meja makan
meja makan

Silau mentari menyelinap masuk tanpa malu, pantulan senja menambah kesan sendu. Ruangan yang menurut kebanyakan orang hanya sebagai tempat memasak dan makan.
Namun kenyataannya, ruangan ini mendekap banyak hal: celotehan ibu saat makan, protes saat makanan kelebihan garam, omelan ibu saat dapur berantakan, atau lelucon yang dilontarkan di sela-sela makan malam.
Kata orang-orang, se-enak apa pun makanan di luar sana, tak ada yang dapat menandingi masakan ibu. Benar adanya, masakan ibu bagai ayam yang ditumis menggunakan kasih sayang, dibungkus kebahagiaan serta doa-doa ibu.
Akan tetapi, ruangan yang penuh sorak tawa itu kini sunyi—diam, tak ada celoteh, tak ada lelucon, hanya tersisa remah-remah euphoria yang masih setia terputar di kepala.
Ruangan itu masih sama, tak ada yang berubah. Pantulan cahaya masih menyinari sebagian ruangan itu.
Namun, tak ada celoteh yang menyambutnya. Beberapa kursi mungkin sudah dilapisi debu karena lama tak disentuh. Dapur yang sedulunya selalu berantakan kini rapi—rapi karena jarang terjamah.
Yang tersisa hanyalah sepiring makanan instan yang sudah dingin dan perasaan hampa yang tak berkesudahan.
메타데이터
- post_id
- f8d8a095a45c
- slug
- meja-makan-f8d8a095a45c
- url
- https://medium.com/@peanutea/meja-makan-f8d8a095a45c
- canonical_url
- https://medium.com/@peanutea/meja-makan-f8d8a095a45c
- author_url
- https://medium.com/@peanutea
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 18:57:25