← Back to list

Menu Favorit yang Membuat Jenuh

#112: “Kenikmatan terletak di keterbatasan bukan di keberlimpahan.”

Abdan Islah Trisnadi · 2026-06-10 09:45 · 0 claps · 1.5 min read
#hemat #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗

Menu Favorit yang Membuat Jenuh

112: “Kenikmatan terletak di keterbatasan bukan di keberlimpahan.”

Foto oleh Alicia Christin Gerald di Unsplash

Foto oleh Alicia Christin Gerald di Unsplash

Beberapa hari terakhir, menu ayam goreng selalu menghiasi meja makan di rumah. Kehadiran menu itu bukan karena disengaja. Pekan lalu orangtua saya disibukkan dengan beberapa acara. Baik acara keluarga maupun kolega. Di Jogja dan sekitarnya, ayam goreng adalah pilihan utama sebagai menu untuk tradisi *ater-ater* (hantaran). Karena itu, ayam goreng akan diantar ke rumah setiap ibu dan ayah pulang dari acara yang mereka datangi.

Saya pribadi adalah penyuka ayam goreng. Tentu dengan adanya ater-ater menjadi berkah tersendiri buat kami khususnya saya. Selain suka, ayam goreng juga mendukung proses olahraga saya. Karena itu, stok protein menjadi melimpah sehingga saya tidak terus-terusan menggoreng telur dan tempe sebagai sumber protein selama ini.

Walau suka, saya tergolong agak jarang mengonsumsi ayam goreng, apalagi di kondisi menganggur seperti sekarang ini. Saya harus benar-benar membatasi pengeluaran agar dapat bertahan hingga kembali bekerja. Lagipula, telur dan tempe masih bisa saya variasikan sebagai menu sumber protein. Kalau ayam, saya belum bisa mengolahnya, paling mentok hanya ayam goreng itu pun rasanya angin-anginan.

Terhitung sejak awal pekan lalu, ayam goreng selalu tersaji di meja makan. Pikir saya ini berkah bagi kami karena tidak perlu memasak. Cukup panaskan sisa ayam yang ada, urusan makan beres. Jika ingin variasi lain, biasanya ibu menggeprek sebagian ayam di atas cobek, sisanya sebagai jatah bagi yang tidak suka pedas seperti Alvin.

Karna stok ayam goreng cukup melimpah, sampai sekarang masih tersisa di meja makan. Pagi tadi pun saat akan sarapan, saya mengintip makanan yang tersaji di meja makan dengan helaan napas yang dalam. Batin saya, “Ayam lagi, ayam lagi”. Padahal ayam goreng adalah salah satu makanan favorit sejak kecil. Baru kali ini saya merasa tidak tertarik dengan ayam goreng.

Walau begitu, saya tetap menyantapnya, sebab di situasi ekonomi seperti sekarang rasanya tidak pantas untuk menyia-nyiakan keberkahan seperti ini. Toh di kulkas masih tersisa saus asam-manis dari ikan bakar. Saya masih bisa menggabungkannya dengan suwiran ayam goreng sebagai variasi. Dari pengalaman itu, saya jadi teringat perkataan Pak Fahruddin Faiz.

“Kenikmatan terletak di keterbatasan bukan di keberlimpahan”.


메타데이터
post_id
f76a12d67716
slug
menu-favorit-yang-membuat-jenuh-f76a12d67716
url
https://medium.com/@abdantrisnadi/menu-favorit-yang-membuat-jenuh-f76a12d67716
canonical_url
https://medium.com/@abdantrisnadi/menu-favorit-yang-membuat-jenuh-f76a12d67716
author_url
https://medium.com/@abdantrisnadi
status
ok
fetched_at
2026-06-24 04:09:36