← Back to list

Inovasi Apple dan Riwayatnya Sekarang Ini

Pendahuluan

Moch. Ari Nasichuddin · 2016-10-08 22:01 · 17 claps · 3.8 min read
#software-company #apple #startup #technology #revenue
Open on Medium ↗
Wiki topics: STP · Startups & Venture

Inovasi Apple dan Riwayatnya Sekarang Ini

Pendahuluan

Sejarah teknologi dunia tidak lengkap tanpa berbicara perusahaan teknologi bernama Apple. Didirikan pada tahun 1976 oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak, Apple hadir memberikan inovasinya pada bidang teknologi yang memberikan efek perubahan pada tataran kehidupan masyarakat.

Tulisan ini akan menguraikan bagaimana Apple mampu menghasilkan produk teknologi yang berkualitas tinggi, digandrungi oleh masyarakat banyak meskipun harganya mahal, menghasilkan revenue yang cukup tinggi dibandingkan perusahaan lain, dan bagaimana kondisi Apple saat ini?

Angka Pendapatan Apple dan Penyebabnya

Sedari awal Apple didirikan dengan dana yang minim. Steve Jobs dan Steve Wozniak mengaku tidak terlalu mempunyai banyak uang saat itu. Dengan kondisi seperti ini membuat mereka hanya bermodalkan motivasi dan ide.[1] Kedua hal ini lah yang nantinya menjadi keunikan tersendiri bagi Apple ketika mereka merilis produk terbarunya. Di bawah asuhan langsung Steve Jobs sebagai CEO, Apple selalu merilis produk yang inovatif dan visioner.

Dengan memakai pakem seperti itu membuat pendapatan Apple naik cukup tajam. Pada tahun 2014 tercatat Apple telah menjual 74.5 juta produk unggulan mereka, iPhone, selama 3 bulan yang berakhir pada 31 Desember. Iphone dapat terjual 34.000 pada satu jam setiap harinya. Dengan angka 74.5 juta, jumlahnya sama saja lebih dari jumlah keseluruhan penduduk Kerajaan Inggris. [2]

Tren di atas jika berlanjut pada 3 kuartal selanjutnya, dapat lebih besar total GDP dari Hongkong.

Lantas bagaimana Apple mampu meraih itu semua?

Salah satu yang utama adalah dukungan dari ekosistem yang solid dan pengalaman akan (user experience) yang baik pada setiap produknya. Namun jangan melupakan brand dari Apple sendiri. Brand Apple merepresentasikan apa yang dilihat pelanggan mereka terhadap Apple. Pelanggan merasa tidak masalah membayar produk Apple meskipun itu sangat tinggi. [3]

Aspek lain diantaranya Apple selalu membuat produk tidak hanya canggih secara teknis namun juga sangat dibutuhkan dari sisi masyarakat. Ini yang membuat masyarakat sukar untuk tidak memberikan perhatiannya terhadap produk Apple.

Produk-produk yang diperkenalkan mereka selalu mudah digunakan. Meskipun itu di tangan user yang tergolong jarang memakai perangkat teknologi.

Apple juga mempunyai disiplin riset yang tinggi. Pada setiap produk yang akan diluncurkannya, Apple akan melakukan trial and error kurang lebih 2 tahun sebelumnya produk diluncurkan. Sebagai contoh, produk mereka, iPhone yang diluncurkan pada Oktober 2012, sudah mulai dikerjakan pada kurun waktu 2010. Sama halnya dengan iPhone, produk mereka yang lain iPad juga yang luncurkan pada Maret tahun 2015 proses pengerjaannya dilakukan pada 2 tahun sebelunya. Dengan kurun waktu yang cukup lama, Apple memperhatikan dengan sangat sisi desain, software, komponen, dan lain sebagainya pada setiap produknya.[4]

Sebenarnya yang paling penting dalam memahami fenomena naiknya pendapatan Apple adalah memperhatikan dari sisi business model-nya. Sebagai contoh ketika mereka meluncurkan iTunes, Apple tidak produk itu hanya sekadar menjadi media transfer dari MP3 ke iPods saja. Namun mereka menerapkan pola baru dalam dunia permusikan dunia. Mereka memposisikan iTunes seperti semacam library untuk musik-musik yang telah beredar. Otomatis jika publik ingin mengakses musik, ia mesti memakai iPods. Di titik ini sebagai model bisnis Apple berusaha membuat ekosistem yang baru yang belum ada sebelumnya. [5]

Dengan cara-cara bisnis di atas, maka tak heran mengapa Apple selalu menempatkan ide dan motivasi dalam posisi terdepan. Mereka menyadari produk yang mereka luncurkan tidak bisa diposisikan hanya sebagai produk saja, tapi juga sebagai penanda berubahnya sebuah zaman teknologi. Dalam bukunya Fred Vogelstein menulis, “Iphone bukan sekedar telepon, melainkan komputer portable pertama yang muat di kantong, dipergunakan secara luas, dan dapat melakukan panggilan telepon. Berkat touchscreen-nya, iphone memiliki banyak fitur yang mustahil dikerjakan oleh telepon lain.”[6]

Riwayat Inovasi Apple dan Penurunan Pendapatan

Steve Jobs adalah CEO yang mempunyai andil besar dalam setiap inovasi yang dilancarkan Apple. Sepeninggal Steve Jobs apakah Apple masih dekat dengan label perusahaan teknologi dengan banyak inovasi?

