← Back to list

Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Movement sebagai Wajah Transnasionalisasi Civil Society

What Is Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Movement?

Nadya Deviani · 2025-06-15 14:52 · 0 claps · 2.9 min read
#bds #boikot #palestina #transnasionalisasi #civil-society
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔒 · Cybersecurity 🌐 · Society · General

Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Movement sebagai Wajah Transnasionalisasi Civil Society

Sumber: CNN Indonesia, n.d.

Sumber: CNN Indonesia, n.d.

What Is Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Movement?

Gerakan BDS yang merupakan akronim dari Boycott, Divestment, Sanctions terhadap Israel dan pendukungnya kini populer dan menggema secara global, merupakan inisiatif penting dari negara-negara di seluruh benua untuk menempatkan Israel pada posisi defensive dan mengecamnya atas kelemahan moral dan etika. Gerakan ini menjadi salah bentuk dukungan nyata dari warga dunia untuk rakyat Palestina, sekaligus sebagai sarana menekan Israel agar menghentikan tindakan agresinya di jalur Gaza. Aksi dalam gerakan ini dilakukan dengan memboikot, menjegal bisnis, memutus investasi, dan menegaskan sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang terafiliasi maupun mendukung Israel.

Gerakan BDS menjadi sebuah representasi atas perjuangan global untuk mendukung prinsip kebebasan, keadilan, dan kesetaraan, dengan sebuah landasan moral sederhana; bahawasanya seluruh rakyat Palestina pun turut pantas atas hak yang setara selayaknya umat manusia lainnya. Deklarasi pertama diluncurkan pada tahun 2005, menyerukan warga global untuk memboikot Israel dan memberlakukan — sampai hak-hak Palestina dapat diakui, mencakup diakhirinya pendudukan dan kolonisasi wilayah Palestina, pengakuan atas hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah asal mereka, serta jaminan atas kesetaraan hak bagi warga Palestina di Israel. Dengan sinonim lain, gerakan BDS terhadap Israel merupakan salah satu instrumen efektif untuk membebaskan Palestina dengan basis hukum internasional yang legal dan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan tetap memperhatikan prinsip damai dan nir-kekerasan. Gerakan diimplementasikan secara terukur dan berbasis riset mendalam, dengan menarget produk yang terafiliasi dengan Israel. Gerakan BDS pertama kali diprakarsai oleh kurang lebih 170 organisasi masyarakat sipil, termasuk di dalamnya serikat pekerja, jaringan pengungsi, organisasi perempuan, asosiasi profesional, komite perlawanan rakyat, dan berbagai lembaga lainnya, bersama-sama menyerukan solidaritas global atas hak Palestina. Adapun, sasaran dalam gerakan ini bukanlah individu, etnis, maupun agama tertentu, tetapi adalah entitas yang terlibat secara langsung dan menjadi korban dalam dalam praktik penindasan dan pelanggaran hukum internasional.

Potret Transnasionalisasi Civil Society melalui Gerakan BDS

Sumber: Pinter Politik, n.d.

Sumber: Pinter Politik, n.d.

Gerakan BDS merupakan potret fenomena yang unik untuk dikaji dalam konteks sejarah perlawanan rakyat Palestina, karena berhasil mengalami proses scale-up yang signifikan. Gerakan ini mampu mentransformasi skala repertoar pertikaiannya dari level nasional menjadi transnasional, menjelma sebagai gerakan baru transnasional berbasis nir-kekerasan. Berdasarkan konteks ini, civil society global menjadi aktor penting dalam politik internasional. Dalam bentuk barunya, BDS tidak lagi merupakan sekadar respons lokal, tetapi berkembang menjadi strategi kolektif lintas negara yang melibatkan berbagai aktor non-negara. Proses ini mencerminkan apa yang disebut sebagai transnasionalisasi civil society.

Transnasionalisasi civil society adalah proses ketika kelompok-kelompok masyarakat sipil, seperti LSM, serikat buruh, organisasi keagamaan, gerakan sosial, dan komunitas lokal mulai beroperasi lintas batas negara menunjukkan bahwa mereka tidak lagi terikat secara eksklusif pada negara atau wilayah tertentu, melainkan telah menjadi bagian dari ruang publik global. Civil society global memberi ruang bagi individu dan kelompok untuk terlibat dalam aksi kolektif dan membentuk identitas yang tidak dibatasi oleh kewarganegaraan semata. Oleh karenanya, dukungan masyarakat global terhadap gerakan BDS menjadi cerminan atas kesadaran kolektif bahwa tanggung jawab moral tidak terbatas pada komunitas lokal atau kepentingan nasional semata. Namun mencakup komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal. Civil society global bertindak atas dasar kepentingan publik dunia, dengan menempatkan prinsip hak asasi manusia, kesetaraan, dan keadilan sebagai prioritas utama — lebih dari konteks batas-batas negara dan kepentingan geopolitik. Maka, BDS bukan sebuah gerakan sederhana ‘pro-Palestina’. Lebih dari itu, BDS adalah manifestasi dari dinamika baru pergerakan (aktivisme) masyarakat sipil global melintasi batas negara, budaya, dan identitas nasional yang menantang ketimpangan kekuasaan internasional melalui tekanan kolektif dari bawah (bottom-up pressure). Civil society menjadi kekuatan moral dan politik yang optimal dalam advokasi kesetaraan dan keadilan global.

Referensi

Su’adah, F. (2024). Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Movement of Israel Product: Indonesian Response to Palestinian-Israeli Conflict of Religious Moderation Perspective. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 7(1), 140–151. https://doi.org/10.31538/almada.v7i1.5823

Idrees, Ihsan B F, & Muhammad Saud. (2020). The Palestinian Context of the Emergence of the Movement of Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) Movement. Journal of Peace, Development and Communication, vol. 04, no. 02, 2020, pp. 01–15, https://doi.org/10.36968/JPDC-V04-I02-01


메타데이터
post_id
f77e2abd9dc6
slug
boycott-divestment-sanctions-bds-movement-sebagai-wajah-transnasionalisasi-civil-society-f77e2abd9dc6
url
https://medium.com/@nadyaadev/boycott-divestment-sanctions-bds-movement-sebagai-wajah-transnasionalisasi-civil-society-f77e2abd9dc6
canonical_url
https://medium.com/@nadyaadev/boycott-divestment-sanctions-bds-movement-sebagai-wajah-transnasionalisasi-civil-society-f77e2abd9dc6
author_url
https://medium.com/@nadyaadev
status
ok
fetched_at
2026-07-19 10:57:29