Bulannya Allah Al Muharam: Cara Singkat Menghapus Dosa, Mau?
Di antara bentuk rahmat Allah kepada hamba-hambanya. Jangan lewatkan kesempatan itu kawan.
Bulannya Allah Al Muharam: Cara Singkat Menghapus Dosa, Mau?
Di antara bentuk rahmat Allah kepada hamba-hambanya. Jangan lewatkan kesempatan itu kawan.

*Dengarkan Audio 📻 untuk mendengarkan audio, buka di chrome atau web browser lainnya [Ikuti di Telegram ✈️](https://t.me/+gURZOu41h9FiMDk9)*
Keutamaan Bulan-bulan Haram
Allah ﷻ berfirman
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. [At Taubah : 36]
Tiga bulan tersebut berurutan: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Al Muharram. Serta satu bulan yang terpisah: Rajab.
Waktu-waktu dilipatgandakannya pahala dan demikian juga dosa.
Apa yang perlu dilakukan pada waktu-waktu mulia tersebut?
Tentu adalah ketaatan. Yaitu mengerjakan kewajiban, menambah kebaikan.
Perhatikan hal-hal yang menjadi kewajiban, kemudian hal-hal yang disunnahkan.
Memperbaiki shalat, birrul walidain, menyambung silaturahim, memperbanyak sedekah, membaca Al Qur’an, dst.
Kita Perlu Jalan Pintas
Karena waktu ini sangat singkat, dan kita butuh jalan pintas.
Yaitu jalan yang bisa secara cepat memberikan hasil besar. Bukankah ini yang dicari oleh para pebisnis? Meraih keuntungan sebesar-besarnya dalam tempo sesingkat-singkatnya.
Jika untuk dunia penuh semangat — padahal dunia itu akan sirna, maka untuk akhirat yang lebih kekal bersemangatlah.
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? [Al — An’am : 32]
Jadilah Bagian dari Orang yang Cerdas
Nabi ﷺ bersabda:
الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت، والعاجز من أتبع نفسه هواها وتمنى على الله الأماني
Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah Ta’ala
Di Antara Jalan Pintas itu adalah: Puasa Asyura
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Nabi ﷺ ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau bersabda: menghapuskan dosa setahun yang telah lalu. — Shahih Muslim Nomor 1162.
Kata Imam Nawawi rahimahullah, yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil sebagaimana beliau penerangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu. Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut. Jika tidak, amalan tersebut bisa meninggikan derajat seseorang. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 46.
Pada awalnya diwajibkan, tapi dihapus kewajiban itu dengan adanya syariat puasa ramadhan.
Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa
كَانَتْ قُرَيْشٌ تَصُومُ عَاشُورَاءَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَصُومُهُ فَلَمَّا هَاجَرَ إِلَى الْمَدِينَةِ، صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ، فَلَمَّا فُرِضَ شَهْرُ رَمَضَانَ، قَالَ: مَنْ شَاءَ صَامَهُ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ
Dahulu orang-orang Quraisy berpuasa Asyura di masa jahiliyah. Dan Nabi ﷺ pun berpuasa Asyura. Maka ketika Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, beliau berpuasa tersebut dan memerintahkan yang lainnya untuk berpuasa. Dan ketika turun perintah wajibnya puasa ramadhan maka beliau ﷺ bersabda: Siapa yang ingin puasa Asyura, berpuasalah. Siapa yang ingin tidak puasa, tidak mengapa meninggalkannya. [Shahih Muslim no. 1125]
Puasa paling utama adalah puasa di bulan Muharam.
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah — Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. — Shahih Muslim, Kitab Shaum, Bab Fadhlu Shaumi Al Muharram, Hadits No 1163.
Bulan yang dinamai dengan Syahrullah, menunjukkan keutamaan bulan ini. Digandengkan dengan nama Allah
Yang dimaksud adalah puasa sunnah. Senin kamis, 3 hari di tengah bulan, puasa daud, dan puasa sunah lainnya yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ.
Faedah Tambahan: Menyelisihi Orang Kafir
Ibnu Abbas menceritakan
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ، قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ ﷺ
Ketika Nabi ﷺ berpuasa Asyura dan memerintahkan yang lainnya untuk berpuasa, para shahabat berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang dimuliakan oleh Yahudi dan Nashrani. Maka Nabi ﷺ bersabda: Jika Allah menghendaki di tahun depan, kita akan puasa di hari ke-9 nya. Ibnu Abbas mengatakan: belum sampai tahun depan Nabi ﷺ sudah wafat.
Jika terlewat tanggal 9 dan tidak berpuasa, tidak mengapa berpuasa di tanggal 10 dan 11, dalam rangka memenuhi tujuan puasa di tanggal 9, yaitu menyelisihi Yahudi dan Nasrani.
Namun jika hanya di tanggal 10 saja pun tidak mengapa. Lihat: Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Juz 28 hal 90
Sumber
- Khutbah jumat Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
- Rumaysho, Keutamaan Puasa Asy Syuro, Puasa 10 Muharram Saja
- Muslimah.or.id, Orang yang Cerdas
메타데이터
- post_id
- f7ef76c63b3f
- slug
- bulannya-allah-al-muharam-cara-singkat-menghapus-dosa-mau-f7ef76c63b3f
- url
- https://medium.com/@fawaid/bulannya-allah-al-muharam-cara-singkat-menghapus-dosa-mau-f7ef76c63b3f
- canonical_url
- https://medium.com/@fawaid/bulannya-allah-al-muharam-cara-singkat-menghapus-dosa-mau-f7ef76c63b3f
- author_url
- https://medium.com/@fawaid
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 11:31:05