Pada peluncuran versi terbaru iPhone, banyak yang mengkritik Apple sudah banyak kehilangan sisi inovasinya. Keunggulan seperti tahan air, dual stereo speaker, dual camera sudah terlebih dulu ada pada device yang lain seperti HTC dan Motorola.[7]

Entah kebetulan atau tidak pada kuartal dua tahun 2016 hanya menjual 51,2 juta unit iPhone. Angka ini dibandingkan dengan penjualan pada tahun lalu sebesar 61,2 unit. Penurunan ini menjadi pertama kali sejak ponsel ini diluncurkan pada tahun 2007. [8]

Korelasi antara penurunan daya inovasi dengan penurunan daya jual iPhone ini bisa menjadi lampu kuning bagi Apple kedepannya. Jika iPhone tidak ingin disalip oleh kompetitornya maka Apple tidak bisa berdiam diri.

Kesimpulan

Sebagai sebuah perusahaan teknologi Apple bisa dikatakan inisiator dari kemunculan pelbagai inovasi baru dalam dunia teknologi. Mengutip Fred Vogelstein dalam bukunya Apple vs Google, Apple hadir untuk melahirkan sebuah revolusi teknologi digital.

Inovasi di atas menjadi dasar dari kunci Apple selanjutnya yakni pembuatan sebuah business role baru. Suatu pola bisnis yang mempunyai dimensi mengubah budaya teknologi masyarakat. Dua aspek ini bisa dikatakan menjadi kunci bagaimana Apple menjadi salah satu raja industri teknologi.

Namun dua aspek di atas perlahan turun jika melihat tren Apple terbaru. Tentu kita mesti menyadari juga, banyak kompetitor Apple yang mulai berubah. Sebut saja Google, Samsung, dan lain-lain. Pada intinya meskipun dalam posisi di atas, perusahaan teknologi tidak bisa santai saja, karena teknologi selalu dinamis.

Referensi

  1. Achmad Rouzni Noor II. 2016. Kisah Sukses Apple: Bermula dari Tak Punya Uang. [Online]. Tersedia: http://inet.detik.com/read/2012/07/18/153721/1968568/398/kisah-sukses-apple- bermula-dari-tak-punya-uang (22 September 2016)

  2. Andrew Griffin. (2016). How Apple became so successful that its total revenue is bigger than the GDP of some countries. [Online]. Tersedia: http://www.independent.co.uk/news/business/analysis-and-features/how-apple-become-so-successful-that-its-total-revenue-is-bigger-than-the-gdp-of-some-countries-10007454.html (22 September 2016)

  3. Ign. L. Adhi Bhaskara. (2016). Inovasi Omong Kosong Apple. [Online]. Tersedia: https://tirto.id/inovasi-omong-kosong-apple-bJEm (22 September 2016)

  4. Tim Bajarin. (2016). 6 Reason Apple is So Succefull. [Online]. Tersedia: http://techland.time.com/2012/05/07/six-reasons-why-apple-is-successful/ (22 September 2016)

  5. Andrew Beattie. (2015). The Story Behind Apple’s Success. [Online]. Tersedia: http://www.investopedia.com/articles/personalfinance/042815/story-behind-apples-success.asp (22 September 2016)

  6. Vogelstein, Fred. (2015). Apple vs Google. Yogyakarta: Bentang.

  7. Ign. L. Adhi Bhaskara. (2016). Inovasi Omong Kosong Apple. [Online]. Tersedia: https://tirto.id/inovasi-omong-kosong-apple-bJEm (22 September 2016)

  8. Ign. L. Adhi Bhaskara. (2016). Apple yang menolak jatuh dari pohonnya. [Online]. Tersedia: https://tirto.id/apple-yang-menolak-jatuh-dari-pohonnya-9eF (22 September 2016)


메타데이터
post_id
f83dd80c8df0
slug
inovasi-apple-dan-riwayatnya-sekarang-ini-f83dd80c8df0
url
https://medium.com/@arynas92/inovasi-apple-dan-riwayatnya-sekarang-ini-f83dd80c8df0
canonical_url
https://medium.com/@arynas92/inovasi-apple-dan-riwayatnya-sekarang-ini-f83dd80c8df0
author_url
https://medium.com/@arynas92
status
ok
fetched_at
2026-06-17 08:20:12