. Karena itu, keberhasilan produksi bukan hanya soal angka, melainkan juga tentang membangun semangat, menjaga solidaritas, dan merawat kemitraan. Melalui pembinaan lapangan dan apresiasi kepada penyadap andalan, Perhutani menunjukkan bahwa sumber daya manusia tetap menjadi modal utama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif dan berkelanjutan. (*Mei)
메타데이터
- post_id
- f4ffa6153501
- slug
- apresiasi-penyadap-andalan-rph-kalirajut-dorong-semangat-bekerja-di-lapangan-f4ffa6153501
- url
- https://medium.com/@hijau_lestari/apresiasi-penyadap-andalan-rph-kalirajut-dorong-semangat-bekerja-di-lapangan-f4ffa6153501
- canonical_url
- https://medium.com/@hijau_lestari/apresiasi-penyadap-andalan-rph-kalirajut-dorong-semangat-bekerja-di-lapangan-f4ffa6153501
- author_url
- https://medium.com/@hijau_lestari
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-28 23:35:58