Penjelajahan Nona ‘Putih Hati’
Sebuah puisi yang akan menjadi langka, sebab akan penulis (saya) tulis dua dekade sekali. Puisi ini menjadi kilas balik sekaligus…
Penjelajahan Nona ‘Putih Hati’

pic: pinterest
Sudahkah Nona pergi ke arah jejak itu berakhir?
Adakah rasa sesal kala Nona melihat ke dalamnya?
Atau justru isinya tak seperti dugaan yang Nona punya?
Beri aku ulasan, wahai Nona ‘Putih Hati’
Nona, pemilik jejak itu sudah berperang sampai tetes terakhir
Nona, pemilik jejak itu sudah banyak ditinggal hal yang diinginkannya
Nona, pemilik jejak itu memeluk lutut tatkala dunia memukul tengkuknya
Nona, pemilik jejak itu sudah terombang-ambing dari badai sang Bumi
Saat Nona keluar dari sana,
Aku bisa melihat kecewa terukir di wajah mungil Nona
Aku pun bisa melihat gembira terpancar dari wajah elok Nona
Kelak kaki Nona akan menyamai besar jejaknya
Kelak tinggi Nona akan menyamai badannya
Kelak senyum Nona akan selebar senyumnya
Akan tetapi, semoga Nona lebih diselimuti Asmaraloka tak ada habisnya
Nona, kelak kau tidak benar-benar seorang diri
Jangan lupa untuk selalu berhenti pada sebuah pohon
Pohon yang selalu datang di saat Nona membutuhkannya
Juga dumbuhi bunga tulip dan aster di sekelilingnya
Nona, jika kau mendengar permohonan maaf dari sang Pemilik Jejak
Jangan pernah berhenti dan takut
Aku berusaha menyihir dunia agar selalu berpihak padamu
Di kehidupan selanjutnya, semoga aku dapat menjadi ‘penyihir’ itu
메타데이터
- post_id
- f8d39ed4bfba
- slug
- penjelajahan-nona-putih-hati-f8d39ed4bfba
- url
- https://medium.com/@narazhn/penjelajahan-nona-putih-hati-f8d39ed4bfba
- canonical_url
- https://medium.com/@narazhn/penjelajahan-nona-putih-hati-f8d39ed4bfba
- author_url
- https://medium.com/@narazhn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 23:56:40