Rabu
Berbahagialah🪄
Dalam satu tahun harinya berjumlah tiga ratus enam puluh lima, dalam satu bulan harinya berjumlah tiga puluh, dalam seminggu harinya berjumlah tujuh, salah satunya adalah rabu.
Rasanya rabu selalu menarik untuk dibicarakan, rabu selalu punya ruang untuk menghadirkan diksi-diksi kerinduan. Rabu tidak tabu, meski dahulu ia begitu lugu. Rabu luar biasa, dia mampu mengubah dirinya bahkan hari-hari selanjutnya.
Oiya, Rabu juga menjadi sangat istimewa. Sebab dalam senjanya ada waktu munajat do’a. Pun aku sadar benar bahwa kau yakin hebatnya panah doa itu. Sekalipun aku tak tau apa-apa saja yang mengisi bait-bait doamu (:

Kenapa lampu? Sebab bercahaya
Rabu itu indah ya? Sebab ada mata yang bertemu mata, ada dua jiwa yang melebur dalam satu nuansa. Rabuku indah sekali, harapnya Rabumu pun begitu.
Sebab Rabuku adalah kamu, Rabu yang selalu ditunggu termenung dalam angkasa sendu namun selalu sulit bicara rindu sebab agaknya aku begitu dungu.
Titik renik tentang rabu, melintas lepas dalam ingatanku. Aku menyimpan Rabu sebaik yang aku mampu, sekuat suara sukmaku.
Kau tau? Aku mengerti benar bahwa semua ini seperti samar samar. Padahal, Rabu pernah seyakin itu tapi agaknya Rabu perlahan memudar menjadi ragu. Hebatnya Rabu selalu mau menunggu, menanti pertemuan Rabu, meski sepertinya pertemuan kemarin adalah terakhir kalinya. Semoga tidak benar demikian ya:”
Terima kasih ya, sebab pernah mengisi Rabu dengan ragam cerita seru, pun menjadi tokoh yang aku tunggu di setiap Rabu. Berbahagialah dengan siapapun yang kau mau🪄
메타데이터
- post_id
- f6cde54e1d7b
- slug
- rabu-f6cde54e1d7b
- url
- https://medium.com/@nadiasafiraaaaaaaaaaa/rabu-f6cde54e1d7b
- canonical_url
- https://medium.com/@nadiasafiraaaaaaaaaaa/rabu-f6cde54e1d7b
- author_url
- https://medium.com/@nadiasafiraaaaaaaaaaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 04:50:45