Seni Merawat Kaktus
Sebuah catatan kecil dari sudut meja.
Seni Merawat Kaktus
Sebuah catatan kecil dari sudut meja.

Sumber: Pinterest
Orang biasanya lebih senang merawat mawar yang cantik atau lili yang harum, tapi anehnya, aku selalu berakhir dengan menyimpan kaktus di atas meja.
Awalnya, kaktus terasa seperti pilihan yang paling tepat untukku. Aku cukup meletakkannya di sudut sana dan melihatnya sesekali. Lagi pun ia tidak memerlukan perhatian yang muluk-muluk; tidak harus disiram setiap hari, tetap hidup dan tumbuh meski aku acap kali tenggelam dalam kesibukanku sendiri. Kuakui kehadirannya sudah cukup untuk menghalau sepi.
Namun, pada suatu ketika —di dalam sela-sela lamunan, aku memperhatikannya sedikit lebih lama. Menatap lamat-lamat deretan duri kecil yang selalu siaga setiap kali jemari ini berusaha mendekat. Seolah-olah menjadi isyarat, bahwa aku harus belajar untuk merasa cukup dengan melihatnya dari jauh saja.
Karena, sedalam apa pun keinginanku untuk meraihnya, ia tidak akan pernah berubah menjadi apa pun selain dirinya sendiri. Ia akan tetap menjadi sesuatu indah meski mustahil untuk kubawa lebih dekat.
Maka, biarlah ia tetap di sana, apa adanya. Biarkan jarak ini menjadi penjaga, agar keindahannya tak berubah menjadi lara.
Dan entah bagaimana, aku kembali jatuh dalam siklus yang sama; menjaga kaktusku, sembari terus mengingatkan diriku sendiri agar tak sekali pun melampaui batas.
Begitulah aku — yang tanpa sadar terjebak merawat sebuah kaktus, kakak-adik, tanpa status.
Ditulis dalam sekali duduk
dengan cinta,
J. Nayaa
메타데이터
- post_id
- f77e140d38e8
- slug
- seni-merawat-kaktus-f77e140d38e8
- url
- https://medium.com/@nonamerona/seni-merawat-kaktus-f77e140d38e8
- canonical_url
- https://medium.com/@nonamerona/seni-merawat-kaktus-f77e140d38e8
- author_url
- https://medium.com/@nonamerona
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 11:35:08