Sekarang Makan Sayur Bukanlah Hal Buruk Kok!
Ketika makan sayur adalah sebuah kebiasaan yang perlahan berubah jadi kewajiban.
Sekarang Makan Sayur Bukanlah Hal Buruk Kok!
Seiring waktu berjalan, banyak hal berubah dariku dan aku sadari. Salah satunya adalah perkara makan. Sekarang rasanya makan sayur adalah sebuah kewajiban padahal dulu mah boro-boro mau.
Kalau ditarik garis ke belakang, mungkin aku sudah bisa berdamai dengan sayur setelah menjelang akhir usia belasan. Ketika masih jadi bocah kecil yang tengil, sayur yang mau aku makan bisa dihitung jari. Sepahamku dulu sebatas sayur yang enak di makan tuh yang ada di sop atau di soto, selepasnya aku akan jadi karnivora. Mungkin timun masih masuk kelas oke buatku, cuma makanku jarang sekali.
Namun, perubahan drastis terjadi pas masuk SMA. Dibiasakan makanan rumahan khas Jawa dengan sayur seperti terancam, gudangan, pecel, botok dan banyak lainnya buat jadi menu sehari-hari membuatku lumrah secara perlahan. Mungkin lebih tepatnya aku beneran doyan karena harus terbiasa dengan menu-menu di atas. Selepas itu perjalananku makan sayur terasa level up dan benar-benar baru.
Olahan sayur pada dasarnya beragam dan aku yakin tak akan ada habisnya. Dimakan mentah, ditumis, dijadikan sop, dikukus pokoknya ada saja cara sayur dimasak. Sekarang karena aku seringnya memasak di rumah, keberadaan sayur selalu aku usahakan ada di bawah tudung saji. Menunya bukan yang ribet kok, sebab kebetulan orang rumah sukanya masakan rumahan lokal.

Kare sayur untuk makan malam.
Sekarang tahta makanan dengan sayur yang aku suka adalah kare sayur. Buncis, wortel, kentang, kubis, dan kadang tomat disatukan dengan bumbu kare itu adalah perpaduan sedap! Di atasnya ditaburi bawang merah goreng terus pas makan sama krupuk udang juga makin mantap tuh! Sekarang mungkin sebulan bisa 2 sampai 3 kali aku buat kare sayur di rumah.
Kebiasaan makan sayur ini mungkin dimulai dari Bapak. Bapak adalah orang yang suka sekali sayur bagiku. Tiap buat mi godok pasti porsi sayurnya dibanyakin. Katanya lebih enak kalau sayurnya banyak. Sayur itu kewajiban kalau buat mi. Awalnya aku hanya iya iya saja tapi kini aku malah ikut-ikut kalau buat mi wajib hukumnya ada sayur dan protein lain entah telur atau apalah.
Meskipun aku sudah akur dengan sayur — sekarang kan aku sudah rajin makan sayur —tetap ada beberapa sayur yang aku tak suka. Sayuran bau seperti petai dan jengkol adalah hal yang aku hindari. Meski dibilang katanya enak aku akan menolak. Rasanya aneh buatku dan gak suka saja. Jadi, ya aku juga tak punya pengalaman apapun untuk mengolahnya. Lalu ada sayur lagi yang tidak aku benci juga tapi dibilang suka banget juga tak bisa. Apa itu? Jawabnya pare. Kalau diolah dengan tidak membuatnya meninggalkan rasa pahit aku mah doyan saja. Cuma nih kalau masih pahit aku bakal makan sih tapi sambil menggerutu dalam hati biasanya.
Bosan gak sih sering makan sayur? Enggak bosan sih, mungkin malah bingung mau makan sayur diolah jadi apa. Soalnya sudah ada kesadaran kalau sayur itu wajib tersaji di piring buat kebutuhan nutrisi kita. Sehingga gak bisa dipungkiri sayur itu tak bisa dihindari. Mau tak mau kita harus jadi bestie sama sayur gak sih? Syukurnya sih aku sudah bersahabat dengan sayur sekarang.
Sekarang gitu deh tiada hari tanpa sayur. Soalnya emang sayur gak seburuk itu kok! Dibiasakan dulu lalu cuma eksplorasi olah sayur seperti apa yang cocok. Sekali menemu yang sesuai pasti doyan kok. Nanti, besok, dan hari berikutnya aku bakal berusaha makan sayur. Hm, enaknya besok masak sayur jadi menu apa ya?
—restyu, 101224.
메타데이터
- post_id
- f84c3c3eb05c
- slug
- sekarang-makan-sayur-bukanlah-hal-buruk-kok-f84c3c3eb05c
- url
- https://medium.com/@anggit.restu/sekarang-makan-sayur-bukanlah-hal-buruk-kok-f84c3c3eb05c
- canonical_url
- https://medium.com/@anggit.restu/sekarang-makan-sayur-bukanlah-hal-buruk-kok-f84c3c3eb05c
- author_url
- https://medium.com/@anggit.restu
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-21 17:51:44