Ini bukan 2521, tapi 2019
Diantara permainan dunia, jatuh cinta dengan mu adalah permainan paling beresiko yang berani aku ambil. Di sela-sela waktu yang sibuk aku…
Ini bukan 2521, tapi 2019

Drakor Resident Playbook
Diantara permainan dunia, jatuh cinta dengan mu adalah permainan paling beresiko yang berani aku ambil. Di sela-sela waktu yang sibuk aku masih memiliki jeda yang tak tau batas untuk tetap memikirkan mu.
Dulu aku pernah menganggap bahwasannya menjalin hubungan denganmu adalah “permainan judi”, jikalau menang akulah berhasil bukan beruntung, sebab banyak yang aku bentuk bukan aku dapat. Lalu apabila aku kalah, akulah yang harus beristirahat dan sembuh, sebab perjudian ini taruhannya bukan lagi tentang nominal saja, tetapi waktu, pikiran, energiku, kesehatan mentalku, hatiku, diriku, semuanya. End yahh aku kalah hehe…
Kita sudah berakhir, secara resmi, secara logis, secara kenyataan. Semua orang sudah tahu, termasuk kita berdua. Tidak ada lagi janji-janji, tidak ada lagi rencana masa depan, tidak ada lagi “kita” dalam kalimat-kalimat yang kuucapkan.
Setiap pagi aku bangun dengan harapan bahwa hari ini akan berbeda, bahwa aku sudah bisa melewati hari tanpa teringat wajah kamu, tanpa Déjà vu apapun di sudut-sudut memori. Tapi kenyataannya, bahkan hal-hal sepele seperti melihat tempat yang kita lewati dulu atau bau parfum yang sering kamu pakai masih mampu menghentakkan dadaku dengan nostalgia yang tidak kuundang.
Setiap kali namamu melintas, selalu ada bisikan doa yang pelan tapi pasti. Tak pernah kusampaikan, tak pernah kubisikkan langsung, tapi selalu kutitipkan lewat semesta, agar harimu tenang, langkahmu lapang, dan jiwamu tetap utuh meski sering diterpa hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada siapapun.
Aku tidak ingin jadi pusat duniamu, dan tidak pernah berniat untuk jadi porosnya. Cukup jadi sesuatu yang jauh tapi selalu tulus. Karena perhatian yang sesungguhnya tidak selalu harus hadir nyata, kadang cukup ada dalam harapan yang tidak disebut, dalam doa yang tidak diminta.
Kalau suatu hari semuanya terasa runtuh dan kamu merasa kecil di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, aku ingin kamu ingat bahwa kamu pernah dan masih dipikirkan oleh seseorang yang tidak ingin kamu kembali. Seseorang yang tidak ingin menjadi alasan bahagiamu, tapi ingin kamu bahagia tanpa alasan.
Manusia sekuat kamu pun berhak merasa lelah. Jadi kalau kamu ingin diam, diamlah. Kalau kamu ingin menangis, menangislah, biarlah hujan datang untuk membersamai tangismu. Dunia tidak akan berhenti hanya karena kamu istirahat sebentar. Aku ingin kamu tahu bahwa tidak semua yang mencintai itu datang membawa pelukan, kadang ada yang hanya ingin kamu tetap bernafas dan bahagaia dari jauh.
Malam-malam tertentu, ketika dunia terasa kosong, dan sunyi terlalu bising di kepala, aku sering mengirimkan namamu dalam doa yang pelan sekali, hampir seperti bisikan angin yang hanya terdengar oleh langit. Aku tidak meminta kamu datang, aku tidak ingin kamu kembali, aku hanya ingin kamu tahu bahwa kamu tidak sendiri, bahkan di saat kamu merasa begitu sendirian.
Kalau suatu hari nanti kamu tidak tahu harus berpijak di mana, cukup ingat bahwa ada seseorang yang pernah menjaga namamu dalam doa yang tidak pernah kamu dengar. Tidak karena berharap dikenang, hanya karena percaya bahwa kebaikan sekecil apa pun akan menemukan jalannya kembali.
Dan jika pada akhirnya kamu tidak pernah mengingatku lagi, nanti, tak apa. Karena maksud dari sayang yang tulus bukan untuk ditemukan, tapi untuk memastikan kamu tetap baik, tanpa perlu hadir sebagai tokoh utama. Mungkin hanya sebagai angin yang lewat tanpa suara, tapi mendoakanmu dengan seluruh diamnya.
Mungkin suatu hari nanti aku akan bersyukur untuk pelajaran ini, mungkin ini adalah cara alam semesta mengajarkanku untuk mencintai diriku sendiri lebih dalam. Mungkin suatu hari nanti aku akan bertemu seseorang yang bisa mencintaiku dengan intensitas yang sama, seperti layaknya aku mencintaimu.
Tapi hari itu bukan hari ini. Hari ini aku masih harus berdamai dengan kenyataan bahwa di antara semua permainan dunia, jatuh cinta denganmu adalah satu-satunya permainan di mana aku rela kalah berkali-kali, bahkan ketika permainan itu sudah berakhir.
10 Agustus, hari ini
메타데이터
- post_id
- f5b2d1a662be
- slug
- ini-bukan-2521-tapi-2019-f5b2d1a662be
- url
- https://medium.com/@khairulanisa807/ini-bukan-2521-tapi-2019-f5b2d1a662be
- canonical_url
- https://medium.com/@khairulanisa807/ini-bukan-2521-tapi-2019-f5b2d1a662be
- author_url
- https://medium.com/@khairulanisa807
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-18 09:00:38