← Back to list

Aku Mati di Dalammu, Tapi Kau Hidup di Kuburanku

Aneh, bukan, bagaimana kehancuran tak pernah benar-benar milik satu orang saja. Kamu yakin kamu harus mengakhirinya, bahwa memotong segala…

Debu Angkasa · 2025-11-12 15:27 · 10 claps · 1.4 min read
#lullaby #selamat-malam #selamat-tidur #makam #kematian
Open on Medium ↗

Aku Mati di Dalammu, Tapi Kau Hidup di Kuburanku

Aneh, bukan, bagaimana kehancuran tak pernah benar-benar milik satu orang saja. Kamu yakin kamu harus mengakhirinya, bahwa memotong segala hal tentangku adalah satu-satunya cara untuk bisa bernapas lagi. Meyeru pada dirimu bahwa akulah sosok gelap yang menghantui tepian ketenanganmu, bahwa kehadiranku, ingatanku, namaku, telah menjadi racun di dalam kedamaianmu. Maka kamu lakukan apa yang kau anggap perlu: membunuhku. Bukan secara nyata, tentu saja, tapi dengan cara yang sunyi, seperti orang-orang yang perlahan menghapus seseorang dari hidupnya.

Menguburku dalam diam, melipat semua kata-kataku ke dalam waktu lampau, dan melatih ketidakpedulian sampai terdengar seperti kebenaran. Tapi kematian, bahkan yang paling tersembunyi sekalipun, menular. Ia selalu kembali lagi lewat tangan yang mengantarkannya.

Dan kini kamu berdiri di pemakaman dari sesuatu yang kau hancurkan. Kita, aku. Dan aku bisa melihatnya di matamu: itu juga membunuhmu.

Rasa bersalah bersembunyi di balik ketenangan wajahmu, penyesalan meluncur di sela percakapan kecil, dari suara yang bergetar saat menyebut namaku, meski mengucapkannya mungkin membuatmu meremukkan bibir seolah itu kutukan.

Jika aku sudah mati bagimu, mengapa kamu masih datang ke sini, ke tempat di mana kenangan berbau asap dan perpisahan? Mengapa kamu masih berkeliaran di reruntuhan, masih berusaha membuktikan bahwa apa yang kamu lakukan adalah bentuk rasa kasihan?

Mungkin karena batas antara pembunuh dan korban lebih tipis dari yang dikira. Berpikir bisa memutusku dengan bersih, berjalan pergi lebih ringan, lebih bebas. Tapi ternyata, kamu justru berubah menjadi hal yang paling kamu takuti: seseorang yang dihantui. Seseorang yang menanggung beban dari apa yang ia hancurkan sendiri.

Teruslah mengenakan dinginmu sebagai perisai, tapi aku bisa melihat retaknya perlahan. Kamu masih berada di mimpi yang kuberikan padamu saat kamu menguburku, terjebak dalam pengulangan sialan dari apa yang dulu kita sebut cinta, ternyata masih bernapas tipis dalam udara. Setiap malam, saat kamu mencoba tidur, aku yakin kamu masih mendengar tawaku itu. Dan suara hati yang pecah, lalu menyadari, terlambat sudah, bahwa separuhnya adalah hatimu juga.


메타데이터
post_id
f595db1eecac
slug
aku-mati-di-dalammu-tapi-kau-hidup-di-kuburanku-f595db1eecac
url
https://medium.com/@suarbintang/aku-mati-di-dalammu-tapi-kau-hidup-di-kuburanku-f595db1eecac
canonical_url
https://medium.com/@suarbintang/aku-mati-di-dalammu-tapi-kau-hidup-di-kuburanku-f595db1eecac
author_url
https://medium.com/@suarbintang
status
ok
fetched_at
2026-06-25 12:15:08