Rakor Teknis: Perhutani dan Polres Banyumas Perkuat Respons Cepat Hadapi Karhutla
Purwokerto, 5 Agustus 2026 | Musim kemarau tahun ini diperkirakan menjadi periode yang perlu diwaspadai bersama. Berdasarkan prediksi Badan…
Rakor Teknis: Perhutani dan Polres Banyumas Perkuat Respons Cepat Hadapi Karhutla

Perhutani, Polres Banyumas, dan instansi terkait ikuti rakor teknis antisipasi karhutla (sumber: perhutani.co.id)
Purwokerto, 5 Agustus 2026 | Musim kemarau tahun ini diperkirakan menjadi periode yang perlu diwaspadai bersama. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Tengah telah memasuki puncak musim kemarau yang ditandai menguatnya Monsun Australia. Fenomena tersebut membawa massa udara kering sehingga suhu terasa sangat dingin pada malam hari dan sangat terik pada siang hari. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di kawasan hutan yang dikelola Perhutani.
Atas dasar itu, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Kabupaten Banyumas yang diselenggarakan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas pada Senin (20/07). Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan strategi antarlembaga sebelum ancaman kebakaran benar-benar terjadi.
Bagi Perhutani, rapat tersebut bukan sekadar agenda koordinasi. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat satu hal yang sering menjadi penentu keberhasilan penanganan karhutla, yaitu kecepatan mendeteksi titik api dan memberikan respons awal.
Kepala Polresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus P. Silalahi, menegaskan bahwa keterlambatan beberapa menit saja dapat membuat kebakaran kecil berubah menjadi sulit dikendalikan. “Musim kemarau tahun ini harus disikapi dengan kesiapsiagaan penuh. Kecepatan mendeteksi titik api dan melakukan respons awal akan menentukan keberhasilan pengendalian karhutla. Karena itu seluruh unsur harus bergerak cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah sederhana namun penting adalah pemasangan plang peringatan agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan. Kebiasaan yang terlihat sepele tersebut masih menjadi salah satu penyebab munculnya titik api saat vegetasi mengering akibat kemarau.
Dalam rapat juga dipaparkan berbagai faktor kerawanan dan penyebab karhutla yang perlu diantisipasi bersama. Selain faktor cuaca, aktivitas manusia masih menjadi penyebab utama munculnya kebakaran. Oleh karena itu, upaya pencegahan dinilai harus berjalan bersamaan dengan edukasi kepada masyarakat.
Wakil Administratur KPH Banyumas Timur, Sindar Pasaribu, mengatakan bahwa Perhutani terus memperkuat patroli rutin di kawasan hutan, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
“Perhutani mendukung penuh langkah yang dibangun bersama dalam rapat ini. Pengamanan hutan tidak cukup dilakukan saat api sudah muncul. Pencegahan melalui patroli, sosialisasi, dan koordinasi lintas instansi jauh lebih efektif untuk melindungi kawasan hutan,” katanya.
Menurutnya, kawasan hutan memiliki karakter yang berbeda dengan kebakaran di permukiman. Medan yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air, serta cepatnya api menjalar melalui serasah kering membuat setiap menit menjadi sangat berharga.
Bupati Banyumas melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menambahkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan seluruh instansi. Ketika kebakaran telah mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat, status penanganannya dapat ditingkatkan menjadi tanggap darurat.
“Untuk mempercepat respons tersebut, telah disusun struktur penanganan yang melibatkan berbagai unsur,” imbuhnya. Ketua Bidang Operasi Pemadaman Karhutla, Pencarian, Pertolongan, dan Evakuasi dipercayakan kepada Kabag Ops Polresta Banyumas. Sebelum memasuki puncak kemarau, seluruh instansi juga akan melaksanakan apel gelar kesiapan sekaligus memastikan mesin pompa, kendaraan, tangki air, dan peralatan pemadam berada dalam kondisi siap digunakan tanpa kendala teknis.
Sementara itu, Weather Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Adnan Dendy Mardika, menjelaskan bahwa pengaruh El Nino diperkirakan menguat pada Agustus hingga Oktober 2026. Puncak musim kemarau di Banyumas diprediksi terjadi pada Agustus dengan sifat hujan berada di bawah normal.
“Pemantauan hari tanpa hujan berturut-turut juga menunjukkan wilayah selatan Banyumas memiliki durasi kekeringan yang relatif panjang sehingga membutuhkan perhatian lebih,” Demikian ia simpulkan.
Dukungan juga datang dari Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Satria, Yohanes Novaga, yang menyatakan bahwa seluruh titik pengambilan air melalui hidran kebakaran telah dipetakan menggunakan sistem geospasial. Dengan sistem tersebut, apabila terjadi kebakaran, petugas dapat segera mengetahui lokasi hidran terdekat sehingga proses pengisian air menjadi lebih cepat.
Apabila kebakaran benar-benar terjadi, penanganannya akan dilakukan melalui pengerahan personel gabungan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, relawan, LMDH, hingga masyarakat sekitar hutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pengendalian api sebelum meluas ke kawasan yang lebih besar.
Bagi Perhutani, menjaga hutan pada musim kemarau bukan hanya soal memadamkan api. Yang lebih penting adalah memastikan api tidak pernah memiliki kesempatan untuk membesar. Karena ketika deteksi dini berjalan baik, koordinasi berlangsung cepat, dan seluruh pihak bergerak bersama, hutan memiliki peluang jauh lebih besar untuk tetap lestari. (*Mei)
메타데이터
- post_id
- f7e33a0f2f13
- slug
- rakor-teknis-perhutani-dan-polres-banyumas-perkuat-respons-cepat-hadapi-karhutla-f7e33a0f2f13
- url
- https://medium.com/@hijau_lestari/rakor-teknis-perhutani-dan-polres-banyumas-perkuat-respons-cepat-hadapi-karhutla-f7e33a0f2f13
- canonical_url
- https://medium.com/@hijau_lestari/rakor-teknis-perhutani-dan-polres-banyumas-perkuat-respons-cepat-hadapi-karhutla-f7e33a0f2f13
- author_url
- https://medium.com/@hijau_lestari
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-09-09 23:46:23