← Back to list

Menjadi “Comfort Food” dan Merayakan Bubur yang Tak Lagi Disesali

Tentang bagaimana kita mengubah kegagalan masa lalu menjadi meja makan yang paling hangat, dan keberanian untuk jatuh cinta lagi secara…

yoga · 2026-02-08 07:43 · 70 claps · 2.3 min read
#love #relationships #fulfilled
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships 🍳 · Food & Cooking

Menjadi “Comfort Food” dan Merayakan Bubur yang Tak Lagi Disesali

Tentang bagaimana kita mengubah kegagalan masa lalu menjadi meja makan yang paling hangat, dan keberanian untuk jatuh cinta lagi secara utuh.

Membaca tulisanmu tentang perjalanan panjang menemukan safe space, rasanya seperti melihat cermin. Kita sama-sama babak belur dihajar dunia, sama-sama pernah terbiasa hidup dalam survival mode, dan sama-sama pernah berpikir bahwa badai itu tidak akan pernah reda.

Namun, hari ini, di sini, bersamamu, aku belajar sesuatu yang baru. Lagu “Everything You Are” (Hindia) yang sering kita dengar bukan lagi sekadar musik latar. Itu adalah soundtrack dari apa yang sedang kita bangun di atas reruntuhan masa lalu.

Mari aku ceritakan bagaimana rasanya dari sisiku:

Tentang Tubuh yang Akhirnya “Gencatan Senjata”

Kamu bener, “You need to listen to your body”

Dulu, tubuhku terbiasa hidup dalam mode perang. Otot-otot yang tegang, napas yang memburu, dan pikiran yang selalu aware sama bahaya. Aku terbiasa berpikir bahwa untuk bertahan hidup, aku harus selalu siap terluka.

Tapi bersamamu, tubuhku akhirnya menurunkan senjatanya. Rasanya aneh pada awalnya — tenang yang asing. Tapi perlahan aku sadar, ketenangan ini bukan jebakan. Otot-ototku rileks bukan karena aku memaksanya, tapi karena — seperti katamu — tubuhku tahu dia aman.

Kamu adalah definisi “Safe Space” yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Tempat di mana keanehanku tidak dianggap freak. Tempat di mana “cringe” bukanlah kata yang ada di kamus kita. Tempat dimana kita bisa sama-sama menjadi “asbun”. Tempat di mana aku bisa menjadi diriku sendiri, fully as I am.

Tentang Bubur yang Menjadi Makanan Penenang

Aku suka analogi buburmu. Dulu kita mungkin kecewa karena “nasi” kita hancur lebur jadi bubur. Kita marah sama keadaan.

Tapi lihat kita sekarang. Kita sedang duduk berdua, menikmati “bubur” itu. Kita taburkan kerupuk tawa, kita tambahkan ayam suwir cerita, dan kita siram dengan kuah kasih sayang yang hangat. Dan ternyata? Rasanya enak. Ternyata, kegagalan masa lalu itulah yang membawa kita ke meja makan ini. Kalau nasi itu tidak jadi bubur, mungkin kita tidak akan pernah belajar meracik comfort food sebaik ini.

Penerimaan (acceptance) yang kamu bicarakan, sekarang aku merasakannya. Aku menerima masa laluku, dan aku menerima masa lalumu. Kita “bertukar nestapa, menawar trauma”, bukan untuk saling menyalahkan, tapi untuk saling menyembuhkan.

Tentang Jatuh Cinta Lagi (Dengan Logika & Perasaan)

Kamu mengajak untuk “Yuk jatuh cinta lagi.” Dan jawabanku: Ayo.

Ayo jatuh cinta lagi, tapi kali ini dengan cara yang benar. Bukan dengan menjadi bodoh, tapi dengan sadar penuh. Sadar bahwa kamu punya kekurangan, dan aku punya kekurangan. Sadar bahwa aku tidak hanya menginginkan versi “enak”-nya kamu. Aku juga siap menerima versi “nggak enak”-nya kamu: saat kamu lelah, saat kamu overthinking, atau saat kamu merasa dunia sedang jahat.

Aku ingin menjadi pasangan yang punya emotional intelligence untuk menampung itu semua. Aku ingin menjadi orang yang “memandang keanehanmu sebagai something great”

Karena bagiku, dicintai secara utuh (fully as I am) adalah kemewahan. Dan bisa mencintaimu secara utuh (fully as you are) adalah kehormatan.

Terima kasih sudah mengajakku hidup lagi. Terima kasih sudah mengubah bubur yang hambar menjadi comfort food paling menenangkan.

Mari rayakan ketidaksempurnaan ini, “seada-adanya, sekurang-kurangnya”.


메타데이터
post_id
f7e7d83fb939
slug
menjadi-comfort-food-dan-merayakan-bubur-yang-tak-lagi-disesali-f7e7d83fb939
url
https://medium.com/@yogadinugroho/menjadi-comfort-food-dan-merayakan-bubur-yang-tak-lagi-disesali-f7e7d83fb939
canonical_url
https://medium.com/@yogadinugroho/menjadi-comfort-food-dan-merayakan-bubur-yang-tak-lagi-disesali-f7e7d83fb939
author_url
https://medium.com/@yogadinugroho
status
ok
fetched_at
2026-07-10 23:37:26