← Back to list

Blossom of waiting.

Jikyu

Hanaverse · 2024-01-05 10:50 · 0 claps · 4.4 min read
#jikyu #jihoon #junkyu #bxb #lgbt
Open on Medium ↗

Blossom of waiting.

Bola mata junkyu kian mendelik ketika jihoon sudah berbalik kearahnya dan mengucapkan angka tiga. Genggaman telapaknya pada ponsel kian mengerat demi melampiaskan rasa gugup lantaran menghadapi tingkah aneh, namun menawan dari jihoon.

Sedangkan lelaki yang menggenggam bouquet di seberang sana seolah tak mau menatap matanya. Sebelah tangan lelaki itu juga tampak sibuk menggaruk tengkuk bagian belakangnya yang mungkin saja tak gatal.

Namun dengan cepat pula tangan itu ganti bergerak dan segera meraih pergelangan junkyu untuk diajak cepat-cepat masuk kedalam mobil.

"Lu kenapa sih ji?" Cicit junkyu setengah tertawa saat dirinya baru sampai di ambang pintu mobil. Ia menatap jihoon yang kini tengah mengontrol panas wajahnya sendiri.

"Nih pegang dulu terus masuk." Bibir jihoon naik sebelah ketika menyerahkan bouquet yang sedari tadi ia pegang. Keduanya sesekali melirik ke sembarang arah di area parkir yang tiba-tiba sudah tak seramai tadi. Lagipula posisi tubuh mereka sedang terkurung di antara mobil-mobil lainnya sehingga dipastikan tersembunyi.

Junkyu tersenyum manis. “makasih, dalam rangka apa nih, sayang?” alis junkyu naik turun setelah mencium aroma bunga di genggamannya. Membuat jihoon terkekeh dan salah tingkah bahkan kembali menggaruki tengkuknya.

“aku cuma nitip tolong kamu pegangin bunganya” kini jihoon malah usil dengan jawabannya yang demikian. Membuat senyum junkyu luntur perlahan. “ish”

"Bercanda, sayang. Cepet masuk anjir ntar banyak orang". Kata jihoon, lantas pria tersebut lebih dulu cepat-cepat berjalan memutari mobil untuk pergi ke pintu pengemudi. Ia kini sudah mendudukkan tubuhnya seraya mengenakan seatbelt, sedangkan junkyu baru saja membuka pintu mobil dari luar sana. Mungkin lantaran lelaki itu sempat terdiam sejenak tadi.

"H-hoon?, banyak banget!?" Cukup dibuat terkejut, junkyu bicara terbata ketika melihat beberapa bouquet dengan jenis bunga lain yang kini menempati tempat duduknya. Ia masih berdiri menunggu jawaban dari jihoon.

“jangan ledek aku, itu buat kamu.”

"Idih, siapa juga yang mau ngeledek?" balas junkyu sambil menahan senyumnya.

"Makasih, tapi ininya harus pindah dulu dong biar aku bisa duduk?"

Jihoon lantas tertawa dan bergerak membantu junkyu untuk memindahkan bunga-bunga itu di tempat duduk bagian belakang. Barulah junkyu bisa duduk nyaman dan memakai sabuk pengamannya dengan segera.

Sambil meregangkan tubuhnya yang sedikit pegal, junkyu tetap memandangi jihoon dengan tatapan usil sehingga membuat yang ditatap terus-menerus tertawa salah tingkah. "Kenapa sih, hahha"

"Loh? Harusnya aku yang nanya. Kamu tuh lagi rencanain apa, hmh?".

"Ntar deh, ini aku setengah gagal, tahu"

jihoon berujar sambil mulai mengeluarkan mobil dari parkiran. Kepalanya sibuk menatap ke berbagai arah agar mobil yang ia bawa aman. yah itu pun lantaran sebenarnya sedang menghindari kontak mata dari junkyu

"Gak kok, udah romantis sampe aku malu"

"Diem gak lu"

"Bwahahha! Kenapa sih?, huh?" Kini telunjuk junkyu menoel-noel pinggang jihoon beberapa kali. Bagai anak kucing dengan mata binarnya ia menunggu jawaban atau perbuatan lain dari jihoon yang sekiranya bisa membuat rasa penasarannya terbayarkan. Junkyu terus tersenyum melihat jihoon yang kini tampak sangat gugup. Meskipun lelaki itu masih sangat serius mengemudi mobilnya.

Saat kendaraan roda empat itu telah membelah jalan raya yang masih lumayan ramai. Jihoon seakan memulai aksinya. Ia melirik kearah junkyu yang kini memainkan ujung overcoat yang sedang dirinya kenakan seraya mengerucutkan bibir. Membuat jihoon gemas dan ingin menerjang lelaki itu dengan berbagai ciuman saat ini juga.

Tepat di lampu merah. Jihoon tiba-tiba sibuk menyambungkan Spotify ke headunit mobil, mencari playlist yang sudah ia susun lantas memutarnya.

