Gulita
Rantai duri mencengkeram kuat di leher, tepian luka menjalar kemerahan, tidak lagi darah mengalir.
Gulita

Pram’s
Rantai duri mencengkeram kuat di leher, tepian luka menjalar kemerahan, tidak lagi darah mengalir.
Hari demi hari berganti. Puan? Masih saja dengan sisa kemarin.
Tekuk leher berat tersayat, sudah ribuan detik keberapa kiranya ia disini? didalam gulita tak bercahaya, hening tanpa suara.
Rancau gumaman yang hanya terdengar oleh telinganya sendiri, berharap gelak tawa luar itu menanggapi. Tak sudi rupanya.
Sudahlah ia sebatangkara, menyapu lembut debu ubin ratusan hari tak terjamah siapa dengan jemarinya.
Kotor sekali, seperti diriku sekarang
Lagi, ia merendah lagi.
메타데이터
- post_id
- f8d96a5a6419
- slug
- gulita-f8d96a5a6419
- url
- https://medium.com/@prammmm/gulita-f8d96a5a6419
- canonical_url
- https://medium.com/@prammmm/gulita-f8d96a5a6419
- author_url
- https://medium.com/@prammmm
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 04:09:36