Web Series Ambo Nai dan Kita
Web series Ambo Nai Anak Jalanan menjadi tontonan yang banyak digandrungi oleh masyarakat Bugis di berbagi daerah dan usia. Hanya dalam…
Web Series Ambo Nai dan Kita

Web series Ambo Nai Anak Jalanan menjadi tontonan yang banyak digandrungi oleh masyarakat Bugis di berbagi daerah dan usia. Hanya dalam hitungan hari tiap episodenya ditonton hingga jutaan orang. Saya masih penasaran mengapa film ini disambut begitu besar, hingga istilah-istilah dalam film tersebut seperti ‘anggotaku ladde’ menjamur dalam masyarakat.
Tokoh pemeran dalam film tersebut menjadi perbincangan yang hangat setiap saat. Sosok Ambo Nai, La Malla, Sape, Pirang’e dan lain lain, merupakan nama yang nyentrik bagi kalangan masyarakat suku bugis yang terbiasa hidup dikampung seperti saya.
Dahsyatnya antusiasme masyarakat terhadap film ini juga sampai dikampung bahkan di dalam keluarga saya. Tak jarang ibu saya tiba-tiba saja ketawa di depan gawainya saat menonton web series tersebut melalui kanal youtube, keluguan para pemeran, narasi yang lucu, dan bahasa bugis yang kental menjadi ciri khas yang kuat web series ini.
Saya bukan ahli perfilman atau figur yang pernah berkecimpun dalam dunia perfilman. Tapi sebagai awam sangat mudah untuk menilai bahwa secara grafik film Ambo Nai Anak Jalanan sangat jauh dari kata memadai, pencahayaan yang kadang over, sudut pengambilan gambar yang tidak pas, sampai pada audio yang tidak jernih, terutama beberapa video yang terbit awal. Sangat kontras dengan kanal youtube Jalang Kote Rasa Keju, web series lokal yang digarap secara profesional dan para pemeran yang good looking. Tapi toh Ambo Nai Anak Jalanan jauh lebih diminati masyarakat, hingga saat ini viewersnya sudah mencapi 90 juta sementara Jalang Kote Rasa Keju masih sekitar 30 juta.
Kalau dilihat dari sini, sebetulnya faktor yang membuat film Ambo Nai Anak Jalanan mendapat banjir penggemar adalah karena ia mewakili dari entitas riil yang ada di masyarakat suku Bugis yang juga selama ini jarang diangkat dalam cerita sinetron maupun film yang biasa dikonsumsi masyarakat melalui televisi.
Dijagad persinetronan kita kerap disuguhkan kisah perebutan harta bersetting rumah bak istana, perselingkuhan, sampai pemuda kaya dengan mainan motor mahalnya. Sesuatu yang juga sebenarnya tampak pada beberapa web series lokal, seperti Tetanggaku Idolaku.
Sosok seperti Ambo Nai pemuda desa miskin dengan segala problematika dan ambisinya hampir tidak pernah kita jumpai di belantara persinetronan kita. Hampir pasti, narasi desa dilayar kaca kita hanya tentang keindahan alam, ketenangan, kearifan lokal, dan sebagainya. Desa seolah-olah wajah polos balita tanpa problem. Hadirnya film ini bagaikan mata air ditengah gersannya gurun pasir.
Satu hal yang penting yang membuat rasa keterwakilan dan keterhiburan masyarakat bugis adalah penggunaan bahasa bugis di film ini. Masyarak suku bugis dimanapun menggunakan bahasa bugis dalam berkomunikasi. Adapun bahasa indonesia adalah bahasa formal yang hanya digunakan pada kegiatan publik seperti kantor atau sekolah. Fenomena kerinduan terhadap bahasa bugis dalam panggung budaya populer ini nampaknya sejalan dengan fenomena besarnya antusiasme masyarakat bugis terhadap film ini
Masyarakat desa, merasa menemukan keterwakilan budaya keseharian di panggung hiburan. Sebuah posisi dimana mereka menjadi subjek pada produk kebudayaan, setelah sekian lama hanya menjadi konsumen passif dengan latar belakang budaya kota yang “liwe bela pole wanua ta”
Saya tentu selalu berharap dilain kesempatan film berlatar belakang pedesaan seperti ini terus hadir dengan cerita yang lebih beragam. Berbagai cerita problematika hidup keseharian yang penuh kesulitan sekaligus keakraban masyarakat kampung masih menanti untuk difilmkan.
Barru, 2021
메타데이터
- post_id
- f7457b037bf2
- slug
- web-series-ambo-nai-dan-kita-f7457b037bf2
- url
- https://medium.com/@riansyahwahyu70/web-series-ambo-nai-dan-kita-f7457b037bf2
- canonical_url
- https://medium.com/@riansyahwahyu70/web-series-ambo-nai-dan-kita-f7457b037bf2
- author_url
- https://medium.com/@riansyahwahyu70
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-22 19:40:15