"Tumben dengerin r&b?". Tanya junkyu. Kini sepertinya lelaki manis tersebut mulai menikmati musik yang jihoon putar. Ia menyandarkan kepalanya kemudian terpejam seketika. Tatkala lampu berubah hijau, jihoon kembali menjalankan mobil yang mereka tumpangi dengan kecepatan normal. Mobil tersebut kembali membelah jalan yang terhias lampu-lampu jalan.

Beberapa menit kemudian, musik terdengar semakin kecil pertanda akan selesai dan kini berganti ke judul lainnya. Kalau di dengar dari nada intronya sih, junkyu tahu lagu apa ini.

Bruno mars—marry you.

Bibir merah junkyu tampak bergerak mengikuti tiap bait lagu bergenre pop, r&b, reggae tersebut. Entah kenapa ia tiba-tiba merasa malu ketika mendengarnya dan mengetahui arti dari liriknya. Apakah lantaran ada jihoon disini(?). Dengan begitu, kepalanya ia palingkan ke jendela lalu memandangi jalanan.

'Cause it's a beautiful night, we're looking for something dumb to do Hey baby, I think I wanna marry you Is it the look in your eyes or is it this dancing juice? Who cares, baby, I think I wanna marry you....

"I think I wanna marry you...." jihoon menirukan bait terakhir dari reff yang barusaja terputar.

Bahu junkyu terasa dicolek. Membuat ia cepat-cepat berbalik badan. Musik tiba-tiba terhenti setelah itu jihoon menunjukkan sebuah kotak terarium yang indah, terbuka dan menampakkan cincin beludru tengah teronggok apik disana.

Junkyu tentu sedang kehabisan kata. Ia terbengong dengan mata membola lucu. Bola mata gelapnya bergerak bergantian dari kotak terarium lalu ke wajah jihoon. Bahkan ia tak sadar bahwa jihoon tiba-tiba sudah memarkirkan mobilnya di pinggir sebuah tikungan yang sepi.

Just say "I do" Tell me right now, baby” kata jihoon setelahnya.

"H-hoon?"

"Hm?" Alis jihoon terangkat sebelah dengan senyumnya yang menawan. Tapi disisi lain ia heran dan khawatir atas keterdiaman junkyu. Apakah lelaki itu hendak menol—

"I say I do" senyum yang begitu cerah dan cantik junkyu tampilkan. Ia juga menjulurkan jemarinya kearah jihoon. Semakin lama pipinya semakin merah. Bahkan menular ke pipi jihoon pula. Ya, keduanya sama-sama memerah.

Lelaki yang lebih tua kini mengepalkan sebelah tangannya lalu menutupi mulutnya yang selalu terkekeh tak tertahan menggunakan kepalan tangan tadi. Setelah itu ia mengambil cincin dari kotak tersebut dan memakaikannya di jari manis junkyu. Matanya menatap junkyu tak percaya, seolah kejadian ini bagai mimpi belaka.

Sedangkan junkyu menarik jemarinya untuk ia lihat lebih dekat dan terus tersenyum sambil mengulum bibir. Kepalanya tertunduk malu-malu. Semakin lama, senyum yang kian lebar tersebut membuat mata yang menyipit itu mengeluarkan air tak terencana.

"T-thank y-you..." Ketika jihoon mendengar suara junkyu yang agak bergetar, ia pun lantas menarik pria manis tersebut untuk masuk kedalam pelukannya. Membuat kekehan junkyu keluar bersama air matanya yang kian deras pula, dan lama kelamaan ia merengek seraya memukuli punggung jihoon beberapa kali dengan tempo lemah.

"Makasih juga ya Kyu, I love you so much" junkyu dapat merasakan usapan lembut di kepala belakangnya, sehingga ia makin mengeratkan pelukan dan membuat jihoon tertawa. Tawa yang terdengar penuh bahagia.

"I love you more, jihoon-hiks"

"Why are you crying, huh?"

"I’m so happy you know!, gak nyangka banget hubungan kita bakal kayak gini. Maafin aku kalo ada perbuatan yang bikin kamu terluka ya Hoon?"

"Hahaha! Me too, kamu nggak pernah bikin aku sakit hati, secinta itu aku sama kamu Kyu, sampe tingkah kamu yang menyebalkan itu gak pernah menorehkan luka. Aku bahkan nggak pernah nganggep kamu nyebelin. "

"Ayo pulang, Hoon" junkyu merengek, ia takut kalau tangisnya makin kencang karena perkataan jihoon selalu saja membuatnya melambung keangkasa.

“okay, let's go

©HANA


메타데이터
post_id
f6a7fd296121
slug
blossom-of-waiting-f6a7fd296121
url
https://medium.com/@danhanaminayuki02/blossom-of-waiting-f6a7fd296121
canonical_url
https://medium.com/@danhanaminayuki02/blossom-of-waiting-f6a7fd296121
author_url
https://medium.com/@danhanaminayuki02
status
ok
fetched_at
2026-07-24 16:06:45